Pengamatan BIN soal Biang Keladi Kenaikan Harga saat Transisi Pandemi ke Endemi

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Intelijen Negara (BIN) turut mengamati sejumlah kenaikan harga saat RI tengah bertransisi dari Pandemi menuju Endemi. Menurut pemantauan BIN, yang menjadi biang keladi adanya faktor eksternal konflik Rusia menyebabkan ketegangan geopolitik dunia.

Kepala Badan Intelijen Negara (KABIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan mengatakan jika konflik Rusia-Ukraina tidak terjadi, program lanjutan pemulihan ekonomi nasional diprediksi berjalan lancar.

"Konflik Ukraina berdampak pada kelangkaan berbagai kebutuhan pokok memicu inflasi bahkan ancaman stagflasi di sejumlah negara. Di Tanah Air, dampaknya sangat dirasakan masyarakat kebanyakan akibat kenaikan harga-harga yang tak terhindari. Terutama harga bahan bakar, pangan, dan berbagai produk turunannya," kata Budi Gunawan dalam keterangan persnya, Senin (18/4).

Guna mengurangi dampak ketegangan geopolitik internasional, Pemerintah membuat sejumlah skema bantalan ekonomi untuk masyarakat. Jika tidak dibuat program bantalan, dikhawatirkan akan terjadi efek domino di tengah masyarakat.

"Sementara, Indonesia saat ini sedang menghadapi agenda nasional, Pemilu dan Pilkada serentak 2024," katanta.

Rangkaian program itu meliputi berbagai jenis bantuan sosial, subsidi energi dan non-energi, bantuan iuran JKN (jaminan kesehatan nasional), bantuan prakerja, hingga subsidi bunga KUR (kredit usaha rakyat).

"Semua itu merupakan program afirmasi Pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat kebanyakan agar kehidupan sosial ekonomi kita yang selama ini kondusif tetap terjaga," ujar KABIN yang juga Guru Besar di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini.

Budi Gunawan meminta, langkah afirmasi Pemerintah itu seharusnya diikuti oleh semua elemen Bangsa; termasuk para pelaku ekonomi nasional.

Data Kemenkes

Menurut data Kementerian Kesehatan, Sabtu (16/4), kasus baru tercatat hanya 602 orang, terjaga di angka 4000-an ke bawah hampir sebulan terakhir.

Positivity rate selalu di bawah 5 persen seusai standar aman WHO, rasio keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy rate-BOR) juga selalu di bawah 6 persen. Bila semua indikator ini bisa bertahan setidaknya dalam 6 bulan, ini pertanda Indonesia memang sudah memasuki masa prakondisi transisi pandemi menuju endemi. Wajar bila pemerintah optimistis pandemi Covid-19 di Indonesia bisa berakhir setidaknya tahun depan. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel