Pengambilan Bansos COVID-19 di Depok Timbulkan Kerumunan

Daurina Lestari, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bantuan Sosial dari pemerintah pusat telah didistribusikan untuk sejumlah warga di Depok, Jawa Barat. Namun sayangnya, hal itu justru menimbulkan kerumunan masa hingga mengabaikan protokol kesehatan.

Kerumunan terjadi di kawasan RW 07, Kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok, pada Sabtu 16 Januari 2021. Di tempat itu, warga tampak berkerumun dan seakan tak khawatir dengan penyebaran COVID-19.

Pemandangan ini pun viral setelah fotonya diunggah ke media sosial. Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Usman Haliyana, mengaku menyesalkan kejadian tersebut.

“Sangat disayangkan terjadi kerumunan padahal kami sudah meminta para lurah untuk menghindari kerumunan saat pengambilan bansos,” katanya.

Ia mengaku, telah memanggil Satgas COVID-19, dan pihak terkait untuk segera menertibkan warga yang berkerumun.

“Kami sudah berkoordinasi dengan lurah maupun Satgas di Kecamatan Sawangan untuk mengatur masyarakat tidak berkerumun,” ujarnya.

Baca juga: Lebih dari 3.500 Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Balangan Kalsel

Usman menjelaskan, Kota Depok mendapatkan bansos dari Kementerian Sosial sebanyak 148.848 Keluarga Penerima Manfaat senilai Rp300 ribu per kepala keluarga atau KK. Ia menjamin tidak ada potongan apapun dalam bantuan tersebut.

Untuk menghindari kasus serupa, Usman juga telah meminta kepada lurah agar dilakukan penjadwalan terkait penerima bansos.

“Kami sudah meminta lurah untuk berkoordinasi kepada RT dan RW melakukan penjadwalan, sehingga tidak terjadi kerumunan.”

Sementara itu, Lurah Bedahan, Hasan juga mengakui telah terjadi kerumunan penerimaan bansos di RW 07. Namun, ia mengklaim telah bertindak cepat untuk mengatasi hal tersebut.

“Iya tadi sempat berkerumun dan sekarang sudah kami atur, sehingga tidak ada pelanggaran prokes (protokol kesehatan) terjadinya kerumunan, karena menunggu petugas dari PT Pos yang datang terlambat,” katanya.

Hasan menjelaskan, di Kelurahan Bedahan ada peningkatan jumlah penerima bansos, yang tadinya 3.639 KPM, kini ada sebanyak 3.747 KPM.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan untuk menjadwal pemanggilan, kami tidak ingin adanya potensi penyebaran COVID-19 dari kerumunan ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Kota Depok masih cukup tinggi. Bahkan berdasarkan situs resmi pemerintah setempat, jumlah terkonfirmasi positif sampai dengan hari ini telah mencapai sebanyak 21.453 orang.

Kemudian jumlah pasien aktif 4.204 orang, jumlah pasien sembuh 16.754, dan jumlah pasien meninggal dunia 495 orang.