Pengedar Narkoba Tajir dari Cibubur

TEMPO.CO, Depok - Badan Narkotika Nasional menangkap Faisal, 35 tahun, seorang pengedar narkotika di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat, Rabu 13 Maret 2013. Setelah ditelusuri, ternyata Faisal memiliki aset puluhan miliar.

Ketika disambangi ke kediamanannya di perumahan Raffles Hills, Cibubur, seorang petugas keamanan kompleks itu, Heri Mujoko mengatakan Faisal yang tinggal di Block C6 nomor 22 itu adalah sosok yang tertutup. Sejak tinggal di rumah itu pada enam bulan lalu, dia tak pernah bergaul dengan tetangga ataupun security setempat.

Setelah menangkap Faisal di Jakarta, BNN langsung mengecek rumah Faisal di Raffles Hills tersebut. Pasca pengecekan, rumah itu terlihat kosong. Padahal, sebelumnya terdapat keluarga Faisal di situ.

"Kami tidak tahu keluarganya di mana sekarang. Setelah pengecekan (oleh BNN), rumahnya sudah tertutup," kata Heri, Jum'at, 29 Maret 2013. Meski begitu, tidak ada penyegelan atas rumah tersebut. Hanya gerbangnya saja yang digembok.

Staf RT Block C Raffles Hills, Salim Aditya, selama tinggal di perumahan itu, Faisal diketahui sering gonta-ganti mobil. Di rumahnya selalu terparkir empat mobil miliknya. Yaitu, dua mobil mewah jenis BMW dan Porsche Panamera.

Dua mobil lagi terlihat merk lama dan sudah tua. Yaitu, Honda City dan sedang biasa. "Ada empat mobilnya, dua mobil mewah dan dua mobil tua," kata dia. Faisal dituding tak hanya menjadi pengedar, namun juga dianggap sebagai pelaku pencucian uang kasus-kasus narkotika.

Salim juga membenarkan Faisal adalah sosok yang tertutup. Selama dia bekerja mulai pukul 8.00-16.00 di perumahan itu, jarang dia melihat Faisal. Dia juga mengaku tidak pernah melihat ada hal-hal yang mencurigakan di rumah itu. "Tidak pernah ada orang atau teman-temannya yang datang," katanya.

ILHAM TIRTA

Topik terhangat:

Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Krisis Bawang | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.