Pengekangan virus diperketat di Eropa ketika kematian global mencapai 1,3 juta

·Bacaan 4 menit

Wina (AFP) - Sejumlah pembatasan baru untuk mengurangi gelombang kedua infeksi virus corona diumumkan atau mulai berlaku dari Austria hingga Yunani, Italia hingga Portugal pada Sabtu ketika jumlah kematian global naik di atas 1,3 juta.

Lebih dari 53 juta orang di seluruh dunia terinfeksi oleh Covid-19 yang merajalela di seluruh Amerika dan Eropa sehingga memaksa pemerintah mengambil tindakan yang lebih drastis meskipun ada potensi kehancuran ekonomi.

Austria mengikuti tren yang berkembang mengumumkan sekolah dan toko non-esensial akan tutup mulai Selasa setelah memberlakukan lockdown parsial dua pekan lalu.

“Masih banyak yang bilang infeksi tidak terjadi di sekolah, di toko atau jasa-jasa,” kata Kanselir Sebastien Kurtz.

"Tapi kenyataannya adalah pihak berwenang tidak bisa lagi melacak 77 persen infeksi baru yang mengartikan mereka tidak lagi tahu di mana kontaminasi terjadi."

Yunani yang berjuang melawan sistem kesehatan nasional yang jenuh, mengumumkan akan menutup semua sekolah setelah memberlakukan jam malam nasional mulai Jumat.

“Menutup sekolah dasar adalah hal terakhir yang ingin kami lakukan. Ini untuk mengukur seberapa serius situasinya,” kata Menteri Kesehatan Vassilis Kikilias. Sekolah menengah telah ditutup.

Di Italia, wilayah Tuscany dan Campania - di mana Florence dan Napoli adalah ibu kotanya masing-masing - jatuh ke dalam "zona merah" pembatasan yang ketat, yang sekarang mencakup 26 juta dari 60 juta penduduk.

"Tidak ada jalan lain jika kita ingin mengurangi jumlah korban tewas," kata Menteri Kesehatan Roberto Speranza saat jumlah kematian di negara itu meningkat 544 menjadi 44.683, salah satu yang terburuk di Eropa.

Pengekangan baru anti-virus juga mulai berlaku di Ukraina.

Rumania sementara itu mengalami tragedi ketika sepuluh pasien Covid-19 tewas dan tujuh lainnya terbakar parah setelah kebakaran terjadi di unit perawatan intensif di kota utara Piatra Neamt.

Di luar Eropa, Lebanon memasuki lockdown baru selama dua pekan, dengan rumah sakit-rumah sakit di negara yang dilanda krisis itu hampir mencapai kapasitasnya.

Bar-bar di New York, episentrum wabah musim semi AS, diperintahkan tutup pukul 10 malam mulai Jumat. Sekolah dapat beralih ke pengajaran daring secepatnya Senin.

Amerika Serikat, negara yang paling terpukul oleh COVID-19, mengalami 188.858 lebih kasus dan 1.596 lebih kematian pada Jumat, menurut Universitas Johns Hopkins.

Beberapa kota di Jerman menyaksikan protes terhadap pemakaian masker secara paksa, dengan polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan hampir 1.000 orang di Frankfurt.

Resor Nice di Riviera Prancis menyaksikan 1.500 orang turun ke jalan-jalan untuk menuntut pembatasan yang lebih koheren guna melawan penyakit tersebut.

Ratusan demonstran juga muncul di Portugal, menentang jam malam akhir pekan yang diberlakukan pada tujuh dari setiap 10 dari 10 juta penduduk.

Jam malam melarang mengemudi di jalan umum setelah pukul 1 siang pada Sabtu dan Minggu.

"Pandemi sedang berlangsung dan kami harus dilindungi, tetapi tanpa mematikan ekonomi," kata Carla Torres (33) yang bekerja pada industri perhotelan Lisbon.

Polandia menjadi negara terbaru yang melaporkan angka rekor dengan 548 kematian akibat virus corona selama 24 jam, hanya beberapa hari setelah pemerintah memutuskan untuk tidak memberlakukan karantina nasional.

Mengangkat kesuraman, European Medicines Agency menambah harapan yang membuncah bahwa vaksin yang efektif dapat segera tersedia.

Badan Uni Eropa itu mengatakan pihaknya berharap dapat memberikan pendapat yang baik tentang vaksin pada akhir tahun jika hasil tes terbukti positif.

Tetapi bahkan jika rintangan pengujian dan distribusi diatasi, tantangan lain menanti: akankah orang-orang menerima vaksin?

"Ketakutan saya adalah tidak cukup banyak orang Prancis yang akan divaksinasi," kata Perdana Menteri Prancis Jean Castex kepada surat kabar Le Monde.

Pemilik restoran dan bar Prancis mengumumkan tindakan hukum terhadap tindakan pemerintah yang menutup mereka mulai akhir Oktober.

Castex, yang memperingatkan pemerintah harus bekerja keras untuk jangka panjang, masuk Twitter untuk menanggapi seorang ayah yang telah memposting gambar anak yang ditujukan kepada Bapak Natal.

"Katakan padanya bahwa kami sedang bekerja keras agar Bapak Natal dapat berbelanja di Prancis pada Desember - jika kita mematuhi jarak sosial, kita akan sampai di sana," tegas Castex.

Di India, pandemi dan polusi kronis membayangi perayaan Diwali untuk ratusan juta pada hari libur Hindu terbesar tahun ini Sabtu.

Di ibu kota New Delhi yang diselimuti kabut asap, petasan dilarang untuk Festival Cahaya dan sementara orang-orang masih memadati pasar, para pedagang mengatakan Covid-19 telah membuat takut pembeli untuk tidak berbelanja.

Dengan 8,7 juta kasus, India memiliki jumlah infeksi virus corona tertinggi kedua di dunia setelah AS.

Lampu-lampu mati di toko perhiasan dan emas Vineet Garg dekat Connaught Place Delhi, meskipun ada tanda "buka".

“Buang-buang listrik kalau menyalakan lampu,” kata dia. "Orang tidak membeli di toko ... Mereka terlalu khawatir untuk bersenang-senang."