Pengelola: Kepadatan di GT Merak bukan karena transaksi tol

Pengelola tol Tangerang-Merak PT Marga Mandalasakti (MMS) menyatakan bahwa kepadatan kendaraan sepanjang sekitar dua kilometer sebelum Gerbang Tol (Merak) dari arah Jakarta, Kamis sore, terjadi bukan karena transaksi tol, tetapi lantaran ada penumpukan kendaraan di Pelabuhan Merak, Banten.

"Sebenarnya dari tanggal 27 April kemarin sudah terjadi antrean, imbas dari luapan yang terjadi di Pelabuhan Merak. Itu membuat pihak kepolisian menginstruksikan agar menerapkan buka-tutup di Gerbang Tol Cikupa dan Merak," ujar Kepala Departemen Manajemen CSR dan Humas Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak PT MMS Uswatun Hasanah kepada Antara di Gerbang Tol Merak, Cilegon, Banten, Kamis.

Menurut Uswatun, sejatinya pihaknya menyediakan empat gardu dan dua gardu tambahan di Gerbang Tol Merak untuk kendaraan yang menuju Pelabuhan Merak.

Namun, kendaraan tetap mengantre karena gardu-gardu itu ditutup saat polisi menganggap pelabuhan sudah dipadati kendaraan.

Baca juga: Polisi alihkan lalu lintas dari Gerbang Tol Cikupa saat puncak mudik

Baca juga: Polisi buka-tutup gardu Gerbang Tol Cikupa cegah kepadatan Merak

"Mau tak mau ditutup semua. Ketika kendaraan sudah mengalir ke pelabuhan, kami akan membuka lagi gardunya. Seperti itu. Infonya, kendaraan di pelabuhan sudah tak tertampung. Efeknya, kendaraan jadi mengantre ke belakang," tutur Uswatun.

MMS, sudah melakukan upaya maksimal untuk memperlancar transaksi di gerbang tol termasuk dengan menambah jumlah petugas transaksi bergerak yang membawa mesin pembayaran langsung ke mobil pengguna tol yang mengantre.

Total ada 40 orang petugas transaksi seperti itu di gerbang tol Tangerang-Merak.

"Akan tetapi, kalau seandainya di Gerbang Tol Merak semakin parah, petugas-petugas dipusatkan di sini," kata Uswatun.

Agar tidak menambah volume kendaraan yang mengantre di Gerbang Tol Merak, Uswatun pun mengimbau para pengendara yang tidak menuju ke Pelabuhan Merak untuk mengambil jalur keluar lain seperti dari Gerbang Tol Serang Timur atau Serang Barat.

Kemudian, untuk pemudik menuju Pelabuhan Merak, diminta supaya membawa uang elektronik yang cukup dan memastikan kondisi fisik selalu prima saat berkendara.*

Baca juga: Kompolnas awasi manajemen Operasi Ketupat 2022 di Pelabuhan Merak

Baca juga: Anggota DPR: Merak-Bakauheni perlu perhatian serius saat mudik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel