Pengelola wisata Tebing Breksi komitmen jalankan SOP dengan ketat

·Bacaan 2 menit

Pengelola objek wisata Taman Tebing Breksi siap dan berkomitmen untuk menerapkan prosedur operasional standar (SOP) yang telah ditentukan dalam uji coba pembukaan destinasi wisata ini pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 3 saat ini.

"Kami sangat berkomitmen untuk menerapkan SOP yang telah ditentukan, termasuk tadi saat rombongan Bupati Sleman juga harus mengikuti alur prosedur dari awal, harus scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi, dan prosesur lainnya. Semua pengunjung harus melalui pintu pemeriksaan ini," kata Ketua Pengelola Wisata Tebing Breksi Kholiq Widiyanto di sela kunjungan Bupati Sleman, Kamis.

Ia mengatakan, pihaknya juga dengan tegas akan meminta pengunjung untuk putar balik jika memang tidak memenuhi SOP yang ada.

"Selain 'check-in' dengan aplikasi PeduliLindungi, pengunjung di bawah usia 12 tahun dan di atas 70 tahun juga tidak boleh masuk," katanya.

Baca juga: Bupati Sleman: Taman Tebing Breksi kantongi izin uji coba

Menurut dia, ada petugas yang akan selalu melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung, mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, melakukan pemeriksaan usia pengunjung dan juga menanyakan apakah pengunjung sudah vaksin COVID-19 atau belum.

"Selain itu petugas juga akan meminta pengunjung untuk check in dan cek barcode dengan aplikasi PeduliLindungi baik saat masuk maupun keluar dari wisata Tebing Breksi," katanya.

Kholiq mengatakan, bagi pengunjung yang tidak memenuhi persyaratan maka akan diminta untuk putar balik dan tidak diperkenankan masuk area Taman Tebing Breksi.

"Pada masa uji coba ini memang masih banyak pengunjung yang tidak bisa masuk, selain karena usia di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun, juga karena ada yang belum vaksin dan tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi," katanya.

Ia mengatakan, memang ada pengunjung yang kesulitan mengakses aplikasi PeduliLindungi, ini karena masalah sambungan internet dari provider yang kurang bagus.

"Yang mengalami masalah seperti ini visa kami bantu dengan menggunakan jaringan internet kami melalui WIFI Tebing Breksi dan bisa lancar kembali. Hal ini memang sedikit menjadi kendala," katanya.

Baca juga: Bali hanya izinkan wisata alam dan budaya dibuka untuk uji coba

Untuk karyawan di Tebing Breksi, kata dia, saat ini sudah sekitar 90 persen yang telah vaksin dosis kedua, begitu juga untuk pelaku UMKM dan ekonomi lainnya juga sudah 90 persen.

"Untuk petugas di Wisata Tebing Breksi ada sekitar 120 personel dan 90 persen sudah vaksin dosis kedua, sedang untuk pelaku ekonomi lainnya seperti UMKM, jasa jip wisata, jasa foto dan lainnya ada sekitar 400 orang, dan 90 persen dari mereka juga sudah vaksin dosis kedua," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Singgih Raharjo menyebutkan bahwa memang antara satu provider dan satu provider lainnya memiliki kekuatan jaringan yang berbeda-beda di tiap wilayah. Misalnya provider A memiliki sinyal kuat, sedangkan provider B kurang kuat di satu wilayah tertentu.

"Sebagai solusi kami juga telah meminta Dinas Kominfo untuk memberikan jaringan WIFI di objek wisata, ini untuk lebih memudahkan pengunjung dalam mengakses aplikasi PeduliLindungi," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel