Pengemasan dan Sertifikasi Jadi Kendala UMKM Tembus Pasar Global

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengakui bahwa masih ada kendala yang dialami pengusaha UMKM untuk memperluas cakupan pasar. Di antaranya berkaitan dengan cara pengemasan dan sertifikasi produk yang dimiliki.

Wamendag Jerry mengaku pernah menemukan produk UMKM yang cukup bagus dari sisi kualitas rasa untuk produk makanan. Serta, telah memiliki cakupan pasar di tingkat nasional yang tersebar. Namun, saat ingin merambah pasar luar negeri, terkendala dari sisi pengemasan dan sertifikasi.

"Kendalanya adalah soal packaging (pengemasan), itu padahal hal sederhana tapi jadi kesulitan, bahan baku (pengemasannya) tak ada di situ, sertifikasi juga kurang memadai," katanya dalam webinar UMKM Goes to Global, Rabu (20/7).

Merespons kendala itu, Wamendag Jerry mengungkap ada sederet upaya yang dilakukan oleh Kemendag untuk mendorong perluasan pasar UMKM. Salah satunya adalah adanya pendampingan pelaku UMKM.

"Kami banyak memiliki program atau kegiatan yang memang dilakukan dan secara rutin untuk memastikan UMKM bisa didampingi secara lebih berkesinambungan," kata dia.

Melalui program ini, UMKM akan mendapat pendampingan dari berbagai sisi. Sehingga, ke depannya bisa meningkatkan kualitas sehingga bisa memperluas pasar dari produk yang dikeluarkan.

Selain itu, cara lain yang dilakukan Kemendag adalah dengan menyediakan akses pasar internasional. Dia mengklaim ada sekitar 46 titik yang jadi ujung tombak mempromosikan produk dari Indonesia.

"Bisnis matching juga dilakukan, itu untuk memberikan wadah bagi seller (penjual) dan buyer (pembeli) produk Indonesia, nanti akan mencoba di matching-kan dengan buyer dalam negeri, itu akan dibantu," terangnya.

Digitalisasi

Wamendag Jerry menyampaikan, strategi lainnya yang dilakukan adalah dengan digitalisasi. Di mana digitalisasi memiliki peran penting dalam proses perluasan pasar UMKM.

"Ini juga jadi satu catatan penting untuk kita sambut perkembangan teknologi dan berikan tempat UMKM untuk bisa kompetitif, dalam arti memberikan produknya untuk bisa punya akses ke luar," katanya.

"Ini bisa menjadi wadah untuk pelaku usaha dan berpegang tak hanya pada satu tempat saja, tapi bisa memperluas tempat dan terdistribusi lebih dari satu titik," tambahnya.

Terpisah, Menurut data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) sampai Bulan Mei 2022, total unit UMKM/IKM/Artisan yang telah onboarding mencapai 19,1 juta dan semakin dekat dengan target 30 juta UMKM digital di tahun 2023. Salah satu potensi UMKM dan produk unggulan di Indonesia adalah Provinsi Papua.

"Selain sumber daya alam yang melimpah, Papua juga kaya akan budaya dengan produk unggulan lokal yang khas. UMKM di Provinsi Papua bisa semakin maju dengan memanfaatkan berbagai fasilitas teknologi digital yang telah dibangun pemerintah," ujar Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel