Pengembang Game F1 Ditawar Take-Two Belasan Triliun Rupiah

Charles Bradley
·Bacaan 2 menit

Kabarnya nilai akuisisi yang disodorkan perusahaan penerbit game asal Amerika Serikat itu adalah 973 juta dollar (sekitar Rp13,7 triliun).

Sementara pengembang berbasis di Inggris itu menggunakan Motorsport Games untuk mengelola aktivitas esports, di antaranya franchise DiRT Rally. Baru-baru ini menggelar 2.0 World Series, kemudian World RX Esports Series, yang menarik penonton secara langsung 1,24 juta.

Motorsport Games juga mengadakan Le Mans 24 Hours Virtual. Ajang esports terbesar sepanjang sejarah yang berhubungan dengan otomotif itu mampu meraup 14,2 juta penonton secara total. Dalam kesempatan itu juga dirilis franchise video game Nascar Heat.

Baca Juga:

Pembalap McLaren-Renault Terjun ke Dunia Esports

Mereka memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan Take-Two, pemilik merek 2K dan Rockstar Games, ingin menambahkan F1 dalam daftar olahraga arus utama, selain NBA dan golf PGA.

Codemasters didirikan pada 1986, menjadikan mereka pengembang video game tertua di Negeri Ratu Elizabeth. Mereka mendapat momentum untuk bersinar ketika menggarap permainan seputar olahraga bermotor.

Seiring dengan kemajuan konsol PlayStation, perusahaan tersebut juga membuat permainan TOCA Touring Car Championship. Idenya dari Kejuaraan British Touring Car. Game ini dihentikan di seri ketiga pada 2006.

Motorsport Games lantas meraih lisensi jangka panjang untuk menciptakan game British Touring Car Championship mulai 2022. Mereka juga mendapat kontrak memproduksi video game World Rally Championship pada 2023.

Perusahaan yang didirikan Darling bersaudara, David dan Richard, itu juga membuat Colin McRae Rally, yang bertransformasi jadi DiRT. Mereka mulai memproduksi permainan F1 mulai 2009.

Codemasters telah mengembangkan dan merilis 13 seri permainan video F1, dengan produk terbaru F1 2020 yang tersedia untuk format PlayStation 4, Xbox One, Microsoft Windows dan Google Stadia.

Baca Juga:

Pembalap SuperBike Brasil Meregang Nyawa di Interlagos

Penerbit game berbasis di New York, mengemukakan, “Take-Two percaya bahwa kombinasi Take-Two dan Codemasters akan menyatukan dua portofolio hiburan interaktif interaksi kelas dunia, dengan kesesuaian yang saling melengkapi antara label penerbit Take-Two, 2K, dan Codemasters dalam genre balap.”

“Sebagai tambahan, Take-Two yakin bahwa itu bisa berguna untuk performa Codemasters dengan memanfaatkan jaringan distribusi global Take-Two dan operasi inti 2K yang ahli dalam penerbitan, termasuk operasi langsung, analitik, pengembangan produk, serta pemasaran merek dan performa.

Saat rincian penawaran senilai 973 juta dollar muncul, harga saham Codemaster melesat 8,6 persen ke 470 pence, Jumat (6/11/2020) sore. Sedangkan saham Take-Two naik hingga 3 persen di periode yang sama.

Keputusan akuisisi akan ditentukan pada 4 Desember mendatang, di mana kemajuannya harus sesuai dengan Kode Kota Inggris tentang Pengambilalihan dan Merger.