Pengembang Gim Destiny Berencana untuk Ekspansi Studio

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pasca dua tahun berpisah dari Activision, Bungie bersiap untuk membangun Destiny Universe. Selain itu, perusahaan juga berencana membuat cabang-cabang baru.

Guna mendukung rencana tersebut, Bungie akan membangun studio internasional pertamanya di Amsterdam, Belanda yang disebut akan lebih besar dua kali lipat dari kantor pusat di Bellevue, Washington.

Ekspansi tersebut diharapkan dapat mendukung banyak proyek tim, termasuk yang berada diluar Destiny Universe.

CEO Bungie, Pete Parsons, menyebut beberapa tahun ini adalah masa pertumbungan dan kesempatan yang baik untuk Bungie.

“Kami adalah rumah bagi beberapa talenta paling cemerlang dan terbaik di industri ini, dan kami berharap dapat memperluas pangkalan bakat kami tahun ini dan meningkatkan sumber daya untuk mendukung mereka,” kata Parsons, seperti dikutip dari Engadget, Jumat (19/2/2021).

Cerita Baru Destiny Universe

Pernyataan Bungie menyebut proyek Destiny 2 akan dilanjutkan dengan pengembangan jangka panjang di kategori shooter. Di sisi lain, perusahaan berharap menjelajah cerita baru di Destiny Universe akan menjadi prioritas besar di masa depan.

Langkah ini tampaknya akan menjadi sekuel yang menarik pasca perusahaan merilis Witch Queen dan Lightfall pada 2021 dan 2022.

Kisah Baru Destiny Universe

Sebagai dukungan untuk membantu menceritakan kisah-kisah baru itu, Bungie menunjuk Wakil Presiden Destiny Universe, Mark Noseworthy, dan Direktur Kreatif Eksekutif, Luke Smith, untuk memimpin persiapan perubahan.

Kendati demikian, detail terkait rencana tersebut masih tersembunyi. meskipun Bungie tidak memberikan petunjuk tentang seperti apa proyeknya di luar Destiny, ia mengonfirmasi rencananya untuk membawa ‘setidaknya satu IP baru’ ke pasar sebelum tahun 2025.