Pengemudi bus listrik Damri di KTT G20 asal berbagai daerah

Pengemudi bus listrik Damri di KTT G20 Bali berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu pengemudi bus listrik asal Jakarta bernama M. Soleh mengatakan pihak perusahaan memilih sumber daya pengemudi terbaik dari masing-masing daerah, yang dilakukan melalui seleksi.

"Kami melalui seleksi, lalu mengikuti diklat. Kami berasal dari banyak daerah, ditarik ke Bali," kata Soleh kepada ANTARA di Bali, Sabtu.

Seleksi dilakukan lebih mengutamakan kepada kemampuan mengoperasionalkan bus listrik, termasuk juga sikap dari para pengemudi.

Soleh yang asal Jakarta itu menyampaikan bahwa dirinya sudah berada di Bali sejak tanggal 25 Oktober 2022, untuk mempelajari dan menghapal rute bus listrik yang akan dioperasionalkan nya.

Selanjutnya Soleh mengajarkan rute bus kepada pengemudi lain yang tiba di Bali setelahnya.

"Ini saya lagi mengajak rekan pengemudi untuk belajar rute, supaya hapal. Semua pengemudi ini kesulitan awalnya tidak hapal rute dan jalan," ungkap Soleh.

Baca juga: Bus listrik Damri layani 3 rute di Nusa Dua selama KTT G20

Baca juga: DAMRI siap operasikan 24 Bus Listrik untuk dukung KTT G20 Bali

Bus listrik Damri yang diproduksi oleh PT. Industri Kereta Api (INKA), dapat menempuh jarak sekitar 160 km dalam kondisi baterai penuh, sebelum harus kembali ke pangkalan untuk melakukan pengecasan.

"Untuk pengecasan biasanya satu jam saja sudah bisa beroperasi kembali," tuturnya.

Soleh mengatakan bus listrik Damri beroperasi hingga KTT G20 berakhir. Khusus tanggal 15-17 November 2022. Ooperasional bus pada pukul 06.00-08.00 WITA, akan langsung menuju titik-titik penting KTT G20.

"Pada tanggal 15-17 November 2022, bus akan melakukan pelayanan normal setelah jam 08.00 WITA pagi," ucap dia.

Pengemudi bus listrik Damri lainnya bernama Alip menyampaikan cara terbaik menghapal rute jalan adalah ikut dengan mengemudikan bus sendiri, namun tetap dipantau oleh pengemudi yang sudah hapal rute.

"Kalau kita tidak bawa (mengemudi) sendiri, sulit hapal. Kalau bawa sendiri bisa lebih cepat," jelas Alip yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan pantauan ANTARA, para pengemudi bus listrik Damri di kawasan Nusa Dua, Bali, sangat ramah terhadap penumpang. Mereka juga mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait kendaraan yang dioperasionalkan nya.

Bus listrik Damri dapat digunakan delegasi G20, peserta G20, hingga masyarakat umum secara gratis sesuai rute.

Baca juga: DAMRI mulai operasikan armada bus listrik untuk angkutan publik

Salah satu masyarakat pengguna bus listrik Damri bernama Jimmy mengaku sangat terbantu dengan keberadaan bus listrik tersebut. Sehingga dia bisa menuju tempat penjualan cenderamata dan hotel dengan mudah.

"Harapan saya bus listriknya jangan cuma sampai KTT G20 berakhir, tapi berlanjut terus untuk di Bali, dan bisa juga di kawasan wisata lain," kata dia.

Bus listrik Damri sendiri beroperasi di kawasan Nusa Dua sejak pukul 06.00-20.00 WITA, namun bergantung juga dengan penyelenggaraan KTT G20 yang dinamis.

Penumpang bisa menunggu kedatangan bus listrik Damri di lobi hotel yang terdaftar dalam rute, dengan jadwal kedatangan sekitar 15 menit hingga 20 menit sekali.