Pengemudi Ojol hingga Abdi Dalem Keraton Yogyakarta Divaksinasi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Danone Indonesia, dan Grab itu mengadakan vaksinasi massal di GOR UNY untuk mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19. Vaksinasi massal ini menargetkan sasaran semua lini warga DIY dari pengemudi ojol, lansia, disabilitas hingga abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie menerangkan bahwa Pemda DIY sedang melakukan akselerasi bagi vaksinasi warga. Harapannya vaksinasi ini bisa menciptakan herd imunity.

“Vaksinasi massal sedang kami kebut terus saat ini khususnya pelaku wisata berbagai sektor dan lansia agar segera mencapai kekebalan masyarakat,” kata Pembajun di GOR UNY.

Baca juga: Kabareskrim Polri Keluarkan Telegram Berantas Pinjol Ilegal

Pembajun menerangkan selain Pemda DIY, pemerintah kabupaten/kota di DIY juga semakin gencar melakukan vaksinasi massal. Pembajun memaparkan jatah 250 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang diberikan pemerintah pusat ke DIY telah disuntikkan ke warga. Saat ini hanya tinggal tersisa 2.500 dosis.

“Kami ingatkan lagi para pelaku wisata juga masyarakat yang sudah divaksin, vaksinasi bukan segalanya, itu hanya perisai dan masih memungkinkan terpapar virus jika tak taat protokol,” urai Pembajun.

Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X menjelaskan saat ini yang menjadi kebutuhan utama pemerintah dalam percepatan vaksinasi. Untuk memercepat vaksinasi diharapkan ada kolaborasi bersama pemerintah dengan banyak pihak.

“Seperti penyandang disabilitas dan mitra pengemudi transportasi. Kami perlu ada gerakan kolaboratif seperti ini dalam memutus dan menekan kasus yang melonjak,” kata dia.

Sementara itu, putri Sultan HB X, GKR Hayu yang turut menemani para abdi dalem yang divaksin mengatakan, saat ini sudah 50 persen abdi dalem mendapat suntikan vaksinasi COVID-19. Saat ini, kata GKR Hayu, ada sekitar 2000 abdi dalem di Keraton Yogyakarta.

“Khususnya abdi dalem lansia dan yang masih aktif di bidang pelayanan seperti menyambut turis di keraton yang sudah divaksin. Layanan Keraton tetap beroperasi namun kuota kunjungan tetap tak ditambah karena masih pandemi Covid-19, jadi kelompok-kelompok kecil saja,” tutur GKR Hayu.

Terpisah, Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam vaksinasi itu mengatakan pandemi ini mendorong peran kolaboratif dari sektor swasta dalam membantu pendistribusian vaksin.

“Di Yogya ini kami menghadirkan pusat vaksin inklusif bernama Grab Vaccine Center DIY dan menargetkan vaksinasi kepada 10.000 penyandang disabilitas, lansia serta pekerja publik sektor pariwisata dan transportasi,” ucap Neneng.

Sedangkan menurut Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, selama pandemi ini pihaknya juga tengah mengedukasi pelaku usaha sektor informal agar mereka siap mendapatkan vaksinasi.

“Karena tak semua orang ternyata mudah diajak melakukan vaksinasi, sehingga butuh pendampingan dan sasaran kami sektor informal,” ungkap Karyanto.

Karyanto mengatakan saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan lintas instansi seperti pemerintah, rumah sakit maupun organisasi sosial untuk menggelar vaksinasi massal.

“Setidaknya 100 sentra vaksin telah berdiri di seluruh Indonesia, harapannya bantuan ini dapat mendukung upaya akselerasi vaksinasi,” ucap Karyanto.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel