Pengendalian Pandemi Berhasil, Kinerja PMI Manufaktur Indonesia Jadi Salah Satu yang Terbaik di ASEAN

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, berbagai pelonggaran dalam kegiatan PPKM yang diterapkan oleh pemerintah terbukti mendorong pertumbuhan sektor industri.

Hal ini terlihat dari kenaikan angka purchasing managers index (PMI) manufaktur Indonesia pada September 2021. "PMI Manufaktur kita pada bulan September mencapai 52,5. Dan kinerja PMI Indonesia juga menjadi salah satu yang terbaik di ASEAN," ungkapnya dalam Konferensi pers PPKM, Senin (4/10/2021)

Menko Luhut menambahkan, terkendalinya pandemi Covid-19 selama periode PPKM juga mendorong pemulihan konsumsi yang cepat. "Berdasarkan data survey yang kami peroleh, Indeks nilai belanja provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta juga sudah mendekati kondisi pra pandemi," ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap disiplin protokol kesehatan secara ketat dalam berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi. Mengingat, risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Di akhir, Saya tentunya tidak bosan mengajak agar kita semua terus memanjatkan doa sekaligus berupaya untuk tidak lengah dalam penerapan protokol kesehatan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan kesehatan, kekuatan dan Meridai serta memberikan kemudahan kita semua agar kita semua dapat keluar dari pandemi Covid-19 ini," tutupnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

PPKM Diperpanjang sampai 18 Oktober 2021, Ada yang Masuk Level 1

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Bandara Dhoho, Kediri, Senin (26/4/2021). (Foto: Kemenko Marves)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Bandara Dhoho, Kediri, Senin (26/4/2021). (Foto: Kemenko Marves)

Pemerintah kembali memutuskan PPKM diperpanjang sampai 18 Oktober 2021. Dalam penerapan PPKM Level selama dua minggu kedepan, terdapat 20 Kabupaten/Kota yang bertahan di Level 2.

Kemudian untuk wilayah yang masuk Level 3 bertambah dari 84 Kabupaten/Kota menjadi 107 Kabupaten/Kota.

"Itu karena kota-kota di level 2 yang sebelumnya mendapat dispensasi belum mampu mencapai target cakupan vaksinasi," jelas Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (4/10/2021).

Ternyata dalam penerapan PPKM ini, pemerintah akan melakukan ujicoba pemberlakuan PPKM Level 1 untuk Kota Blitar.

Implementasi uji coba PPKM Level 1 diberlakukan karena telah memenuhi syarat indikator WHO dan target cakupan vaksinasi dosis 1 sebesar 70 persen dan dosis 1 lansia sebesar 60 persen.

Dikatakan jika penerapan PPKM Level 1 ini akan mendekati aktivitas kehidupan masyarakat yang normal. Untuk mengimbangi hal tersebut, Tindakan surveillance, testing/tracing, dan peningkatan disiplin protokol kesehatan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel