Pengendalian Siklus Belanja Daerah Guna Mencegah Salah Saji

·Bacaan 2 menit

VIVABelanja daerah merupakan instrumen penting yang terdapat dalam pemerintahan daerah, karena belanja daerah memuat mengenai seluruh pengeluaran yang menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk menangani urusan pemerintahan dalam suatu periode anggaran.

Belanja daerah pada dasarnya terdiri dari belanja aparat dan belanja pelayanan publik, sedangkan kedua jenis belanja tersebut dibagi menjadi belanja administrasi umum, belanja operasi dan pemeliharaan, dan belanja modal.

Dengan banyaknya pengklasifikasian belanja tersebut maka risiko salah saji mungkin tinggi karena terdapat kesalahan dalam membedakan belanja untuk pelayanan publik dengan belanja untuk aparat. Salah satu risiko bawaan dari audit siklus belanja adalah volume tansaksi yang tinggi, transaksi yang tinggi terhadap pos rekening seperti belanja administrasi umum, belanja operasi dan pemeliharaan juga belanja modal yang tinggi akan menyebabkan risiko salah saji tinggi juga.

Audit siklus belanja memiliki tujuan untuk memperoleh bukti mengenai asersi yang terkait dengan transaksi dan saldo siklus belanja. Sedangkan tujuan dari audit siklus belanja daerah yaitu untuk mengendalikan prosedur yang digunakan dalam belanja daerah.

Namun, bagaimana strategi audit yang harus dilakukan untuk meminimalisir tingginya kesalahan penyajian? Risiko bawaan yang tinggi harus diatasi dengan perluasan struktur pengendalian internal suatu entitas, dengan luasnya struktur pengendalian internal siklus belanja daerah akan mencegah terjadinya salah saji.

Strategi audit yang tepat digunakan dalam siklus belanja daerah yaitu pendekatan tingkat risiko control yang ditepakan lebih rendah, dimana strategi ini lebih memprioritaskan pengujian pengendalian. Penggunaan strategi ini didasarkan pada keyakinan auditor apakah struktur pengendalian klien sudah baik?

Apakah hal tersebut mampu untuk mencegah ataupun mendeteksi kesalahan penyajian? Jika auditor yakin bahwa struktur pengendalian klien sudah baik dan mampu untuk mendeteksi adanya kesalahan penyajian maka auditor harus melakukan pengujian kelayakan dan keyakinan tersebut dengan cara melaksanakan pengujian keefektifan pengendalian internal klien.

Pelaksanaan pemeriksaan siklus belanja daerah dimulai dari memahami pengendalian internal, melakukan pengujian pengendalian internal, mempertimbangkan biaya dan manfaat, menguji pengendalian subtantif terhadap saldo dan transaksi dan melakukan prosdur analitis.

Pengendalian akuntansi belanja daerah juga memiliki peran penting dalam mengontrol dan menangani kesalahan penyajian. Pengendalian dalam akuntansi belanja dapat meminimalisir masalah seperti penyalahgunaan aset,belanja ilegal, pengeluaran yang berlebihan dan penggunaan metode yang tidak tepat.

Unit pemerintahan pada umumnya banyak yang menggunakan voucher dalam melakukan transaksinya, hal tersebut bertujuan untuk mengotorisasi pengeluaran yang dilakukan bahwa setiap pengeluaran harus mendapat persetujuan. Seluruh belanja daerah dikendalikan secara penuh menggunakan voucher. Dalam menggunakan voucher biasanya pihak yang bertanggung jawab atas keluarnya uang harus menandatangani voucer tersebut, hal tersebut merupakan jejak penting dalam audit yang nantinya akan dievaluasi baik dalam studi pengendalian internal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel