Pengendara Motor Meninggal Usai Jadi Korban Begal di Bojonggede Bogor

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Seorang pengendara motor meninggal dunia usai menjadi korban begal. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (16/1/2022) dini hari, dekat kantor Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Salah seorang warga sekitar, Suyanto mengatakan, pembegalan terjadi pukul 03.30 WIB. Kondisi di Jalan Raya Tonjong memang dikenal sepi saat malam hari dan kemungkinan korban melintas di jalan tersebut seorang diri.

"Infonya korban begal karena ada luka di bagian tangannya dan darah di sekitar korban terjatuh," ujar Suyanto kepada Liputan6.com, Minggu (16/1/2021).

Suyanto menjelaskan, usai pembegalan, warga sekitar langsung mendatangi lokasi dan membantu korban. Saat ditemukan korban sudah bersimbah darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Sempat dibawa ke rumah sakit, katanya mah meninggal saat perjalanan," jelas Suyanto.

Korban diketahui bernama Aif Pirmansyah warga Kampung Nanggela, Desa Nanggerang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

"Korban diduga saat melintas diserang begal dan sempat dibacok pada bagian tubuhnya," jelas Suyanto.

Usai terkena bacokan senjata tajam, korban langsung terjatuh tepat di kebun kosong dekat gardu telekomunikasi. Kendaraan korban berupa motor Honda Beat tidak dibawa pelaku begal.

"Korban dan motornya saat ditemukan warga masih ada, kemungkinan kawanan begal tidak jadi mengambil motor karena melihat korbannya terluka parah," ucap Suyanto.

Polisi Masih Selidiki

Kini, di sekitar lokasi kejadian sudah terpasang garis polisi. Lokasi kejadian tidak jauh dari kantor Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Terlihat bekas darah korban berceceran di sekitar jalan tepat di lokasi kejadian. Selain diberikan garis polisi, di lokasi kejadian tepatnya di dekat ceceran darah diberikan sebuah penanda.

Sementara, Kapolsek Bojonggede, AKP Dwi Susanto membenarkan kejadian pembegalan. Namun secara singkat pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembegalan yang menyebabkan korban terluka dan meninggal dunia.

“Masih lidik mas,” ujar Dwi kepada wartawan melalui pesan singkat media sosial.

Aksi Begal Lainnya

Belum lama, kasus pembegalan juga terjadi di wilayah hukum Polres Metro Depok. Yossua Rangkolino Haryadi (19) menjadi korban pembegalan saat hendak melakukan Call On Duty (COD) sebuah handphone dengan seseorang di pertigaan Bojongsari, Kota Depok.

Kakak korban, Cici mengatakan, saat itu adiknya yang biasa dipanggil Koko bersama kedua temannya menuju wilayah Bojongsari. Adiknya pada Senin (3/1/2022) dini hari akan melakukan COD dengan calon pembeli handphone di pertigaan Bojongsari atau sekitar McDonald's Bojongsari," ujar Cici kepada Liputan6.com, Senin (3/1/2022).

Sebelum sampai di lokasi titik pertemuan, adiknya yang berboncengan dengan kedua temannya, didekati dua orang tersangka pembegalan menggunakan sepeda motor. Salah satu tersangka sempat menanyakan adik dan kedua temannya dari daerah mana, namun tidak lama berselang adiknya mendapat luka bacokan dari salah satu tersangka.

"Kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB, saya mendapatkan kabar sekitar pukul 03.30 WIB," terang Cici.

Cici menjelaskan, pada saat kejadian adiknya mengalami bacokan dari tersangka dan terjatuh dari motor. Sedangkan kedua temannya sempat melarikan diri dan memutar balik kendaraan untuk menjemput adiknya yang mengalami luka.

"Adik saya jatuh dari motor karena duduk di bagian belakang saat berboncengan dengan kedua temannya, sehingga adiknya yang menjadi korban pembegalan," jelas Cici.

Cici mengungkapkan, akibat mendapat serangan tersebut, adiknya mengalami luka bacokan pada lengan sebelah kiri dan punggung bagian belakang sebanyak dua kali. Selain itu, adiknya mendapat siraman air keras yang dicampur oli mengenai kaki sebelah kiri.

"Luka yang kaki terkena air keras saya kira awalnya terkena aspal saat terjatuh, tapi ternyata air keras," ungkap Cici.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel