Pengeroyok Prajurit TNI di Sumedang Menyembah-nyembah Minta Ampun

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tiga dari sejumlah pemotor yang melakukan pengeroyokan terhadap Muhammad Asrul, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dikabarkan telah diringkus pihak kepolisian.

Ketiga pelaku pengeroyokan itu teridentifikasi masing-masing bernama Endang Somali pekerjaannya Satpam, Nanang seorang petani dan Ating mengakunya buruh.

Nah, ada sebuah rekaman video amatir beredar yang memperlihatkan kondisi pelaku pengeroyokan terhadap prajurit Batalyon Infanteri Raider 301/Prabu Kian Santang, Komando Resort Militer 062/Taruma Negara, Komando Daerah Militer IV/Siliwangi, ketika mereka di dalam bui alias ruang tahanan.

Tampang mereka tak lagi segarang seperti saat menghadang dan mengeroyok Muhammad Asrul di Jalan Raya Sumedang-Bandung, Dusun Ciherang, Sumedang, Jawa Barat, di dalam bui, mereka mendadak culun dan peot.

Malahan salah satu dari ketiga tampak tak henti-henti menyembah-nyembah petugas sembari memohon ampunan atas semua perbuatan yang telah dia lakukan terhadap prajurit TNI.

Kasus pengeroyokan terjadi pada Jumat malam 6 November 2020, sekira pukul 18:00 WIB. Jadi prajurit TNI bernama Muhammad Asrul dipukuli beramai-ramai setelah mobilnya dihadang para pelaku.

Pelaku mengeroyok prajurit pasukan elite TNI itu karena disangka akan melarikan diri, setelah mobil yang dikemudikan Asrul secara tak sengaja menyerempat sebuah sepeda motor, ketika melintas di lokasi.

Ketika itu memang Muhammad Asrul tak memakai seragam tentara, dia hanya memakai celana olahraga yang bertuliskan TNI AD.