Pengeroyok Tak Kenal Ade Armando, Cuma Ikut-ikutan Main Pukul

Merdeka.com - Merdeka.com - Ade Armando mengaku telah memaafkan terdakwa pelaku pemukulan saat demo di DPR pada 11 April lalu. Terlebih, ibu terdakwa langsung menemui dirinya untuk meminta maaf, Selasa (26/7) kemarin.

Dalam sidang tersebut, salah satu Jaksa menanyakan tentang permintaan maaf yang disampaikan ibu terdakwa.

Ibu terdakwa bernama Lia (42). Dia juga menyaksikan langsung anaknya Alfikri Hidayatullah duduk sebagai terdakwa di sidang hari ini, Rabu (27/7).

"Permintaan maafnya, biar anak saya ke depannya menjadi anak yang lebih baik lagi," ucap Lia.

Dia juga mengaku, anaknya tidak mengetahui siapa sosok Ade Armando sekarang. Awalnya bahkan, sang anak tak mengenal. Hanya main pukul saja kala itu.

"Dia enggak kenal awalnya siapa pak Ade itu," imbuh Lia.

Lia menyampaikan, kala itu anaknya hanya ikut - ikut. "Karena masa saja, karena teriak-teriakan, dia terpicu (memukul)," jelasnya.

Ade mengaku sudah memaafkan Fikri yang telah mengakui kesalahannya.

"Kalau orang melakukan kesalahan ya khilaf dalam hidup ini kan biasa ya. Saya juga sebagai manusia biasa perlu untuk memaafkan. Tidak ada sesuatu yang harus kita tolak permintaan maafnya,” tegas Ade.

Ade pun menegaskan, kehadirannya di sidang tersebut hanya sebagai saksi. "Saya hanya sekadar jadi saksi terhadap kasus pengeyorokan," ujar Ade.

Kondisi armando juga cukup baik untuk hadir pada sidang hari ini. Meskipun beberapa waktu lalu ia sempat terkan Covid-19.

Ia juga menyampaikan, pada sidang kali ini hanya ingin menyerukan keadilan usai dikeroyok. Dia juga ingin meluruskan kejadian yang menimpa dirinya tidak dibenarkan.

"Keadilan harus bisa diteggakan ya, siapa yang bersalah harus mendapat hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah dilakukan. Ini bukan karena saya dendam," imbuhnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel