Pengertian Akulturasi, Proses, Faktor Pendorong, Dampak, dan Contohnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Pengertian akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Secara singkat, pengertian akulturasi adalah proses adaptasi dengan tetap mempertahankan kebudayaan lama.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian akulturasi adalah proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dalam suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu.

Proses akulturasi dapat terjadi karena adanya kemajuan zaman dan juga kebutuhan dari masing-masing kelompok untuk bisa bertahan dan juga dapat berkembang. Meskipun begitu, kebudayaan asli masih bisa dilihat dari ciri-cirinya.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai pengertian akulturasi menurut para ahli, proses, faktor pendorong, dampak, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (2/11/2021).

Pengertian Akulturasi Menurut Para Ahli

Klenteng Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah. (ario221100/Instagram)
Klenteng Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah. (ario221100/Instagram)

Berikut ini ada sejumlah pendapat lain dari para ahli mengenai pengertian akulturasi, yaitu:

Saebani

Akulturasi meliputi fenomena yang muncul dari percampuran kebudayaan jika berbagai kelompok manusia dengan kebudayaan yang beragam bertemu, mengadakan kontak langsung dan terus - menerus, lantas menimbulkan perubahan pada pola-polakebudayaan asli dari salah satu kelompok atau pada keduanya.

John W Berry

Pengertin akulturasi merupakan proses merangkap dari perubahan budaya dan psikologis, yang berlangsung sebagai hasil kontak antara dua atau lebih kelompok budaya dan anggotanya.

Krober

Akulturasi meliputi perubahan pada kebudayaan yang dipicu pengaruh dari kebudayaan lain. Pengaruh tersebut akhirnya menghasilkan beragam persamaan pada kebudayaan itu.

Lauer

Lauer menyatakan bahwa akulturasi lebih ke pembentukan pola baru dari penyatuan dua budaya yang disebabkan dominasi kesamaan yang banyak dari budaya tersebut, dan terjadi interaksi yang baik dari masyarakat itu sendiri, kemudian mengarah ke masing-masing budaya dengan tetap mempertahankan keaslian nilainya.

Suyono

Pengertian akulturasi merupakan pengambilan atau penerimaan satu atau beberapa unsur kebudayaan yang berasal dari pertemuan dua atau beberapa unsur kebudayaan yang saling berhubungan atau saling bertemu.

Hasyim

Pengertian akulturasi merupakan perpaduan antara kedua budaya yang terjadi dalam kehidupan yang serasi dan damai.

Proses Akulturasi

Pengelola Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menyiapkan protokol kesehatan yang ketat bagi wisatawan yang berkunjung pada masa uji coba pembukaan wisata candi tersebut mulai Rabu, 1 Juli 2020. (Liputan6.com/ Kemenparekraf)
Pengelola Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menyiapkan protokol kesehatan yang ketat bagi wisatawan yang berkunjung pada masa uji coba pembukaan wisata candi tersebut mulai Rabu, 1 Juli 2020. (Liputan6.com/ Kemenparekraf)

Setiap manusia memeroleh suatu proses budaya. Proses sosialisasi dan pendidikan budaya yang ditanamkan menjadi perilaku dan kepribadian yang sudah melakat pada sistem saraf di setiap individu. Dengan proses belajar ini manusia harus berinteraksi dan berkomunikasi antar sesama, proses ini didapatkan pada setiap individu yang dinamakan enkulturasi.

Budaya dan individu memiliki hubungan dalam proses enkulturasi sehingga manusia mampu menyesuaikan diri dengan keadaan. Jika ada individu imigran atau pendatang yang masuk pada wilayah pribumi, maka imigran ini belajar menyesuaikan dan menciptakan situasi-situasi yang relevan pada masyarakat pribumi.

Pola menyesuaikan individu imigran ke wilayah masyarakat pribumi dengan adanya perubahan menyesuaikan yang baru inilah yang disebut akulturasi. Ciri khas dari budaya setempat tetap dipertahankan dan saling melengkapi dengan unsur kebudayaan asing.

Tapi dalam prosesnya, akulturasi bisa terjadi karena pemaksaan dan tentunya juga secara damai. Ini penjelasannya:

1. Akulturasi dengan Pemaksaan

Akulturasi yang dilakukan dengan cara pemaksaan contohnya seperti yang dilakukan penjajah di Indonesia, proses penyesuaian tidak bertahan lama karena akulturasi itu hilang jika penjajah pun di usir di indonesia.

2. Akulturasi dengan Cara Damai

Akulturasi yang dilakukan dengan cara damai mampu bertahan lama jika dibandingkan dengan cara pemaksaan. Proses penyesuaiannya sangat lama dan melekat erat dalam masyarakat. Akulturasi sendiri dapat muncul karena adanya kontak kebudayaan dari kebudayaan asing yang lambat laun diterima oleh kebudayaan setempat tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan aslinya.

Faktor Pendorong Terjadinya Akulturasi

Seorang pria menggunakan ponselnya menyaksikan tontonan lenong Betawi yang disiarkan secara virtual di Jakarta, Selasa (8/12/2020). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan kembali seniman Betawi yang sempat terhenti di masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Seorang pria menggunakan ponselnya menyaksikan tontonan lenong Betawi yang disiarkan secara virtual di Jakarta, Selasa (8/12/2020). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan kembali seniman Betawi yang sempat terhenti di masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Setelah mengetahui pengertian akulturasi, penting bagi anda mengetahui faktor pendorong terjadinya akulturasi, yaitu:

1. Pendidikan yang Maju

Pendidikan yang maju menjadi faktor pendorong terjadinya akulturasi pada suatu daerah. Dengan pendidikan yang maju akan membuka pikiran masyarakat tentang budaya-budaya asing. Dengan mengenal budaya-budaya asing, maka bisa memajukan peradaban bangsa supaya bisa lebih kuat lagi dalam menghadapi perkembangan zaman.

2. Sikap dan Perilaku Saling Menghargai Budaya

Sikap dan perilaku menghargai harus dimiliki oleh setiap individu karena dengan hal ini kita bisa berhubungan baik dengan budaya lain. Tanpa adanya sikap dan perilaku ini bisa menyebabkan terjadinya saling mencemooh budaya satu dengan budaya lainnya, sehingga bisa menggagalkan terjadinya akulturasi budaya.

3. Toleransi Terhadap Budaya Lain

Di dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak bisa dilepaskan dari berbagai macam latar belakang budaya. Oleh karena itu, untuk menjaga hubungan baik dengan budaya lainnya dibutuhkan toleransi terhadap budaya lain.

4. Adanya Masyarakat Heterogen

Masyarakat heterogen dapat dikatakan sebagai faktor pendorong terjadinya akulturasi budaya karena di dalam lingkungan masyarakat terdapat latar belakang budaya yang berbeda-beda. Banyak budaya pada masyarakat heterogen akan memudahkan individu satu dan individu lainnya untuk belajar berbagai macam budaya.

5. Berorientasi ke Masa Depan

Rasanya berpikir ke masa depan sudah menjadi hal yang memang perlu dilakukan oleh setiap anggota masyarakat. Dengan berpikir ke masa depan, kita akan mempunyai sebuah rencana, sehingga masa depan dapat dihadapi dengan penuh kesiapan.

Dampak Akulturasi

Masjid Menara Kudus (Sumber: Simas Kemenag)
Masjid Menara Kudus (Sumber: Simas Kemenag)

Pada akulturasi, sering kali terjadi perubahan dan perkembangan kebudayaan masyarakat setempat. Perubahan-perubahan tersebut dapat berdampak positif maupun negatif bagi masyarakat. Dampak-dampak akulturasi adalah sebagai berikut:

1. Adisi

Adisi adalah penambahan unsur-unsur kebudayaan lama dengan unsur-unsur kebudayaan baru sehingga timbul perubahan struktural atau tidak sama sekali.

2. Sinkretisme

Sinkretisme adalah perpaduan unsur-unsur kebudayaan lama dengan unsur-unsur kebudayaan baru dengan tidak meninggalkan jati diri masing-masing dan membentuk sistem kebudayaan baru.

3. Substitusi

Substitusi adalah unsur-unsur kebudayaan yang telah ada atau terdahulu diganti oleh unsur-unsur kebudayaan yang baru, terutama yang dapat memenuhi fungsinya. Dalam hal ini, kemungkinan terjadi perubahan struktural sangat kecil.

4. Dekulturisasi

Dekulturisasi adalah tumbuhnya unsur-unsur kebudayaan yang baru untuk memenuhi berbagai kebutuhan baru karena perubahan situasi.

5. Rejeksi

Rejeksi adalah penolakan unsur-unsur perubahan yang terjadi amat cepat sehingga sebagian besar orang tidak dapat menerimanya. Hal ini dapat menimbulkan penolakan, bahkan pemberontakan atau gerakan kebangkitan.

Contoh Akulturasi dalam Krhidupan Sehari-hari

Ilustrasi pertunjukkan wayang kulit (wikimedia commons)
Ilustrasi pertunjukkan wayang kulit (wikimedia commons)

Berikut ini ada beberapa contoh akulturasi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  1. Seni wayang Indonesia yang merupakan perpaduan kesenian Jawa dengan cerita dari India, seperti Mahabarata.

  2. Pemberian nama pada anak orang Indonesia juga bisa dijadikan contoh akulturasi. Nama anak Indonesia biasanya merupakan gabungan dari budaya Indonesia sendiri yang dipadukan dengan kebudayaan lain, seperti nama Arab.

  3. Masjid menara Kudus yang memiliki arsitektur kebudayaan Hindu dan Jawa, atau berbagai bangunan peribadatan lainnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel