Pengertian Biaya Provisi dan Cara Menghitungnya 2021

·Bacaan 6 menit
Pengertian Biaya Provisi dan Cara Menghitungnya 2021
Pengertian Biaya Provisi dan Cara Menghitungnya 2021

RumahCom – Biaya provisi adalah biaya administrasi yang dikenakan atas pinjaman yang dikucurkan oleh bank. Biaya provisi menjadi salah satu biaya yang pasti akan dikenakan bank kepada nasabahnya yang hendak mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Nah, berapa persen biasanya biaya provisi bank? Persentasenya sendiri tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Namun pada umumnya bank mengenakan biaya provisi sebesar 1 persen dari nilai pokok kredit.

Kendati demikian, dalam kondisi tertentu misalnya perayaan ulang tahun bank, tak jarang bank akan memberikan spesial promo yakni gratis biaya provisi bagi nasabah yang ingin mengajukan pinjaman. Selengkapnya mengenai biaya provisi akan dibahas dalam beberapa topik menarik, diantaranya:

  1. Apa Itu Biaya Provisi?

  2. Cara Menghitung Biaya Provisi

  3. Ketentuan Adanya Gratis Biaya Provisi

  4. Perbedaan Biaya Provisi dan Administrasi

  5. Biaya Lain Saat Ajukan Pinjaman, Selain Provisi

    1. Biaya Notaris

    2. Biaya Administrasi Bank

    3. Biaya Taksasi Internal

Syarat dan Langkah Pengajuan KPR di Indonesia 2021
Syarat dan Langkah Pengajuan KPR di Indonesia 2021

Mengajukan KPR Dan Mengatur Cicilan

Syarat dan Langkah Pengajuan KPR di Indonesia 2021

1. Apa Itu Biaya Provisi?

Biaya provisi bersifat wajib, yang harus dibayar oleh calon debitur saat mereka mengajukan KPR. Sumber: Pexels - RODNAE Productions
Biaya provisi bersifat wajib, yang harus dibayar oleh calon debitur saat mereka mengajukan KPR. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Biaya provisi bersifat wajib, yang harus dibayar oleh calon debitur saat mereka mengajukan KPR. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Apa itu biaya provisi? Biaya provisi adalah biaya administrasi yang dikenakan atas pinjaman yang dikucurkan oleh bank. Pengenaan biaya provisi hanya dilakukan satu kali, yakni di awal sebelum akad kredit berlangsung dan dibayarkan secara tunai kepada bank tanpa memotong jumlah pinjaman yang dikucurkan.

Biaya provisi yang dikenakan oleh bank diperlukan untuk tujuan pengurusan dokumen dan administrasi berkaitan dengan proses pengajuan KPR. Pasalnya, mengurus KPR tentu membutuhkan proses yang panjang dan kompleks. Pada konsepnya, biaya provisi sama nyaris sama dengan biaya administrasi bank.

Investopedia menyebut, berbeda dari jenis biaya lainnya, biaya provisi merupakan biaya yang dikenakan di muka dan umumnya tidak dapat dikembalikan. Biaya inipun bersifat wajib, yang harus dibayar oleh calon debitur saat mereka mengajukan pinjaman kredit rumah atau properti lainnya.

Tip Rumah

Persentase biaya provisi bisa bervariasi antara 1 persen sampai 3 persen. Akan tetapi kebanyakan bank memilih 1 persen dari nilai pokok kredit. Sehingga jika pokok kreditnya sebesar Rp550 juta, maka biaya provisi yang harus dibayar debitur adalah Rp5.500.000,- dan langsung dilunasi kepada bank.

2. Cara Menghitung Biaya Provisi

Kebanyakan bank memilih 1 persen dari nilai pokok kredit. Sumber: Pexels - RODNAE Productions
Kebanyakan bank memilih 1 persen dari nilai pokok kredit. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Kebanyakan bank memilih 1 persen dari nilai pokok kredit. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Saat mengajukan pinjaman apapun termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), bank akan mengenakan dua biaya yakni provisi dan administrasi. Biaya provisi digunakan untuk membiayai segala keperluan yang berkaitan dengan proses pemberian pinjaman tersebut, misalnya biaya fotokopi berkas, komisi marketing, dan sebagainya. Sementara biaya administrasi diperlukan bank untuk mengurus segala dokumen dan proses pengajuan KPR.

Kedua biaya tersebut wajib ditanggung oleh pembeli, dan masuk ke dalam daftar biaya jual beli rumah. Untuk besaran biaya provisi dan administrasi tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Tapi umumnya, biaya administrasi dikenakan sebesar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu. Lalu bagaimana dengan hitungan biaya provisi?

Sedangkan persentase biaya provisi bisa bervariasi antara 1 persen sampai 3 persen. Akan tetapi kebanyakan bank memilih 1 persen dari nilai pokok kredit. Sehingga jika pokok kreditnya sebesar Rp550 juta, maka biaya provisi yang harus dibayar debitur adalah Rp5.500.000,- dan langsung dilunasi kepada bank.

Dari sini, sudah sangat jelas bahwa biaya provisi adalah salah satu biaya yang harus dibayarkan saat mengajukan pinjaman ke bank, seperti misalnya ketika mengajukan KPR. Mau punya rumah di kawasan Depok dengan harga di bawah Rp700 jutaan yang bisa di KPR? Cek pilihan rumahnya di sini!

3. Ketentuan Adanya Gratis Biaya Provisi

Bank paling sering memberikan gratis biaya provisi untuk produk pinjaman tertentu dan selama periode tertentu. Sumber: Pexels - Kindel Media
Bank paling sering memberikan gratis biaya provisi untuk produk pinjaman tertentu dan selama periode tertentu. Sumber: Pexels - Kindel Media

Bank paling sering memberikan gratis biaya provisi untuk produk pinjaman tertentu dan selama periode tertentu. Sumber: Pexels - Kindel Media

Faktanya, tak semua biaya provisi harus dibayarkan. Hal ini lantaran ada saat atau momen di mana bank memberikan gratis biaya provisi kepada calon nasabahnya. Paling sering, beberapa bank memberikan gratis biaya provisi untuk produk pinjaman tertentu (biasanya pinjaman KPR) dan selama periode tertentu. Berikut ketentuan gratis biaya provisi yang dikucurkan bank:

  • Sangat umum bagi bank memberikan program gratis biaya provisi ketika perayaan ulang tahun bank tersebut. Oleh karena itu, penting bagi calon pengguna KPR untuk memperhatikan periode yang telah ditetapkan bank pemberi pinjaman kredit ini.

  • Calon debitur juga bisa mendapatkan gratis biaya provisi dengan membuat permohonan kepada bank apabila memenuhi syarat. Pihak bank mungkin bisa memberikan gratis biaya provisi kepada pemohon yang memiliki pekerjaan tetap. Atau jika tidak memiliki pekerjaan tetap, wirausaha atau pekerja profesional juga bisa mengajukan gratis biaya provisi ini, selama penghasilan per bulan konsisten di atas Rp3 juta sesuai ketentuan BI.

  • Syarat lain untuk mendapatkan gratis biaya provisi adalah memperhatikan jangka waktu pinjaman dan membandingkan dengan usia saat ini. Usia saat mengajukan KPR sebaiknya tidak melewati standar usia penerima gratis biaya provisi, yakni ada dalam rentang 21 tahun hingga 55 tahun.

  • Di samping itu, pastikan untuk mengetahui persentase dan kebijakan pengenaan serta perhitungan biaya provisi, termasuk syaratnya supaya bisa memperoleh gratis biaya provisi. Namun yang tak kalah penting, pastikan kredit yang diajukan saat ini merupakan kredit yang bersifat produktif dan penting, contohnya KPR.

Jika tidak bisa mendapatkan promo gratis biaya provisi dari bank, setidaknya ada beberapa bank yang memberikan program potongan biaya dengan syarat tertentu. Misalnya Bank Permata, yang memberikan keuntungan diskon 50% biaya provisi khusus KPR konvensional dan nasabah payroll.

4. Perbedaan Biaya Provisi dan Administrasi

Perbedaan mencolok antara keduanya terletak di besaran biaya yang dikenakan bank. Sumber: Pexels - RODNAE Productions
Perbedaan mencolok antara keduanya terletak di besaran biaya yang dikenakan bank. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Perbedaan mencolok antara keduanya terletak di besaran biaya yang dikenakan bank. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Biaya provisi dan biaya administrasi merupakan dua hal yang berbeda. Kendati tetap sama-sama dikenakan di awal dan bersifat wajib, namun biaya provisi dan administrasi dikenakan bank untuk tujuan yang tak sama. Simak perbedaan antara keduanya dalam tabel di bawah ini!

Biaya Provisi

Biaya Administrasi

Biaya provisi digunakan untuk membiayai segala keperluan yang berkaitan dengan proses pemberian pinjaman tersebut, misalnya biaya fotokopi berkas, komisi marketing, dan sebagainya.

Biaya administrasi diperlukan bank untuk mengurus segala dokumen dan proses pengajuan KPR.

Biaya provisi dikenakan sebesar 1-3% dari total nilai kredit yang dikucurkan bank kepada nasabahnya

Biaya administrasi dikenakan sebesar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu

Hanya dibayarkan satu kali secara tunai sebelum akad kredit berlangsung

Umumnya dibayarkan sebelum proses pengurusan KPR dilakukan

5. Biaya Lain Saat Ajukan Pinjaman, Selain Provisi

Sebagai calon debitur KPR, tentunya Anda harus paham betul hitungan biaya yang dikeluarkan di awal. Sumber: Pexels - Anna Nekrashevich
Sebagai calon debitur KPR, tentunya Anda harus paham betul hitungan biaya yang dikeluarkan di awal. Sumber: Pexels - Anna Nekrashevich

Sebagai calon debitur KPR, tentunya Anda harus paham betul hitungan biaya yang dikeluarkan di awal. Sumber: Pexels - Anna Nekrashevich

Setelah mengetahui secara detail tentang biaya provisi, tujuan pengenaan biaya berikut besarannya, masyarakat juga harus tahu bahwa ada biaya lain yang dikenakan bank saat pengajuan KPR. Besaran biaya inipun sudah diatur di awal, dan disampaikan kepada nasabah sebelum proses pengajuan KPR ditindaklanjuti.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka sebagai calon debitur KPR, tentunya Anda harus paham betul hitungan biaya yang dikeluarkan di awal. Jangan sampai salah perhitungan yang menyebabkan proses pengajuan KPR menjadi tidak lancar.

1. Biaya Notaris

Biaya notaris dalam proses jual beli rumah tidak dapat diabaikan. Pada proses pembelian rumah melalui KPR, biaya notaris sudah diatur oleh bank dan tinggal dibayarkan oleh nasabahnya. Umumnya, jasa notaris dalam proses pembelian rumah secara KPR memiliki kisaran harga mulai dari Rp250.000 hingga Rp750.000.

2. Biaya Administrasi Bank

Seperti sudah dijelaskan di atas, selain biaya provisi, bank juga akan mengenakan biaya administrasi. Rata-rata, biaya administrasi yang dipatok oleh bank pemberi fasilitas KPR adalah 0,10% dari plafon kredit dan minimal Rp400.000. Oleh karenanya, semakin mahal harga rumah yang ingin dibeli dengan KPR, maka semakin besar juga biaya administrasi yang perlu dibayarkan.

3. Biaya Taksasi Internal

Pada beberapa bank juga dikenal biaya taksasi internal. Melansir laman Maybank, biaya taksasi internal berlaku untuk pengajuan properti second atau bekas, yang harus dibayarkan sebelum taksasi dilakukan dan biaya tersebut tidak dapat dikembalikan dengan alasan apapun. Besaran biaya taksasi internal sendiri dipatok Rp500 ribu (plafon ≤ Rp1 miliar) dan Rp750 ribu (plafon > Rp1 miliar)

Pekerja kontrak juga bisa mengajukan KPR. Simak informasi lengkapnya di video ini!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel