Pengertian Buzzer dan Cara Kerjanya Di Media Sosial

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Istilah buzzer sebenarnya masih terasa asing didengar untuk sebagian orang. Tetapi istilah buzzer ini akan sering didengarkan, jika kita sering melhat isu-isu yang sedang trending atau viral, yang muncul dan diberitakan oleh media sosial.

Dengan adanya buzzer, akan membawa banyak pengaruh terhadap perkembangan dalam media sosial. Buzzer adalah seseorang yang menyuarakan suatu pendapat secara langsung, dengan menggunakan identitas pribadi atau identitas yang disembunyikan, untuk menyatakan suatu kepentingan di dalam media sosial.

Biasanya buzzer dibutuhkan dalam media sosial, untuk mendukung suara, opini atau isu yang berisi perorangan atau sekelompok orang, dengan suara yang sama yang bisa mempengaruhi pengguna media sosial yang lainnya.

Untuk mengetahui apa itu buzzer secara detail, yuk simak artikel tentang pengertian buzzer dan cara kerjanya, yang dirangkum dari Liputan6.com:

Pengertian Buzzer

ilustrasi buzzer/Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi buzzer/Andrea Piacquadio/pexels

Secara umum, buzzer adalah orang atau sekumpulan orang yang dibayar jasanya, untuk mempromosikan, mengkampanyekan atau menyuarakan sesuatu. Pada dasarnya, buzzer digunakan sebagai sarana pemasaran atau iklan, sebagai strategi bisnis untuk mengiklankan produk.

Istilah buzzer ini mulai dikenal di negara Indonesia, sejak adanya Pemilu 2019 lalu. Buzzer dijadikan sebagai suatu jasa, yang selalu dikaitkan dengan menyuarakan isu-isu politik, yang mengkampanyekan di media sisal oleh tokoh atau kelompok politik, untuk memenangkan kompetisi politik. Bahkan buzzer bisa dijadikan sebagai jasa untuk menjatuhkan kredibilitas lawan dari partai politik lainnya.

Selain digunakan untuk menyuarakan tentang politik, buzzer juga digunakan sebagai jasa promosi di dalam dunia hiburan. Sebagai contoh, kalau ada artis baru yang merilis album baru, biasanya artis tersebut membutuhkan buzzer, untuk meningkatkan brand awareness kepada masyarakat, melalui akun media sosial tentang perilisan album baru dari artis tersebut. Kalau isu album baru ini ramai di media sosial, maka album baru tersebut akan menjadi topik trending atau viral di media sosial.

Perbedaan Buzzer dan KOL

ilustrasi buzzer/picjumbo.com/pexels
ilustrasi buzzer/picjumbo.com/pexels

Selain adanya istilah buzzer, di dalam media sosial juga dikenal dengan istilah Key Opinion Leader atau KOL. Walaupun cara kerjanya hampir sama, tetapi berbeda kepopularitasnya di media sosial.

Buzzer adalah orang atau sekumpulan orang, yang memiliki jumlah pengikut atau followers kecil. Buzzer biasanya terdiri dari sekumpulan akun media sosial milik pribadi, yang tidak terlalu dikenal masyarakat luas.

Sedangkan KOL adalah orang atau sekumpulan orang, yang memiliki banyak pengikut atau followers, yang dikenal banyak orang di media sosial, seperti selebgram, youtuber, tiktokers dan semacamnya.

Sarana yang digunakan buzzer dan KOL adalah melalui akun media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Tiktok dan akun media sosial lainnya yang sedang populer.

Cara Kerja Buzzer dan KOL

ilustrasi buzzer/cottonbro/pexels
ilustrasi buzzer/cottonbro/pexels

Dalam media sosial, buzzer dan KOL bekerja sama untuk meramaikan traffic isu yang sedang viral, dengan sistem kerja yang sudah terorganisasi dengan baik dan berkemampuan masif.

Buzzer bekerja secara virtual melalui akun media sosial. Biasanya cara kerjanya adalah beberapa KOL yang memiliki banyak pengikut di media sosial, akan menyuarakan sebuah kampanye atau promosi berskala besar, dengan menggunakan opini dan tagar yang sama.

Setelah para KOL mengeluarkan opini di media sosial, kemudian buzzer akan bekerja untuk menaikkan engagement dari opini para KOL, agar opini yang disuarakan menjadi viral dan banyak masyarakat yang mendengar dan membaca tentang kampanye atau promosi tersebut melalui media sosial.

Dampak Positif dan Negatif dari Buzzer

ilustrasi buzzer/Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi buzzer/Andrea Piacquadio/pexels

Dampak Positif Buzzer

Dengan adanya buzzer di media sosial, maka memiliki dampak positif di media sosial. Buzzer akan menjadi alternatif untuk meningkatkan pemasaran suatu produk. Sebuah produk yang diiklankan atau diviralkan oleh buzzer, akan dikenal oleh masyarakat dan akan meningkatkan penjualan terhadap produk tersebut.

Dampak Negatif Buzzer

Selain dampak positif, tentu saja dengan adanya buzzer bisa membawa dampak yang negatif. Buzzer bisa menjatuhkan atau melawan citra lawan politik melalui media sosial. Buzzer bisa merugikan orang lain, dengan memberikan informasi atau opini yang tidak benar. Sehingga pengguna media sosial harus berhati-hati dalam memilih informasi melalu akun media sosial.