Pengertian Cerpen, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Unsur-Unsur Intrinsiknya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Cerita pendek atau sering disingkat cerpen merupakan satu di antara karya sastra berbentuk prosa yang hanya memiliki satu tahapan alur cerita.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerita berarti tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal atau karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, penderitaan orang, atau kejadian baik yang sungguh terjadi maupun hanya rekaan belaka.

Sesuai namanya, cerpen berisi tentang kehidupan yang diceritakan secara pendek dan singkat. Jadi, isi dari cerpen biasanya padat dan langsung kepada inti cerita.

Cerpen biasanya mengangkat berbagai macam jenis kisah, baik itu kisah nyata maupun kisah fiksi. Cerita pendek kebanyakan berfokus pada satu kejadian tertentu atau spesifik dan terdiri dari beberapa pemeran karakter.

Definisi klasik dari cerpen ialah harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk. Ada juga menyebutkan panjang cerpen tidak lebih dari 20 ribu kata atau paling tidak mencapai 10 ribu kata.

Nah, untuk mengetahui lebih dalam tentang cerpen, bisa membaca pengertian dari para ahli, ciri-ciri, fungsi hingga unsur-unsurnya.

Berikut ini rangkuman tentang pengertian cerpen menurut ahli, ciri-ciri, fungsi hingga unsur-unsurnya, seperti dilansir dari laman Saintif dan Zonareferensi, Selasa (9/2/2021).

Pengertian Cerpen Menurut Ahli

Ilustrasi membaca cerita. Credit: unsplash.com/Melanie
Ilustrasi membaca cerita. Credit: unsplash.com/Melanie
  • Sumardjo dan Saini

Cerpen merupakan sebuah cerita yang tidak benar-benar terjadi pada dunia nyata dan ceritanya singkat dan pendek.

  • Hendy

Cerpen merupakan suatu tulisan yang tidak terlalu panjang yang berisi kisah tunggal.

  • J.S Badudu

Cerpen adalah sebuah karangan cerita yang hanya berfokus pada satu kejadian saja.

  • Aoh. K.H

Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah bentuk kisah prosa yang pendek.

  • H. B. Jasin

Cerita pendek atau cerpen ini adalah suatu bentuk dari sebuah karangan yang cukup lengkap yang terdiri dari tiga bagian yaitu perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian.

Ciri-Ciri dan Fungsi Cerpen

Ilustrasi cerita fiksi. Credit: pexels.com/Aline
Ilustrasi cerita fiksi. Credit: pexels.com/Aline

Ciri-ciri cerpen

Sebuah cerpen memiliki ciri yang khas di antara karya sastra lainnya, yaitu:

1. Bersifat fiktif atau karangan dari penulis.

2. Tersusun tidak lebih dari 10 ribu kata.

3. Dapat dibaca dengan sekali duduk.

4. Diksi yang dipakai tidaklah rumit sehingga mudah dipahami.

5. Memiliki alur tunggal atau satu jalan cerita.

6. Biasanya ditulis berdasarkan peristiwa dalam kehidupan.

8. Memiliki pesan moral yang terkandung.

Fungsi Cerpen

1. Fungsi rekreatif: sebagai penghibur bagi para pembaca.

2. Fungsi estetis: memiliki nilai estetika atau keindahan sehingga memberi rasa puas dalam hal estetis bagi para pembaca.

3. Fungsi didaktif: memberi pembelajaran atau pendidikan bagi para pembaca.

4. Fungsi moralitas: memiliki nilai moral sehingga pembaca mengetahui mana yang baik dan buruk berdasarkan cerita yang terkandung.

5. Fungsi relegiusitas: memberi pembelajaran religius sehingga dapat dijadikan contoh bagi pembaca.

Unsur Instrinsik Cerpen

Ilustrasi membaca cerita fiksi, Credit: pexels.com/Enzo
Ilustrasi membaca cerita fiksi, Credit: pexels.com/Enzo

1. Tema

Tema adalah ide atau gagasan utama dari sebuah cerpen. Tema berisikan gambaran luas tentang kisah yang akan diangkat sebagai cerita dalam cerpen sehingga sangat penting memikirkan tema sebelum menulis cerpen.

2. Tokoh dan Penokohan

Tokoh adalah orang-orang yang terlibat dalam cerita dan banyak mengambil peran dalam cerita tersebut. Sedangkan penokohan merupakan cara penulis menentukan watak atau karakter dari tokoh tersebut.

Adapun jenis perwatakan seorang tokoh dapat disampaikan melalui dialog, penjelasan narasi, atau penggambaran fisik tokoh tersebut.

3. Alur atau Plot

Alur atau plot merupakan jalan cerita yang akan dikembangkan hingga menjadi sebuah cerpen. Alur berupa susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita.

Alur dalam cerpen memiliki tahapan seperti perkenalan, penanjakan, klimaks, antiklimaks, dan penyelesaian. Tiap tahapan memiliki karakteristik dan ciri khas masing-masing berkaitan dengan jalannya cerita.

4. Setting atau Latar

Setting merupakan gambaran tentang peristiwa-peristiwa yang ada di dalam cerita. Latar termasuk unsur pembangun cerita yang vital.

Keberadaannya sangat penting untuk membangun suasana dalam cerita. Latar dibagi menjadi beberapa macam, seperti waktu, tempat, sosial budaya, keadaan lingkungan, dan suasana.

5. Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan strategi yang digunakan oleh penulis cerpen untuk menceritakan suatu kejadian atau latar belakang cerita.

Di dalam sebuah cerita pendek, terdapat sudut pandang sebagai orang pertama, sudut pandang orang kedua, dan sudut pandang orang ketiga. Ada juga sudut pandang dari penulis yang berasal dari sudut pandang orang yang berada di luar cerita.

6. Gaya Bahasa

Gaya bahasa merupakan ciri khas dari penulis saat menuliskan cerita pendek tersebut. Gaya bahasa ini bisa dibedakan dari penggunaan majas, diksi, dan pemilihan kalimat yang tepat di dalam cerpennya.

7. Amanat

Amanat adalah pesan moral yang terdapat dalam cerita, yang bisa dipetik oleh pembacanya. Amanat atau pesan moral yang ada dalam cerpen, biasanya tidak hanya ditulis secara langsung, melainkan secara tersirat.

Sumber: Saintif, Zonareferensi