Pengertian dan Pentingnya Watermark untuk Pembuat Konten

Fimela.com, Jakarta Watermark atau tanda air sering kali kita jumpai di dalam sebuah karya atau konten. Watermark merupakan sebuah logo atau identitas pencipta, saat menciptakan sebuah karya atau konten. Watermark juga merupakan hak cipta yang dimiliki oleh seorang konten kreator, agar karyanya tidak dicuri atau diklaim oleh orang lain.

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, watermark merupakan sebuah tanda yang ada di dalam kertas, yang tampak samar-samar jika terkena sinar. Seperti yang terdapat di dalam uang kertas. Watermark di uang kertas, hanya bisa dilihat dengan sinar. Watermark ini digunakan sebagai penanda uang yang legal.

Tetapi di era digital ini, watermark tidak hanya digunakan untuk tanda di dalam kertas saja. Watermark juga digunakan dalam sebuah karya digital seperti foto, ilustrasi, video dan desain-desain digital lainnya.

Yuk kenali lebih dalam lagi tentang watermark, dan pentingnya watermark untuk konten kreator, yang dilansir dari berbagai sumber:

Fungsi Watermark

ilustrasi fungsi menggunakan watermark/shutterstock
ilustrasi fungsi menggunakan watermark/shutterstock

Watermark sangat penting dalam membuat sebuah konten atau karya. Karena watermark memiliki fungsi utama untuk melindungi hasil karya atau konten, agar tidak di klaim atau dicuri orang lain.

Selain watermark digunakan untuk penanda karya asli dari sang pencipta, watermark juga memiliki fungsi sebagai sarana promosi seperti logo. Baik untuk promosi perusahaan yang menciptakan karya atau konten tersebut, dan juga untuk promosi diri sendiri sebagai pencipta karya atau konten.

Watermark yang tampak pada sebuah karya atau konten, bisa membuat penikmat karya mudah mengenali karya yang kamu buat. Hal ini juga bisa membuat karyamu mudah untuk dicari, dan membuat karya dan namamu lebih populer dikalangan penikmat karya.

Jenis Watermark

ilustrasi jenis watermark/pexels
ilustrasi jenis watermark/pexels

Watermark dibedakan kedalam dua jenis, yaitu watermark yang bisa dilihat dengan mata, dan juga watermark yang tidak kasat oleh mata.

Watermark yang terlihat oleh mata, biasanya digunakan dalam pembuatan konten untuk menandai konten tersebut memiliki hak cipta. Watermark yang bisa dilihat mata ini, digunakan dalam menandai sebuah karya foto, video, tulisan, lagu dan karya lainnya. Jenis watermark ini hampir sama seperti logo yang ditempel pada karya tersebut, bisa berupa nama pencipta, inisial pencipta, atau tanda tangan pencipta.

Sedangkan watermark yang tidak kasat mata, merupakan watermark yang dibuat dengan teknik tertentu, sehingga harus dilihat dengan alat seperti sinar. Watermark yang tidak kasat mata bisa kita temukan pada uang kertas, yang hanya bisa dilihat dengan bantuan cahaya.

Bentuk dan Ukuran Watermark

ilustrasi bentuk dan ukuran watermark/pexels
ilustrasi bentuk dan ukuran watermark/pexels

Sebenarnya watermark tidak memiliki bentuk dan ukuran khusus. Watermark dibuat sesuai dengan yang dikehendaki oleh penciptanya, bisa berupa inisial nama, nama pencipta, foto 3d dari pencipta, hingga tanda tangan pencipta konten.

Watermark juga memiliki banyak bentuk sama halnya dengan logo, yang memiliki bentuk lingkaran, persegi hingga bentuk hati. Namun watermark juga bisa dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan pencipta. Entah itu bentuk seperti awan, pelangi atau bintang.

Untuk ukurannya, biasanya watermark dibuat dalam bentuk 1 banding 1, atau 1:1 agar bentuknya presisi. Watermark yang ada di dalam sebuah konten, ukurannya tidak boleh lebih besar dari konten yang dibuat pencipta, agar watermark tersebut tidak menutupi konten. Watermark juga dibuat dengan transparan tapi masih bisa dilihat, dan ditaruh dipojokan konten tersebut.