Pengertian Drama, Ciri-Ciri dan Strukturnya yang Harus Dipelajari

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Drama adalah sebuah karya sastra yang disuguhkan dengan visualisasi nyata, baik dengan gerakan, postur tubuh dan juga tarian. Dalam drama juga menyuguhkan tentang ilustrasi kehidupan dalam realita.

Tema drama yang diangkat, biasanya diambil dari cerita nyata atau pengalaman dari pembuat naskah drama. Drama biasanya diperankan oleh para aktor yang saling berdialog satu sama lainnya, yang ditampilkan di atas panggung dalam beberapa babak.

Dalam pertunjukan drama, menyuguhkan konflik dan emosi berbeda-beda, yang bisa membuat penontonnya tertarik dan menikmati tiap adegannya. Yuk pelajari lebih lanjut tentang pengertian drama dan beberapa ciri-ciri serta struktur dalam drama, dilansir dari beberapa sumber:

Pengertian Drama

ilustrasi pengertian drama/cottonbro/pexels
ilustrasi pengertian drama/cottonbro/pexels

Menurut etimologi Yunani, drama diadaptasi dari bahasa Yunani yaitu draomai. Kata draomai ini memiliki arti bertindak dan berbuat. Beberapa ahli juga memiliki pendapat tersendiri tentang pengertian drama. Berikut pengertian drama menurut ahli:

1. Balthazar Vallhagen

Menurut Balthazar Vallhagen, drama adalah sebuah karya seni yang menggambarkan alam dan sifat manusia, yang diceritakan dalam sebuah bentuk gerakan.

2. Anne Civardi

Hampir sama dengan pengertian Balthazar, menurut Anne Civardi, drama adalah suatu kisah yang dinaskahkan, lalu diceritakan melalui gerakan dan kata-kata.

3. Ferdinand Brunetierre

Menurut Ferdinand Brunetierre, drama merupakan karya sastra yang diwujudkan dalam aksi atau gerakan, lalu cerita tersebut membuat penonton penasaran dan ingin melihat pertunjukan tersebut.

4. Budianta

Menurut Budianta, drama adalah suatu karya sastra yang diperlihatkan secara verbal, dengan adanya dialog antar tokoh atau tokoh dengan dirinya sendiri.

5. Seni Handayani

Menurut Seni Handayani, drama adalah bentuk komposisi berdasarkan dua cabang seni, seni sastra dan seni pertunjukan sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

Ciri-Ciri Drama

ilustrasi pengertian drama, ciri-ciri drama/cottonbro/pexels
ilustrasi pengertian drama, ciri-ciri drama/cottonbro/pexels

Drama adalah karya sastra yang memiliki karakteristik tersendiri. Sehinga ada beberapa ciri-ciri drama yang harus dipelajari, agar pembuatan drama menjadi lebih menarik dan alur ceritanya disukai oleh penontonnya.

Cerita yang dikemas dalam sebuah drama, disampaikan dalam bentuk dialog, yang dialognya dibacakan oleh antar tokoh atau tokoh dengan dirinya sendiri.

Di dalam drama terdapat tokoh atau karakter, yang memiliki peran sebagai protagonis, antagonis dan tritagonis. Tokoh-tokoh tersebut bisa diperankan oleh manusia, wayang maupun boneka.

Setiap adegan drama biasanya menyuguhkan konflik dan ketegangan, dengan waktu pementasan kurang lebih 2 jam hingga 3 jam. Pementasan drama ini dilakukan di atas panggung dan dilengkapi perlengkapan serta peralatan sesuai dengan suasana dan latar cerita tersebut.

Struktur Drama

ilustrasi pengertian drama, ciri-ciri dan struktur/skitterphoto/pexels
ilustrasi pengertian drama, ciri-ciri dan struktur/skitterphoto/pexels

Cerita drama memiliki struktur alur yang tertata secara rapi, dengan mengangkat nilai-nilai seni yang tinggi. Sruktur yang terdapat di dalam drama adalah babak, adegan, dialog, prolog dan epilog.

Babak

Babak adalah sebuah bagian saat para tokoh memvisualisasikan cerita drama, dengan merangkum peristiwa yang terjadi, dengan mengurutkan waktu yang jelas.

Adegan

Dalam pertunjukan drama terdapat adegan, yang menceritakan tentang perubahan peristiwa, dengan ditandainya perubahan waktu, tempat dan tokoh.

Dialog

Drama menjadi lebih enak untuk dinikmati jika terdapat dialog di dalamnya. Dialog merupakan percakapan antar tokoh atau tokoh dengan dirinya sendiri. Struktur dialog yang terdapat dalam drama ini, menjadi pembeda drama dengan karya sastra lainnya.

Prolog

Sebelum menceritakan tentang pertunjukan drama, sebuah drama selalu diawali dengan kata pengantar yang disebut dengan prolog. Prolog merupakan sebuah gambaran umum tentang cerita drama yang akan dipentaskan.

Epilog

Selain ada kata pengantar, di dalam drama terdapat kata penutup yang disebut dengan epilog. Bagian epilog ini menjelaskan tentang sebuah kesimpulan, makna dan pesan dari drama tersebut.