Pengertian Ekosistem dalam Biologi, Komponen dan Jenisnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Pengertian ekosistem penting dipelajari dalam biologi. Ekosistem adalah kelompok organisme hidup yang hidup dan berinteraksi satu sama lain dalam lingkungan tertentu. Pengertian ekosistem bisa sangat luas, tergantung jenis dan ukurannya.

Pengertian ekosistem terdiri dari komponen dan struktur pembentuknya. Setiap komponen dalam suatu ekosistem saling bergantung, baik secara langsung maupun tidak langsung. Seluruh permukaan bumi merupakan rangkaian ekosistem yang terhubung.

Memahami pengertian ekosistem sama dengan memahami lingkungan sekitar. Seperti semua makhluk hidup lainnya, manusia bergantung pada ekosistem untuk bertahan hidup. Manusia membutuhkan ekosistem untuk mendapatkan makanan, air, bahan mentah, dan mengubahnya menjadi produk sehari-hari.

Pemahaman tentang pengertian ekosistem bisa membantu langkah melestarikan ekosistem alam. Pengertian ekosistem biasanya diajarkan di sekolah dasar dan menengah. Berikut pengertian ekosistem, komponen, dan jenisnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(18/08/2021).

Pengertian ekosistem

Ilustrasi Hutan / Sumber: Pixabay
Ilustrasi Hutan / Sumber: Pixabay

KBBI mendefinisikan pengertian ekosistem sebagai keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam. Pengertian ekosistem juga didefinisikan sebagai komunitas organik yang terdiri atas tumbuhan dan hewan, bersama habitatnya.

Istilah `eko' mengacu pada bagian dunia dan `sistem' mengacu pada unit koordinasi. Ekosistem adalah komunitas organisme dan lingkungan fisiknya yang saling berinteraksi. Ekosistem diartikan sebagai. keadaan khusus tempat komunitas suatu organisme hidup dan komponen organisme tidak hidup dari suatu lingkungan yang saling berinteraksi.

Ekosistem mencakup semua makhluk hidup baik itu tumbuhan, hewan, dan organisme di area tertentu yang berinteraksi satu sama lain. Mereka makhluk hidup ini juga saling bergantung dengan lingkungan non-hayati seperti cuaca, tanah, matahari, tanah, iklim, atmosfer. Dalam suatu ekosistem, setiap organisme memiliki perannya sendiri.

Pengertian ekosistem menurut ahli

Ilustrasi keindahan bawah laut. (dok. Kracmar/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)
Ilustrasi keindahan bawah laut. (dok. Kracmar/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Tansley

Istilah ekosistem pertama kali diperkenalkan oleh Tansley pada 1935. Menurut Tansley, pengertian ekosistem adalah hubungan tiimbal balik antara komponen biotik (tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba) dengan komponen abiotik (cahaya, udara, air, tanah) di alam. Mereka sebenarnya merupakan hubungan komponen yang membentuk suatu sistem.

Odum

Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk dari proses reaksi timbal balik antar makhluk hidup dengan lingkungannya.

Soemarwoto

Pengertian ekosistem menurut Soemarwoto adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Tingkatan organisasi ini dapat dikatakan sebagai sebuah sistem karena memiliki komponen-komponen dengan fungsi yang berbeda-beda.

Komponen ekosistem

Ilustrasi alam bawah laut (sumber: pixabay)
Ilustrasi alam bawah laut (sumber: pixabay)

Ekosistem adalah wilayah geografis di mana tanaman, hewan, cuaca, dan segala lanskap bekerjasama membentuk sebuah kehidupan. Ekosistem terdiri dari dua komponen, biotik dan abiotik yang saking bergantung. Komponen biotik dan abiotik saling terkait dalam suatu ekosistem.

Komponen biotik

Komponen biotik mengacu pada semua kehidupan dalam suatu ekosistem. Biotik meliputi seperangkat organisme hidup seperti hewan, tumbuhan atau mikro-organisme, yang dalam interaksi konstan berada dalam situasi saling ketergantungan. Komponen biotik dibagi menjadi tiga kategori, yakni produsen, konsumen, dan pengurai.

- Produsen

Produsen mencakup semua autotrof seperti tumbuhan. Mereka disebut autotrof karena mereka dapat menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis. Akibatnya, semua organisme lain yang lebih tinggi pada rantai makanan bergantung pada produsen untuk makanan.

- Konsumen

Konsumen atau heterotrof adalah organisme yang bergantung pada organisme lain untuk makanan. Konsumen diklasifikasikan lebih lanjut menjadi konsumen primer, konsumen sekunder dan konsumen tersier.

- Pengurai

Pengurai atau saprotrof, termasuk jamur dan bakteri. Mereka langsung berkembang pada bahan organik yang mati dan membusuk. Pengurai sangat penting bagi ekosistem karena mereka membantu mendaur ulang nutrisi untuk digunakan kembali oleh tanaman.

Komponen abiotik

Komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang tidak hidup. Ini termasuk udara, air, tanah, mineral, sinar matahari, suhu, nutrisi, angin, ketinggian, kekeruhan, dan sejenisnya.

Jenis-jenis ekosistem

Ilustrasi ekosistem. (Photo by Giammarco on Unsplash)
Ilustrasi ekosistem. (Photo by Giammarco on Unsplash)

Secara garis besar, ekosistem terbagi menjadi tiga jenis, darat, air, dan buatan. Berikut jenis-jenis ekosistem:

Ekosistem darat

Ekosistem darat atau terestrial merupakan ekosistem berbasis daratan. Ekosistem darat ini adalah keanekaragaman yang ada pada alam darat. Ada banyak macam ekosistem darat di seluruh belahan bumi. Contoh dari ekosistem darat adalah hutan tropis, hutan gugur, gurun, taiga, tundra, sabana, dan stepa.

Ekosistem air

Ekosistem air atau akuatik adalah ekosistem yang terdapat pada area perairan. Ekosistem air dibagi menjadi ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Ekosistem air tawar adalah ekosistem perairan yang meliputi danau, kolam, sungai, kali dan lahan basah. Air pada ekosistem ini tidak mengandung garam. Sementara ekosistem air laut meliputi area laut dan seluruh samudera. Ekosistem ini memiliki kandungan garam dan keanekaragaman hayati yang lebih besar dibandingkan dengan ekosistem air tawar.

Ekosistem buatan

Berbeda dengan ekosistem alami, ekosistem buatan merupakan suatu ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar. Contoh ekosistem buatan yaitu, bendungan, hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus, sawah tadah hujan, sawah irigasi, perkebunan sawit, ekosistem pemukiman seperti kota dan desa, serta ekosistem ruang angkasa.

Jenis-jenis ekosistem berdasarkan ukurannya

Ilustrasi barisan unta yang sedang berjalan di gurun pasir. (dok. Unsplash/ Sergey Pesterev)
Ilustrasi barisan unta yang sedang berjalan di gurun pasir. (dok. Unsplash/ Sergey Pesterev)

Ekosistem hadir dalam ukuran yang tidak terbatas. Itu bisa ada di area kecil seperti di bawah batu, batang pohon yang membusuk, kolam kecil, atau bisa ada dalam bentuk besar seperti seluruh hutan hujan. Secara teknis, Bumi bisa disebut ekosistem besar. Ekosistem dapat diklasifikasikan menjadi tiga skala utama, mikro, messo, dan bioma.

Ekosistem mikro

Pengertian ekosistem mikro adalah ekosistem skala kecil seperti kolam, genangan air, batang pohon, di bawah batu, dan lain sebagainya.

Ekosistem messo

Pengertian ekosistem messo adalah ekosistem kosistem skala menengah seperti hutan atau danau besar.

Ekosistem bioma

Pengertian ekosistem bioma adalah kumpulan ekosistem yang sangat besar dengan faktor biotik dan abiotik yang serupa seperti seluruh Hutan Hujan dengan jutaan hewan dan pohon, dengan banyak badan air yang berbeda mengalir melaluinya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel