Pengertian Etika dalam Kehidupan Sehari-hari, Lengkap dengan Fungsi dan Jenisnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Pengertian etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Definisi etika secara khusus adalah ilmu mengenai perilaku dan kesusilaan manusia di dalam lingkungan pergaulannya yang menyangkut aturan dan prinsip mengenai tingkah laku yang benar.

Munculnya etika saat manusia merefleksikan unsur-unsur etis ke dalam pendapat-pendapat yang spontan. Kebutuhan akan refleksi tersebut bisa dirasakan, karena pendapat etis bisa saja berbeda dengan pendapat orang lain. Itulah mengapa akhirnya dibutuhkan etika, di mana tujuannya untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan oleh manusia.

Ada banyak jenis etika yang dapat kita temukan di sekitar kita, seperti etika berumah-tangga, etika berteman, etika kerja, etika berbisnis dan lainnya. Etika sangat dibutuhkan di dalam kehidupan bermasyarakat dimana hal tersebut bisa menjadi koridor yang tepat agar tercipta sebuah kondisi lingkungan masyarakat yang baik.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan mengenai pengertian etika, jenis hingga fungsinya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (26/5/2021).

Pengertian Etika Menurut Para Ahli

Ilustrasi Sopan Santun Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Sopan Santun Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Secara umum, pengertian etika merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab sosial maupun moral setiap orang di dalam pergaulan di masyarakat. Selain pengertian etika secara umum, ada beberapa pengertian etika menurut para ahli, diantaranya :

Aristoteles

Pengertian etika menurut Aristoteles dibagi menjadi dua, yaitu Terminius Technikus dan Manner and Custom. Terminius Technikus adalah etika yang dipelajari sebagai ilmu pengetahuan dengan mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia.

Sedangkan Manner and Custom adalah pembahasan etika yang berhubungan atau berkaitan dengan tata cara serta adat kebiasaan yang melekat pada kodrat manusia yang sangat terkait dengan arti baik dan buruk suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia.

K. Bertens

Sedangkan menurut K. Bertens, pengertian etika adalah nilai-nila dan norma-norma moral, yang jadi pegangan seseorang atau suatu kelompok untuk mengatur perilaku.

W. J. S. Poerwadarminto

W. J. S. Poerwadarminto berpendapat, pengertian etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak atau moral.

Hamzah Yakub

Menurut Hamzah Yakub, pengertian etika adalah menyelidiki suatu perbuatan mana yang baik dan mana yang buruk.

Soegarda Poerbakawatja

Perngertian etika adalah sebuah filsafat berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya tindakan an kesusilaan.

Drs. O. P. Simorangkir

Pengertian etika adalah pandangan manusia terhadap baik dan buruknya perilaku manusia.

Prof. DR. Franz Magnis Suseno

Berdasar pendapat Prof. DR. Franz Magnis Suseno, pengertian etika adalah ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan dalam tindakan manusia.

Drs. Sidi Gajabla

Sedangkan menurut Drs. Sidi Gajabla, pengertian etika adalah teori tentang perilaku atau perbuatan manusia yang dipandang dari segi baik dan buruknya sejauh mana dapat ditentukan oleh akal manusia.

Drs. H. Burhanudin Salam

Menurut Drs. H. Burhanudin Salam, pengertian etika adalah suatu cabang ilmu filsafat yang berbicara tentang nilai -nilai dan norma yang dapat menentukan perilaku manusia dalam kehidupannya.

James J. Spillane SJ

James J. Spillane SJ turut berpendapat jika pengertian etika adalah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambi suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.

Jenis-Jenis Etika

Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Ada beberapa jenis-jenis etika yang hidup dalam diri masyarakat, berikut penjelasannya :

1. Etika Filosofis

Etika yang bersumber dari aktivitas berpikir yang dilakukan manusia adalah jenis etika filosofis. Atau bisa juga disebut etika adalah bagian dari filsafat. Filsafat adalah salah satu bidang ilmu yang mengutamakan tentang pikiran manusia. Jadi filsafat ini dalam etika juga dapat dibagi lagi menjadi dua sifat yaitu empiris dan non empiris.

2. Etika Deskriptif

Merupakan usaha menilai tindakan berdasarkan pada ketentuan atau norma baik buruk yang tumbuh dalam kehidupan bersama di dalam masyarakat. Etika deskriptif menempatkan kebiasaan yang sudah ada di dalam masyarakat sebagai acuan etis.

Yang termasuk dalam etika deskriptif adalah pendirian-pendirian mengenai baik dan buruk, norma-norma kesusilaan yang pernah berlaku, dan cita-cita kesusilaan yang dianut oleh bangsa-bangsa tertentu apakah terjadi penerimaan dan bagaimana pengolahannya.

3. Etika Normatif

Etika normatif mendasarkan diri pada sifat hakiki kesusilaan bahwa di dalam perilaku serta tanggapan-tanggapan kesusilaannya, manusia menjadikan norma-norma kesusilaan sebagai panutannya. Etika normatif tidak dapat sekadar melukiskan susunan - susunan formal kesusilaan, namun juga menunjukkan perilaku manakah yang baik buruk. Contoh dari etika normatif adalah etika yang bersifat individual seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.

4. Etika Deontologi

Merupakan suatu tindakan dinilai baik buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban, artinya tindakan dianggap baik karena tindakan itu memang baik pada dirinya sendiri, sehingga merupakan kewajiban yang harus kita lakukan. Sebaliknya suatu tindakan dinilai buruk secara moral karena tindakan itu memang buruk secara moral sehingga tidak menjadi kewajiban untuk kita lakukan. Etika deontologi menekankan motivasi, kemauan baik dan watak yang kuat untuk bertindak sesuai dengan kewajiban.

5. Etika Teleologi

Etika Teleologi menilai baik buruk suatu tindakan berdasarkan tujuan atau akibat dari tindakan tersebut, sehingga suatu tindakan dinilai baik kalau bertujuan baik dan mendatangkan akibat baik.

Fungsi Etika

ilustrasi senang (Sumber: Unsplash) / Allef Viniciusa
ilustrasi senang (Sumber: Unsplash) / Allef Viniciusa

Setelah mengetahui pengertian etika secara khusus maupun umum, Anda harus tau mengenai fungsi etika. Fungsi etika adalah sebagai tempat mendapatkan orientasi kritis yang berhadapan dengan beragam kedaan moralitas yang membingungkan.

Selain itu, etika juga berfungsi menunjukan adanya keterampilan intelektual. Keterampilan intelektual adalah sebuah keterampilan untuk berargumentasi dengan rasional dan kritis. Lalu etika juga berfungsi untuk orientasi etis, di mana sangat diperlukan dalam mengambil suatu sikap yang wajar dalam kondisi luralism.

Ciri-ciri Etika

Ilustrasi/copyright/Vitchanan Photography
Ilustrasi/copyright/Vitchanan Photography

Ada beberapa ciri-ciri etika yang perlu untuk dipahami sebagai sebuah studi ilmu pengetahuan sosial, antara lain:

a. Sifat dari absolut atau mutlak.

b. Etika untuk menilai baik atau buruknya perilaku seseorang

c. Etika sangat berkaitan dengan perbuatan atau perilaku manusia.

d. Etika juga berkaitan dengan cara pandang dari sisi batin manusia.

e. Kemudian, etika akan selalu berlaku meski tidak ada orang lain yang menyaksikan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel