Pengertian Fabel, Ciri-ciri dan Jenisnya, Cerita dengan Tokoh Binatang

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Secara umum, pengertian fabel yaitu cerita mengenai kehidupan dunia binatang yang punya nilai moral serta budi pekerti. Penggunaan binatang di dalam fabel jadi pengganti tokoh manusia, namun tetap digambarkan bisa berpikir, memiliki perasaan, bersikap, berinteraksi, bahkan mampu berbicara.

Apabila melihat KBBI, pengertian fabel adalah cerita yang menggambarkan watak serta budi manusia namun pelakunya diperankan binatang. Di dalamnya memiliki pendidikan moral dan budi pekerti. Salah satu contoh fabel dari Indonesia yang sangat dikenal banyak orang yaitu dongeng si kancil.

Fabel menjadi jenis dongeng yang sangat digemari oleh anak-anak. Alasannya tidak lain karena menampilkan binatang sebagai tokoh utama, tentunya membuat anak lebih tertarik dengan jalan cerita fabel. Meski menarik, nilai moral dan budi pekerti di dalam fabel membuat anak bisa turut belajar mengenai nilai-nilai kehidupan.

Di bawah ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai pengertian fabel serta berbagai hal yang ada di dalamnya, Senin (9/11/2020).

Pengertian Fabel

Ilustrasi anak belajar membaca | pexels.com/@olly
Ilustrasi anak belajar membaca | pexels.com/@olly

Pengertian fabel adalah cerita yang menceritakan kehidupan binatang, namun memiliki perilaku layaknya manusia. Fabel termasuk ke dalam kategori sastra berbentuk fiksi atau khayalan. Memang, di dalam fabel hampir semua tokoh utama menampilkan binatang. Tapi tidak menutup kemungkinan adanya karakter minoritas seperti manusia agar jalan cerita semakin menarik.

Di dalam fabel, binatang yang diceritakan memiliki akal, tingkah laku, bahkan watak mirip manusia. Selain itu, di dalam cerita fabel memang selalu tersemat pesan-pesan moral bagi manusia. Pesan moral tersebut seperti lain tanggung jawab, kejujuran, disiplin, amanah, serta lain sebagainya.

Sebab tujuan dari adanya pesan moral dalam fabel, ditujukan untuk mengajarkan nilai kehidupan pada anak-anak yang berhubungan dengan sifat baik dan buruk manusia namun dalam bentuk binatang. Adanya penggunaan karakter binatang dibuat pengarang agar mudah memengaruhi pembaca, terutama anak-anak yang lebih mudah tertarik dengan karakter binatang tersebut.

Ciri-Ciri Fabel

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Selesai memahami pengertian fabel, maka penting juga untuk mengetahui apa saja ciri-ciri dari fabel tersebut. Ciri-ciri fabel yaitu:

1. Tokoh utama dalam cerita menggunakan binatang.

2. Memiliki penggambaran moral serta karakter mirip manusia.

3. Binatang dalam cerita bertingkah laku seperti manusia.

4. Umumnya memiliki alur cerita yang pendek dan sederhana.

5. Karakter dari tokoh diuraikan dengan rinci.

6. Kata-kata yang digunakan mudah dipahami.

7. Cerita biasanya mengkritik tentang sifat manusia, diskriminasi kaum lemah, serta keadaan masyarakat.

8. Gaya bercerita secara lisan.

9. Pesan atau tema kadang ditulis dalam cerita.

Beragam Jenis Fabel

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Selain melihat dari ciri-ciri serta pengertian fable, perlu dipahami jika ada dua jenis fabel. Jenis fabel sendiri terbagi berdasar waktu munculnya. Pasalnya, ada fabel yang sudah cukup lama diterbitkan, ada juga fabel yang dibuat baru-baru ini. Jenis-jenis fabel tersebut yaitu:

1. Fabel Klasik

Pengertian fabel klasik yaitu dongeng yang telah dibuat dari zaman dahulu, namun tidak diketahui secara pasti kapan waktu dibuat ceritanya. Fabel klasik umumnya diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Sebagi contoh, yaitu cerita Kancil dan Buaya, Gagak dan Elang, Kerbau dan Burung, Semut dan Belalang, serta lain sebagainya. Adapun ciri-ciri dari fabel klasik, yaitu:

- Ceritanya pendek dan jelas.

- Tema yang diangkat sederhana.

- Sarat akan pesan moral atau petuah.

- Sifat hewani pada tokoh fabel klasik masih kental.

2. Fabel Modern

Beda halnya dengan fabel klasik, fabel modern memliki waktu kemunculan yang masih cukup baru. Biasanya, pada fabel modern pembuatan dongeng merupakan cerminan dari ekspresi kesastraan si penulis. Ada beberapa ciri dari fabel modern, yaitu:

- Alur cerita bisa pendek atau panjang.

- Tema pada cerita cenderung rumit.

- Karakter pada tokoh fabel modern umumnya cukup unik.

- Fabel modern kadang berupa epik atau saga, dan menggunakan prosa yang mengisahkan pahlawan.

Struktur pada Fabel

Ilustrasi membacakan dongeng. (dok. Pixabay/Novi Thedora)
Ilustrasi membacakan dongeng. (dok. Pixabay/Novi Thedora)

Cara penyampaian dongeng fabel tersusun dengan struktur teks yang unik serta beda dengan jenis dongeng lainnya. Ada beberapa struktur fabel yaitu:

Orientasi

Fabel akan dimulai dengan permulaan, atau bisa disebut dengan tahap orientasi. Paragraf awal tersebut akan memperkenalkan tokoh pada cerita, latar tempat, serta waktu. Kemudian, akan ada tahap perkenalan tema atau background, dan lain sebagainya.

Komplikasi

Pada bagian selanjutnya yaitu komplikasi atau klimaks cerita. Bagian fabel tahap ini menceritakan mengenai tokoh utama yang berhadapan dengan puncak masalah. Komplikasi akan menjadi bagian inti dari cerita fabel.

Resolusi

Tahap ke empat yaitu resolusi, yaitu bagian cerita fabel di mana menceritakan mengenai pemecahan masalah yang sedang dihadapi oleh tokoh utama. Umumnya dalam fabel juga dijelaskan tokoh utama memecahkan masalahnya menggunakan cara yang unik dan kreatif.

Koda

Lalu, struktur fabel yang terakhir yaitu koda. Koda merupakan bagian fabel yang menjelaskan terjadinya perubahan pada tiap tokoh. Di bagian ini akan disampaikan amanat atau pesan moral yang bisa dipetik oleh pembaca.

Kaidah Bahasa Fabel

Ilustrasi penulis buku (trivia)
Ilustrasi penulis buku (trivia)

Di dalam fabel terdapat kaidah atau unsur kebahasaan, yaitu:

a. Kata Kerja

Di dalam fabel terdapat dua kata kerja yaitu:

1. Kata Kerja Transitif adalah kata kerja yang memiliki objek. Contoh: Ayah minum air.

2. Kata Kerja Intransitif adalah kata kerja yang tidak memiliki objek. Contoh: Boris sedang bersiul.

b. Kata Sandang Si dan Sang

Cotnoh:

- Si kumbang terdiam ketika mendengar ejekan tersebut.

- Sang harimau sedang mengincar mangsanya.

c. Keterangan Tempat dan Waktu

Contoh:

Di waktu sore, kelinci berjalan di kebun.

d. Kata Hubung

Kata hubung yang umum digunakan dalam teks cerita fabel seperti lalu, kemudian, dan akhirnya

Contoh:

Lalu, si kelinci meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya.

Itulah tadi pembahasan mengenai dari ciri, struktur, kaidah bahasa, serta pengertian fabel itu sendiri. Semoga semakin menambah wawasan, ya.