Pengertian Fabel dan Jenisnya yang Perlu Dipahami

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Sebelum tidur, biasanya anak meminta orang tuanya untuk membacakan sebuah dongeng. Salah satu dongeng yang disukai anak adalah dongeng fabel.

Fabel adalah cerita atau dongeng yang menceritakan tentang kehidupan binatang. Tokoh yang digunakan dalam cerita fabel adalah bukanlah orang, tetapi binatang yang bisa berbicara.

Binatang dalam cerita fabel juga bisa berpikir, memiliki perasaan, bersikap dan berinteraksi seperti manusia biasa. Dalam cerita fabel juga memiliki nilai moral dan budi pekerti yang bisa dipelajari anak-anak. Berikut pengertian fabel, ciri-ciri dan jenisnya, dilansir dari Liputan6.com:

Pengertian Fabel

ilustrasi fabel/mentatdgt/pexels
ilustrasi fabel/mentatdgt/pexels

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian fabel adalah cerita yang diperankan oleh binatang, yang memiliki watak serta budi seperti manusia, yang di dalamnya terkandung pesan moral yang bisa dipelajari anak untuk kehidupan sehari-hari.

Menurut Danandjaja 2002, fabel adalah cerita atau karya sastra, yang tokohnya diperankan oleh binatang peliharaan dan hewan liar, yang bisa berbicara dan berakal budi seperti manusia.

Sehingga dapat disimpulkan, bahwa fabel adalah sebuah cerita fiksi yang mengangkat tentang kehidupan sehari-hari, yang tokohnya diperankan oleh hewan dengan perwatakan seperti manusia.

Jenis Fabel

ilustrasi fabel/ Victoria Borodinova/pexels
ilustrasi fabel/ Victoria Borodinova/pexels

Fabel Klasik

Jika dilihat dari kemunculan dongeng fabel, fabel terdiri dari fabel klasik dan modern. Fabel klasik adalah sebuah cerita yang sudah ada sejak zaman dahulu, yang diceritakan secara turun temurun, dari waktu ke waktu dan tidak diketahui kapan cerita itu dibuat.

Fabel klasik memiliki ciri-ciri alur cerita yang sangat pendek, ditulis dengan tema sederhana, sifat hewani masih melekat, dan terdapat pesan moral yang mudah dipahami dan dipelajari anak.

Fabel Modern

Berbeda dengan fabel klasik yang sudah terkenal sejak dulu. Fabel modern adalah cerita yang ditulis berdasarkan imajinasi penulis, sehingga diketahui kapan cerita tersebut dibuat, belum lama terjadi dan muncul dalam waktu yang relatif.

Fabel modern memiliki ciri-ciri dengan alur cerita yang bisa pendek atau panjang, memiliki tema lebih rumit, memiliki karakter yang unik, divisualisasikan dan terdapat pesan moral di dalamnya.

Ciri-Ciri Secara Umum

ilustrasi fabel/Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi fabel/Andrea Piacquadio/pexels

Sama seperti karya sastra yang lainnya, fabel memiliki ciri-ciri khusus agar pembacanya mudah untuk memahami ceritanya, membuat anak tertarik dan ceritanya bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri fabel secara umum adalah tokohnya diperankan oleh hewan peliharaan atau hewan liar, alur cerita dibuat sederhana, ditulis dengan singkat dan bergerak cepat, karakter tokoh tidak ditulis dengan jelas, memiliki pesan moral, temanya sederhana, pendahuluan ditulis singkat dengan satu masalah dan langsung klimaks.

Unsur Intrinsik Fabel

ilustrasi fabel/cottonbro/pexels
ilustrasi fabel/cottonbro/pexels

Dalam menulis cerita fabel, kamu harus memahami tentang unsur intrinsik yang wajib dimasukkan ke dalam cerita fabel. Unsur intrinsik yang pertama adalah tema atau ide gagasan cerita.

Unsur intrinsik yang kedua adalah alur, yang terdiri dari alur maju dengan perkenalan, lalu menceritakan tentang konflik dan diakhir dengan menyampaikan pesan moral.

Cara Membuat Cerita Fabel

ilustrasi fabel/Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi fabel/Andrea Piacquadio/pexels

Cerita fabel sangat mudah untuk dibuat. Kamu hanya perlu menentukan tema terlebih dahulu, agar ceritanya menarik dan mudah untuk dipahami pembaca.

Kemudian buatlah kerangka penulisan, agar penulisannya lebih terstruktur, detail dan terperinci. Kamu perlu menuliskan ide pokok dan gagasan dalam menuliskan kerangka cerita.

Setelah itu, hubungkan antara ide pokok pada setiap bagian ceritanya. Lalu susunlah teks dengan bahasa yang singkat, jelas dan padat. Terakhir, baca dan ulangi lagi ceritanya.

Contoh Cerita Fabel

ilustrasi fabel/cottonbro/pexels
ilustrasi fabel/cottonbro/pexels

1. Katak Jahat dan Tikus Petualang

Dongeng Katak Jahat dan Tikus Petualang, memiliki pesan moral yaitu tidak boleh berbuat jahat kepada makhluk lain. Karena orang yang berbuat jahat bisa mendapatkan balasan yang lebih parah.

2. Gajah dan Buaya yang Serakah

Pesan moral yang bisa diambil dari cerita Gajah dan Buaya yang Serakah, adalah harus tetap berterimakasih dan bersyukur atas segala yang didapatkan, saat kita menerima sesuatu baik hal kecil maupun besar.

3. Gagak Meniru Elang

Dongeng fabel Gagak Meniru Elang, menyampaikan sebuah pesan moral untuk kehidupan sehari-hari, yaitu setiap mahluk memiliki kemampuan yang berbeda, sehingga tidak boleh iri dengan kemampuan mahluk lain.