Pengertian Fidyah dan 4 Kategori Orang yang Wajib Membayarnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Allah SWT mewajibkan umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Kewajiban ini bersifat mengikat. Siap yang tak mampu menjalankannya, maka diwajibkan untuk mengganti puasa tersebut.

Bagi yang tak mampu menjalankan puasa, dengan syarat dan ketentuan syar’i, dan dinyatakan tidak mampu lagi mengerjakan puasa. Maka Allah memberi keringanan dengan membayar fidyah.

Fidyah dapat dipahami sebagai harta benda dengan kadar tertentu yang wajib dikeluarkan kepada fakir miskin sebagai ganti ibadah yang ditinggalkan. Dalam konteks puasa Ramadan, fidyah bisa dipahami pengganti puasa yang ditinggalkan.

Ketentuan membayar fidyah ini tertulis dalam firman Allah dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 184 yang berbunyi sebagai berikut.

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Ketentuan kadar pemberian makanan kepada satu orang miskin ditentukan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Misalnya meninggalkan 1 hari puasa, maka diharuskan memberi makan satu orang miskin.

Empat Orang Wajib Membayar Fidyah

ilustrasi Al-Quran/freepik
ilustrasi Al-Quran/freepik

Berikut adalah kelompok orang yang harus membayar fidyah sebagai ganti telah meninggalkan puasa Ramadan, namun tidak bisa mengqada di hari lain.

1. Orang Sakit

Tidak semua orang sakit wajib membayar fidyah. Bila orang sakit tersebut telah sembuh, dan bisa mengqada puasanya, maka dia diwajibkan mengganti puasa yang bolong tersebut.

Sedangkan orang sakit yang wajib membayar fidyah adalah mereka yang tidak ada kemungkinan sembuh, atau sudah sakit yang ditentukan secara medis tidak boleh menjalankan puasa.

2. Orang Tua

Orang tua yang sudah tidak mampu lagi menjalankan ibadah puasa Ramadan, maka tidak diwajibkan lagi baginya untuk mengganti puasa di hari lain. Sebagai ganti, dia harus membayar fidyah.

3. Perempuan Hamil dan Menyusui

Seorang perempuan yang sedang mengandung atau menyusui dan khawatir akan kesehatan buah hatinya, maka diperbolehkan baginya tidak menjalankan puasa. Sebagai gantinya, dia harus membayar fidyah.

4. Telat Mengqada Puasa Ramadan

Bagi yang tidak menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, wajib baginya mengganti di bulan lain. Namun, bila telah tiba waktu Ramadan dan belum juga mengqadanya, maka dia diwajibkan mengganti puasa tersebut di tahun berikutnya dengan wajib membayar fidyah sebanyak jumlah hari puasa yang ia tinggalkan.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini