Pengertian Hikayat, Ciri-Ciri, Unsur, Isi, dan Nilai-nilainya

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan keluarga istana atau kaum bangsawan, orang-orang ternama, orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan, dan mukjizat tokoh utamanya.

Secara etimologis, istilah hikayat berasal dari bahasa Arab, yaitu 'haka', yang artinya menceritakan atau bercerita.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta.

Hikayat bisa dibilang miripcerita sejarah atau berbentuk riwayat hidup, yang di dalamnya banyak terdapat hal-hal yang tidak masuk akal dan penuh keajaiban.

Biasanya hikayat berisi kisah tentang kesaktian, kehidupan raja, kisah si baik dan si jahat, dan kisah-kisah khayalan lainnya.

Dalam hikayat kebanyakan kisahnya berakhir bahagia dan dimenangkan oleh tokoh yang baik sebagai tokoh utama atau pahlawan. Wajar hikayat biasanya akan dibacakan sebagai hiburan atau pelipur lara, bahkan untuk membangkitkan semangat juang seseorang.

Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri hikayat, unsur, isi dan nilai-nilainya yang perlu diketahui, seperti dilansir dari laman files1.simpkb.id, Kamis (23/9/2021).

Ciri-Ciri atau Karakteristik Hikayat

Ilustrasi masa lalu, sejarah. (Photo by Chris Lawton on Unsplash)
Ilustrasi masa lalu, sejarah. (Photo by Chris Lawton on Unsplash)

Hikayat merupakan bagian dari prosa lama yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Menggunakan bahasa Melayu lama.

2. Pralogis, yaitu ceritanya kadang-kadang sulit diterima akal.

3. Istana sentries, yaitu pusat cerita berada di lingkungan istana.

4. Anonim, maksudnya adalah prosa tersebut tidak jelas siapa pengarangnya.

5. Statis, yaitu bersifat baku dan tetap.

6. Menggunakan kata arkhais, yaitu kata-kata yang kini tidak lazim digunakan, semisal kata: sebermula, hatta, dan syahdan.

Unsur-Unsur Intrinsik Hikayat

Ilustrasi masa lalu, sejarah. (Photo by Joanna Kosinska on Unsplash)
Ilustrasi masa lalu, sejarah. (Photo by Joanna Kosinska on Unsplash)

Unsur-unsur dalam hikayat tidak jauh berbeda dari prosa-prosa lainnya. Hikayat dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerita dari dalam. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur pembangun cerita dari luar. Berikut ini unsur-unsur instrinsik dalam sebuah hikayat:

1. Tema, merupakan gagasan yang mendasari cerita.

2. Alur, merupakan jalinan peristiwa dalam cerita.

- Alur maju/lurus/progresif → peristiwa diceritakan secara urut dari awal sampai akhir.

- Alur mundur/flashback/regresif → cerita dimulai dari akhir atau tengah (konflik) kemudian dicari sebab-sebabnya.

- Alur campuran/maju mundur → menggunakan dua alur (novel/roman).

3. Latar, merupakan tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita.

- tempat → di mana peristiwa itu terjadi.

- waktu → kapan peristiwa itu terjadi.

- suasana→ bagaimana keadaan waktu peristiwa itu terjadi.

4. Tokoh, merupakan pemeran cerita. Penggambaran watak tokoh disebut penokohan.

  • Tokoh → nama tokoh/pelaku dalam hikayat (ada tokoh antagonis, protagonis, tritagonis)

  • Perwatakan → watak/sifat/karakteristik para tokoh (secara fisik maupun kejiwaan)

  • Penggambaran watak → cara pengarang menggambarkan watak tokoh, ini dibedakan menjadi lima cara:

a. langsung

b. dialog tokoh

c. tanggapan tokoh lain

d. jalan pikiran tokoh

e. tingkah laku dan lingkungan tokoh

5. Amanat, merupakan pesan yang disampaikan pengarang melalui cerita

6. Sudut pandang, merupakan pusat pengisahan dari mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita

- orang pertama tokoh utama

- orang pertama tokoh sampingan

- orang ketiga serba tahu

- orang ketiga tokoh utama

- orang ketiga dalam cerita/sebagai pengamat

7. Gaya, berkaitan dengan bagaimana penulis menyajikan cerita menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya.

- Suatu cerita tidak terlepas dengan bahasa kias dan konotasi, misalnya: metafora, personifikasi, hiperbola, paradoks, sinestesia, sinekdok.

Isi dan Nilai-Nilai Hikayat

Ilustrasi membaca buku. Credit: pexels.com/Melanie
Ilustrasi membaca buku. Credit: pexels.com/Melanie

Isi Hikayat

Memahami isi hikayat yaitu dengan cara menentukan siapa tokohnya, apa yang dilakukan, bagaimana ia melakukan, dengan siapa ia melakukan, di mana ia melakukan, apa hasil dari yang dilakukan, dan sebagainya (5 W+1 H).

Nilai-Nilai Hikayat

Sebelum membahas nilai-nilai dalam hikayat, ketahui dulu perbedaan dengan amanat. Amanat adalah pesan yang akan disampaikan pengarang lewat karyanya.

Sementara nilai-nilai adalah tuntunan perilaku atau hidup sesorang. Oleh karena itu, nilai-nilai biasanya tampak pada karakter tokoh cerita tersebut. Berikut nilai-nilai dalam hikayat yang perlu diketahui.

Nilai-nilai Hikayat:

1. Nilai Moral

Nilai moral dalah nilai yang berhubungan dengan baik buruknya sikap atau perbuatan tokoh dalam hikayat.

2. Nilai sosial

Nilai sosial merupakan nilai yang berhubungan dengan kehidupan di dalam masyarakat.

3. Nilai agama

Nilai agam adalah nilai yang berhubungan dengan masalah keagamaan atau hubungan manusia dengan Tuhan.

4. Nilai Pendidikan

Nilai pendidikan adalah yang berhubungan dengan sikap dan tata laku seseorang melalui upaya pengajaran dan latihan.

5. Nilai Budaya

Nilai Budaya merupakan nilai yang berhubungan dengan adat istiadat dan kebudayaan suatu daerah yang mendasari suatu cerita.

Sumber: simpkb.id

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel