Pengertian Indikator adalah Sesuatu yang Bisa Memberikan Keterangan

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Apa itu pengertian indikator? Indikator adalah bagian dari cara mendapatkan nilai, dengan wujud ciri-ciri atau ringkasan. Pengertian indikator adalah sesuatu yang bisa memberikan keterangan.

Ini sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang menjelaskan bahwa pengertian indikator adalah sesuatu yang dapat memberikan petunjuk atau keterangan.

Keterangan yang didapat dari indikator bisa bermacam-macam. Ini tergantung pada jenis indikator apa yang digunakan untuk membaca. Ada tiga jenis indikator yang perlu diketahui, mulai dari indikator pendidikan, kerja, dan penelitian.

Contoh paling mudah dipahami dari pengertian indikator adalah indikator untuk membedakan antara asam dan basa. Ini kerap digunakan dalam jenis indikator penelitian. Lalu jenis indikator pendidikan bisa memberi keterangan keberhasilan suatu pendidikan.

Hal yang sama ditegaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut WHO, pengertian indikator adalah suatu variabel yang dapat membantu penggunanya dalam kegiatan pengukuran berbagai macam perubahan yang terjadi baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang pengertian indikator menurut para ahli dan contohnya, Selasa (4/1/2022).

Pengertian Indikator Menurut Para Ahli

Ilustrasi Belajar Secara Online Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Belajar Secara Online Credit: pexels.com/pixabay

1. Pengertian Indikator Menurut Lawrence Green (1992)

Pengertian indikator adalah variabel-variabel yang dapat menunjukkan ataupun mengindikasikan kepada penggunanya tentang kondisi tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan yang terjadi.

2. Pengertian Indikator Menurut Wilson R. dan T. Sapanuchart (1993)

Pengertian indikator adalah suatu ukuran tidak langsung dari suatu kejadian atau kondisi. Contoh indikator adalah berat badan bayi berdasarkan umur merupakan indikator terhadap status gizi bayi tersebut.

3. Pengertian Indikator Menurut Departemen Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan Amerika Serikat (1969)

Pengertian indikator adalah statistik dari hal normatif yang menjadi perhatian kita yang dapat membantu kita dalam membuat penilaian ringkas, komprehensif, dan berimbang terhadap kondisi-kondisi atau aspek-aspek penting dari suatu masyarakat.

4. Pengertian Indikator Menurut World Health Organization (WHO)

Pengertian indikator adalah suatu variabel yang dapat membantu penggunanya dalam kegiatan pengukuran berbagai macam perubahan yang terjadi baik secara langsung ataupun tidak langsung.

5. Pengertian Indikator Menurut Darwin Syah

Pengertian indikator adalah suatu ciri atau tanda yang menunjukkan bahwa para peserta didik telah memenuhi standar kompentensi pendidikan yang sudah ditetapkan dan diberlakukan.

6. Pengertian Indikator Menurut Kemenkes RI (2004)

Pengertian indikator adalah variabel yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keadaan atau status dan memungkinkan dilakukannya pengukuran terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.

7. Pengertian Indikator Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian indikator adalah sesuatu yang dapat memberikan petunjuk atau keterangan.

Fungsi Indikator

Apabila sudah memahami pengertian indikator menurut para ahli, fungsi indikator secara umum wajib diketahui. Ini penjelasan fungsi indikator yang Liputan6.com lansir dari berbagai sumber:

1. Fungsi indikator adalah sebagai alat penunjuk perubahan dalam suatu kegiatan atau kejadian.

2. Fungsi indikator adalah pedoman bagi pengguna dalam menyusun alat ukur.

3. Fungsi indikator adalah pedoman membuat sebuah rencana dan melaksanakan segala sesuatu yang berkaitan dengan suatu kegiatan.

4. Fungsi indikator adalah pedoman dalam mengembangkan suatu kegiatan yang disesuaikan dengan karakteristik, potensi, kebutuhan, dan lingkungan.

5. Fungsi indikator adalah bagian dari pedoman memberikan penilaian terhadap hasil suatu kegiatan.

6. Fungsi indikator adalah ukuran keberhasilan dalam menyelesaikan suatu rencana.

7. Fungsi indikator adalah menjadi tolak ukur perubahan dan perkembangan yang terjadi.

8. Fungsi indikator adalah menunjukkan suatu keadaan atau kondisi tertentu.

9. Fungsi indikator adalah bagian dari proses pengelolaan agar sesuai dengan yang diharapkan.

10. Fungsi indikator adalah penilaian yang dilakukan dengan lebih objektif.

Contoh Penerapan Indikator

Ilustrasi Mempelajari Indiktor. Credit: pexels.com/Julia
Ilustrasi Mempelajari Indiktor. Credit: pexels.com/Julia

Pengertian indikator adalah sesuatu yang bisa memberikan keterangan atau petunjuk. Ini contoh penerapan indikator untuk membedakan asam dan basa pada ilmu kimia melansir dari jurnal berjudul Indikator Asam-Basa dari Bunga Dadap Merah oleh Rahmawati yang diterbitkan Universitas Tadulako, Palu.

Indikator asam basa adalah suatu senyawa organik yang dapat berubah warna dengan berubahnya pH, asam atau basa. Indikator alami dapat dibuat dari berbagai tumbuhan berwarna yang ada di sekitar. Akan tetapi, tidak semua tumbuhan berwarna dapat memberikan perubahan warna yang jelas pada kondisi asam maupun basa.

Hanya beberapa saja yang dapat dipakai, misalnya; bunga sepatu yang memberikan perubahan warna merah pada suasana asam dan hijau pada suasana basa (Nuryanti, dkk., 2010), bunga mawar yang memberikan perubahan warna merah dan kuning (Maryanti, dkk., 2011), bunga waru yang memberikan perubahan warna merah dan hijau (Frantauansyah, 2013) dan bunga johar yang memberikan perubahan warna kuning dan orange (Kurniawati, dkk., 2015).

Lalu dadap merah juga merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dijadikan indikator alami. Hal ini dikarenakan, antara bunga dari tanaman dadap merah maupun bunga-bunga tersebut di atas sama-sama mengandung senyawa pemberi warna pada tumbuhan, yakni antosianin (Sholikhin, dkk., 2013).

Contoh Penerapan Indikator Lainnya

Dalam dunia bisnis, KPI adalah indikator Kinerja pada perusahaan yang dapat diukur atau dihitung, seperti Pendapatan atau Kepuasan Pelanggan. Indikator Kinerja Utama dipakai untuk mengukur peningkatan, dengan begitu perusahaan dapat melihat apakah mereka semakin dekat dengan titik akhir, sasaran, atau strategi yang diinginkan.

KPI mungkin merupakan indeks dari beberapa ukuran, namun KPI tidak boleh digunakan untuk mengukur kemajuan proyek. Satu-satunya hal yang dapat dikatakan tentang sebuah proyek adalah, proyek tersebut telah dimulai, sedang berjalan, atau telah selesai. Ukuran sebenarnya adalah peningkatan yang dibuat proyek, bukan proyek itu sendiri. Kamu dapat menggunakan metode lain untuk mengukur proyek di tingkat operasional.

Contoh: Laba atas Investasi (ROI), yang merupakan persentase, terdiri dari dua ukuran, Biaya Investasi dan Laba Bersih (dari investasi selama waktu tertentu).

KPI digunakan untuk mengukur kinerja di tingkat organisasi, atau bisnis. KPI ini biasanya tidak akan diterapkan untuk mengukur kinerja individu. Terkadang, hubungan tidak langsung mungkin ada antara KPI dan ukuran bisnis, seperti bonus penjualan. Dalam contoh ini, pencapaian ukuran terkait penjualan akan memicu bonus terkait untuk tim penjualan. Namun, elemen bonus adalah ukuran bisnis, bukan ukuran pribadi.

Contoh: Kamu dapat menggunakan Pengembalian Investasi (ROI), untuk melihat seberapa baik kinerja produk atau layanan baru di pasar.

Jenis-Jenis Indikator

Ilustrasi Sekolah Secara Online Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Sekolah Secara Online Credit: pexels.com/pixabay

Ada tiga jenis indikator yang perlu diketahui, mulai dari indikator pendidikan, kerja, dan penelitian sebagaimana dalam paparan contoh. Ini penjelasan jenis-jenis indikator yang Liputan6.com lansir dari berbagai sumber:

1. Indikator Pendidikan

Jenis indikator pendidikan adalah indikator yang bisa dijumpai di semua instansi pendidikan. Indikator memiliki sifat wajib dan harus dibuat oleh pengelola pendidikan. Indikator pendidikan adalah digunakan untuk menilai efektivitas pendidikan yang diberikan kepada para siswanya dan dijadikan kompetensi dasar.

2. Indikator Kerja

Jenis indikator kerja adalah objeknya karyawan atau pekerja. Dunia kerja memosisikan jenis indikator adalah sebagai kinerja setiap karyawan. Didasarkan pada ketepatan waktu (disiplin), kemandirian, kualitas/kuantitas pekerjaan, efektivitas serta beberapa parameter lainnya.

3. Indikator Penelitian

Jenis indikator penelitian adalah menjadi tolak ukur dalam sebuah penelitian. Indikator ini paling banyak digunakan dalam penelitian ilmiah. Contoh penerapan jenis indikator penelitian adalah khusus lingkungan, reklamasi, bioteknologi dan sebagainya. Jenis indiktor penelitian memiliki sifat yang lebih luas dan memuat banyak hal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel