Pengertian Integrasi Sosial, Syarat, Bentuk, Faktor Pendorong dan Penghambatnya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Integrasi sosial adalah penyesuaian antara unsur-unsur yang berbeda terutama dalam kehidupan sosial sehingga dapat menghasilkan pola kehidupan yang nyaman bagi masyarakat.

Integrasi sosial merupakan gabungan dari dua istilah kata, yaitu 'integrasi' yang dalam Bahasa Inggris disebut dengan integration, yang memiliki arti kesempurnaan atau keseluruhan. Sementara kata 'sosial' berarti hubungan dan juga timbal balik dari tindakan yang dilakukan oleh masyarakat.

Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), integrasi adalah pembauran sesuatu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat.

Integrasi sosial mempunyai peran penting bagi semua kalangan masyarakat. Dengan adanya integrasi sosial yang baik, tujuan terbentuknya masyarakat harmonis akan mudah mencapai tujuan bersama.

Selain itu, melalui proses integrasi sosial, segala bentuk keteraturan sosial mengenai hukum, budaya, arti pendidikan, dan sebagainya akan mudah dilakukan.

Jadi, integrasi sosial dapat dipandang sebagai suatu elemen yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya konflik sosial pada masyarakat.

Bagi kamu yang ingin mengerti lebih dalam tentang integrasi sosial, bisa membaca dan memahami pengertian dari para ahli, syarat hingga bentuk-bentuknya.

Berikut ini rangkuman tentang pengertian integrasi sosial dari para ahli, syarat hingga bentuk-bentuknya, seperti dilansir dari laman Studiobelajar dan Dosensosiologi, Kamis (11/3/2021).

Pengertian Integrasi Sosial Menurut Ahli

Ilustrasi budaya masyarakat Indonesia. Credit: unsplash.com/Ruben
Ilustrasi budaya masyarakat Indonesia. Credit: unsplash.com/Ruben
  • Gillin

Integrasi sosial ialah fenomena sosial yang terjadi karena adanya proses sosial, terutama mengenai perbedaan unsur budaya, emosional, perilaku, dan keinginan yang akhirnya menimbulkan aspek masalah sosial sehingga dengan menyadari hal ini masyarakat akan melakukan proses perdamaian yang dikenal dengan integrasi.

  • Soerjono Soekanto

Integrasi sosial adalah satu di antara bentuk proses sosial yang dilakukan oleh berbagai pihak di dalam mengatasi permasalahan dalam kehidupan masyarakat. Permasalahan ini bisa dilatarbelakangi dengan adanya kekerasan, konflik sosial, dan juga ancaman dari pihak lain atau kelompok lain.

  • Hendropuspito

Integrasi sosial adalah kesatuan masyarakat yang akhirnya membuat setiap arti masyarakat menjadi satu dalam visi dan misi.

  • Paul B.Horton

Integrasi adalah serangkaian proses sosial dan interaksi sosial terhadap semua kelompok etnis dan ras yang dapat bersatu sehingga menunjang kehidupan ekonomi dan budaya.

Syarat-syarat Integrasi Sosial

Ilustrasi kehidupan sosial.  (Photo by Fikri Rasyid on Unsplash)
Ilustrasi kehidupan sosial. (Photo by Fikri Rasyid on Unsplash)

Menurut pendapat yang dikemukakan oleh William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, syarat berhasilnya dari suatu integrasi sosial ialah sebagai berikut:

1. Anggota masyarakat berhasil mengisi kebutuhan di antara mereka. Artinya, kebutuhan fisik dan sosial mereka terpenuhi oleh sistem sosial. Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut membuat tiap anggota masyarakat saling menjaga keterikatan satu dengan yang lain.

2. Norma-norma serta nilai sosial tersebut berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, serta dijalankan secara konsisten oleh seluruh anggota masyarakat.

3. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama, di mana membahas norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan serta dijadikan pedoman dalam hal-hal yang dilarang menurut kebudayaan.

Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial

Ilustrasi kehidupan sosial. (Foto: Loifotos/Pexels.com)
Ilustrasi kehidupan sosial. (Foto: Loifotos/Pexels.com)

1. Integrasi Normatif

Integrasi normatif bisa diartikan sebagai bentuk integrasi yang terjadi karena adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. Norma merupakan hal yang mampu mempersatukan masyarakat. Contohnya, bangsa Indonesia dipersatukan prinsip Bhinneka Tunggal İka.

2. Integrasi Fungsional

Integrasi fungsional muncul disebabkan fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat. Integrasi dapat terbentuk dengan mengedepankan fungsi dari masing-masing pihak yang ada dalam masyarakat. Sebagai contoh, Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku.

3. Integrasi Koersif

Integrasi ini terbentuk karena ada kekuasaan yang dimiliki penguasa. Maksudnya, penguasa menerapkan cara-cara koersif atau kekerasan. Sebagai contoh integrasi koersif adalah perusuh yang berhenti mengacau ketika polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan perusuh tersebut.

Faktor Pendorong dan Penghambat Integrasi Sosial

Ilustrasi bendera Indonesia. (Photo by crysia . on Unsplash)
Ilustrasi bendera Indonesia. (Photo by crysia . on Unsplash)

Faktor Pendorong terjadinya Integrasi Sosial

Faktor Internal

  1. Adanya sikap saling menghargai dan toleransi antarindividu dan kelompok.

  2. Adanya sikap terbuka terhadap perubahan,

  3. Adanya kesadaran bahwa manusia sebagai makhluk sosial akan selalu membutuhkan orang lain.

  4. Terjadinya kontak dengan kebudayaan lain secara intensif.

Faktor Eksternal

  1. Adanya pertambahan populasi penduduk yang heterogen/beragam.

  2. Adanya sistem pendidikan yang maju.

  3. Adanya sistem masyarakat yang terbuka dengan budaya asing.

  4. Adanya musuh dari luar kelompok yang harus dihadapi bersama.

Faktor Penghambat Integrasi Sosial

Faktor Internal

  1. Adanya sikap individu/kelompok yang masih sangat tradisional.

  2. Adanya ikatan sosial yang rendah antarindividu dan kelompok.

  3. Adanya sikap curiga dan prasangka terhadap kelompok lain.

  4. Adanya sifat primordial, yakni merasa kebudayaan sendiri lebih baik dari kebudayaan lainnya.

Faktor eksternal

  1. Adanya kesenjangan sosial yang memunculkan kecemburuan sosial antarkelompok.

  2. Adanya ketidakmerataan pembangunan.

  3. Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat.

  4. Adanya sistem masyarakat yang tertutup dengan budaya asing.

Sumber: Studiobelajar, Dosensosiologi