Pengertian Kelangkaan, Ciri-Ciri, Penyebab, dan Dampaknya yang Wajib Diketahui

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Pengertian kelangkaan adalah terbatasnya sumber daya untuk mencukupi atau memuaskan kebutuhan manusia. Secara sederhana, pengertian kelangkaan adalah terbatasnya sumber daya, sehingga mengakibatkan kebutuhan manusia tidak tercukupi.

Sementara secara umum, pengertian kelangkaan adalah kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan semua kebutuhan kita. Dengan kata lain, kelangkaan terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia.

Ada beberapa jenis kelangkaan, di antaranya kelangkaan sumber daya manusia (SDM), kelangkaan sumber daya alam (SDA), kelangkaan sumber daya entrepreneurship (kewirausahaan), hingga kelangkaan sumber daya modal. Terjadinya kelangkaan disebabkan oleh beberapa faktor.

Berikut ini ulasan mengenai pengertian kelangkaan, ciri-ciri, penyebab, dampak, dan cara mengatasinya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (10/11/2021).

Pengertian Kelangkaan

Warga antre dengan meletakkan jerigen untuk mendapatkan bahan bakar minyak di SPBU Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10). Untuk mendapatkan BBM Pertamax atau Pertalite harus antre sejak malam hingga pagi dini hari. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Warga antre dengan meletakkan jerigen untuk mendapatkan bahan bakar minyak di SPBU Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10). Untuk mendapatkan BBM Pertamax atau Pertalite harus antre sejak malam hingga pagi dini hari. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan bahwa pengertian kelangkaan adalah keterbatasan sumber daya, hingga menyebabkan keperluan masyarakat tidak bisa tercukupi. Selain itu, pengertian kelangkaan yang lainnya adalah ketika manusia memerlukan sesuatu, namun tidak langsung bisa memperoleh apa yang dibutuhkannya.

Sedangkan dalam ilmu ekonomi, pengertian kelangkaan adalah salah satu masalah ekonomi yang paling mendasar yang dihadapi oleh manusia setiap hari, yang umumnya banyak digunakan dalam bisnis untuk bisa mengartikan adanya kesenjangan antara tingkat penawaran dan juga permintaan.

Ciri-Ciri Kelangkaan

Pompa tertutup terlihat di sebuah pompa bensin di Manchester yang kehabisan bahan bakar setelah pecahnya panic buying, Senin (27/9/2021). Tentara mungkin dilibatkan untuk mengirimkan bensin ke stasiun-stasiun yang mengering, ketika krisis bahan bakar Inggris masih berlanjut. (AP Photo/Jon Super)
Pompa tertutup terlihat di sebuah pompa bensin di Manchester yang kehabisan bahan bakar setelah pecahnya panic buying, Senin (27/9/2021). Tentara mungkin dilibatkan untuk mengirimkan bensin ke stasiun-stasiun yang mengering, ketika krisis bahan bakar Inggris masih berlanjut. (AP Photo/Jon Super)

Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa ciri-ciri terjadinya kelangkaan. Beberapa ciri-ciri terjadinya kelangkaan adalah sebagai berikut:

  1. Jarang bisa diperoleh sumber daya, atau tidak mencukupi. Sehingga alat pemuas barang dan jasa akan menjadi sangat terbatas.

  2. Keinginan ataupun keperluan manusia sangatlah tinggi. Bisa kita katakan bahwa kebutuhan manusia sangatlah tidak terbatas.

  3. Jumlah alat yang mampu memenuhi keperluan manusia juga sangatlah terbatas, sudah tidak diproduksi lagi, sehingga akan mengakibatkan kesulitan untuk bisa diperoleh.

  4. Melambungnya harga permintaan daripada harga pada umumnya. Hal tersebut dikarenakan jumlahnya yang terbatas, sedangkan permintaan dari konsumen sangatlah tinggi.

  5. Setiap konsumen harus bisa berkorban lebih banyak agar bisa mendapatkan alat pemuas yang berbentuk barang ataupun jasa, bahkan hingga bisa mengorbankan keperluan banyak orang agar bisa memenuhi keperluan lainnya yang lebih penting.

Penyebab Kelangkaan

Pandangan udara permukiman padat penduduk di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pandangan udara permukiman padat penduduk di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kelangkaan tidak bisa terjadi begitu saja, ada banyak sekali hal yang bisa menyebabkan kelangkaan. Beberapa penyebab kelangkaan adalah sebagai berikut:

1. Pertumbuhan Penduduk

Salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat tanpa harus disertai dengan proses produksi suatu pemuas kebutuhan yang memadai akan bisa mengakibatkan terhambatnya proses pemenuhan keperluan hidup setiap manusia. Pertumbuhan angka penduduk yang tinggi akan semakin mengakibatkan keperluan hidup manusia yang harus dipenuhi, sehingga akan semakin tidak terkendali.

2. Kemampuan Produksi

Kemampuan produksi akan ditentukan oleh faktor produksi yang berbentuk tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan juga kewirausahaan. Berbagai faktor pendukung tersebut jumlahnya pun sangat terbatas, sehingga secara otomatis akan berdampak pada terjadi atau tidaknya suatu kelangkaan.

3. Perbedaan Letak Geografis

Kondisi alam di setiap daerah tidaklah sama, setiap daerah mempunyai karakteristik nya tersendiri. Dari setiap karakteristik ini nantinya akan menciptakan tingkat keberagaman sumber daya, sesuai dengan potensi yang ada pada tiap wilayahnya. Adanya persebaran kondisi geografis itulah yang menjadi penyebab kelangkaan sumber daya.

4. Bencana Alam

Bencana alam adalah salah satu faktor yang mengakibatkan kelangkaan menjadi tidak bisa diprediksi oleh manusia. Bencana alam akan selalu menyisakan kerusakan infrastruktur, bangunan, sumber daya alam lain yang rusak, hingga mengakibatkan korban jiwa.

5. Pandemi

Pandemi yang terjadi selama lebih dari satu tahun ini menjadi penyebab terjadinya kelangkaan yang juga tidak bisa diprediksi oleh manusia. Adanya pembatasan sosial berskala besar membuat terhentinya proses produksi barang, pemanfaatan jasa pun menjadi sangat terbatas, selain itu sumber daya manusia juga menjadi sangat terbatas, karena banyak orang yang menjadi korban. Jadi, bisa kita bayangkan bersama betapa pandemi ini menyebabkan kelangkaan yang besar di berbagai sektor ekonomi.

Dampak Kelangkaan

Seorang anak berjalan ke warung di perkampungan kumuh kawasan Semper, Cilincing, Jakarta, Selasa (12/10/2021). Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta per September 2021 mencatat, jumlah penduduk miskin di Ibu Kota mencapai 362 ribu jiwa. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Seorang anak berjalan ke warung di perkampungan kumuh kawasan Semper, Cilincing, Jakarta, Selasa (12/10/2021). Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta per September 2021 mencatat, jumlah penduduk miskin di Ibu Kota mencapai 362 ribu jiwa. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Berikut ini dampak dari kelangkaan, diantaranya:

1. Kenaikan Harga

Jika permintaan lebih besar dari ketersediaan sumber daya, maka harga akan melambung. Hal ini wajar terjadi, karena siapa cepat, dia dapat, dan siapa berani bayar lebih tinggi, dia juga yang dapat. Sebagai contoh, sebelum pandemi datang, masker medis di pasaran hanya seharga 30 ribu perak satu box dengan isi 100 lembar masker, di masa pandemi, masyarakat wajib memakai masker ketika keluar ruangan, karena setiap orang butuh masker, maka harga masker menjadi melambung sampai 10 kali lipat, bahkan sempat hilang dari peredaran.

2. Pengangguran Meningkat

Kelangkaan alat pemuas kebutuhan, menyebabkan perputaran roda ekonomi tidak berjalan dengan lancar. Sehingga banyak hal yang tidak dapat terpenuhi, termasuk pula ketersediaan sumber pembiayaan untuk menggaji tenaga kerja. Bagaimana dapat menggaji seorang tenaga kerja, jika sumber daya finansialnya tidak ada. Dengan kelangkaan jenis ini, sumber daya manusia produktif tidak memiliki pekerjaan.

3. Kriminalitas Meningkat

Untuk memuaskan kebutuhan, seseorang harus memiliki alat tukar yang seimbang. Untuk memperoleh alat tukar, diperlukan suatu usaha dan pengorbanan. Usaha yang dilakukan, jika tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, maka usaha ini tidak akan menghasilkan nilai tukar. Ketika seseorang tidak dapat memuaskan kebutuhannya karena tidak memiliki nilai tukar, lama-lama mereka akan melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhannya. Pada kondisi ini, berdampak pada potensi terjadinya kriminalitas.

4. Angka Kemiskinan Bertambah

Minimnya sumber daya yang mampu menghadirkan daya beli, berdampak pada ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan. Tidak terbelinya alat pemuas kebutuhan pokok, dapat diindikasikan sebagai munculnya kemiskinan. Angka kemiskinan yang muncul akibat kelangkaan, berdampak pada sulit majunya sebuah negara berkembang.

Cara Mengatasi Kelangkaan

Kegiatan launching gerakan jaga alam dan air (Gejala) yang ditandai dengan Pengerjaan Pompa Hidram Tahap ke III  di Dusun Wolowona Desa Wolowona Kecamatan Paga Kabupaten Sikkan, NTT. (Liputan6.com/Dionisius Wilibrdus)
Kegiatan launching gerakan jaga alam dan air (Gejala) yang ditandai dengan Pengerjaan Pompa Hidram Tahap ke III di Dusun Wolowona Desa Wolowona Kecamatan Paga Kabupaten Sikkan, NTT. (Liputan6.com/Dionisius Wilibrdus)

Berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasi kelangkaan, yaitu:

1. Menyusun Skala Prioritas

Cara mengatasi kelangkaan yang pertama yakni menyusun skala prioritas. Supaya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, penting bagi setiap manusia untuk membuat perencanaan. Perencanaan harus disusun berdasarkan skala prioritas dari yang paling penting sampai dengan yang tidak penting. Menyusun skala prioritas menjadi salah satu langkah yang baik untuk dapat mengatasi kegagalan.

2. Menghemat Penggunaan SDA

Meski sumber daya alam memang berlimpah, tetapi jika tidak dibatasi pemanfaatannya maka perlahan akan menipis dan dapat habis. Setiap manusia diharapkan dapat bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam secara baik, bukan mengeksploitasi berlebihan.

3. Menjaga Kelestarian Alam

Menjaga kelestarian alam merupakan kewajiban setiap manusia. Dibutuhkan kesadaran pada setiap manusia agar dapat melestarikan sumber daya alam, misalkan dengan cara menanam atau meremajakan hutan kembali.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel