Pengertian Konotasi dan Denotasi Lengkap Beserta Contohnya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Konotasi dan denotasi bukan istilah yang asing. Istilah konotasi dan denotasi digunakan dalam banyak hal, terutama dalam ilmu bahasa.

Konotasi adalah sebuah kata yang mengandung makna kias atau bukan kata sebenarnya. Sementara, denotasi adalah sebuah kata yang memiliki arti yang sebenarnya dan apa adanya seperti yang sehari-hari kita gunakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konotasi adalah kata yang mempunyai makna lain di baliknya atau sesuatu makna yang berkaitan dengan sebuah kata.

Sedangkan denotasi menurut KBBI, adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif.

Konotasi biasanya sering kita jumpai pada sebuah pantun, cerpen, dan beberapa karya seni sastra lainnya. Adanya konotasi tersebut bertujuan untuk memperindah sebuah kalimat ungkapan pada sebuah kata.

Sementara, denotasi sangat mudah dijumpai karena merupakan kata yang sebanarnya tertulis pada kalimat.

Untuk lebih memahami lebih dalam tentang konotasi dan denotasi, perlu mengetahui ciri serta contohnya.

Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri konotasi dan denotasi lengkap beserta contoh kalimatnya, seperti dilansir dari laman Pakdosen.co.id, Rabu (5/5/2021).

Ciri-Ciri Konotasi dan Denotasi

Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Ciri-Ciri Kata Bermakna Denotasi

- Makna kata sesuai apa adanya.

- Makna kata sesuai hasil observasi.

- Makna yang menunjukkan langsung pada acuan atau makna dasarnya.

Ciri-Ciri Kata Bermakna Konotasi

- Makna tidak sebenarnya.

- Makna tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.

- Makna tambahan berupa nilai rasa.

Contoh Kalimat Denotatif

Ilustrasi menulis. (Photo by rishi on Unsplash)
Ilustrasi menulis. (Photo by rishi on Unsplash)

- Kambing hitam Pak Arif sudah terjual di pasar hewan. 'Kambing hitam' bermakna sebenarnya, yaitu kambing berwarna hitam.

- Bapak mendapat meja hijau gratis saat membeli beberapa barang elektronik. 'Meja hijau' bermakna sebenarnya, meja bewarna hijau

- Adik duduk di kursi empuk yang terbuat dari busa. 'Duduk' bermakna sebenarnya, yaitu meletakkan tubuh atau terletak tubuhnya dengan bertumpu pada pantat.

- Panci ibu memanas setelah tiga menit diletakkan di atas kompor. 'Memanas' bermakna sebenarnya, yaitu mulai menjadi panas.

- Marina mengangkat tangannya ketika dipanggil ibu guru. 'Mengangkat tangan; bermakna sebenarnya, yaitu melakukan angkat tangan.

- Saya membantu ibu menggulung tikar usai pertemuan keluarga selesai. 'Menggulung tikar' bermakna sebenarnya, yaitu melakukan gulungan pada tikar.

- Bau sampah dari masakan itu begitu pekat tercium hidung. 'Bau' bermakna sebenarnya aroma tidak sedap.

- Tini menyukai buah manggis. 'Menyukai' bermakna suka dan senang dengan buah manggis.

- Adik kecilku sangat suka menggigit jari. 'Menggigit jari' bermakna memasukkan jari ke mulut dan di gigit.

- Sungai yang berada di belakang rumah Anggi meluap akibat hujan tadi malam. 'Meluap' bermakna melimpah dengan banyak.

Contoh Kalimat Konotatif

Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com
Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com

- Ririn anak yang ringan tangan dan baik. 'Ringan tangan' bermakna anak yang rajin/suka menolong.

- Mutia merupakan anak emas dalam keluarganya. 'Anak emas' bermakna anak yang paling disayang.

- Pejabat tersebut mencari kambing hitam untuk mempertahankan jabatannya. 'Kambing hitam' bermakna orang yang disalahkan.

- Karena besar kepala, Reno dijauhi teman-temannya. 'Besar kepala' bermakna sombong.

- Setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan hati dingin. 'Hati dingin' bermakna sabar.

- Pak Rizal menjadi tangan kanan polisi untuk membantu memecahkan kasus penculikan. 'Tangan kanan' bermakna orang kepercayaan.

- Banyak pahlawan yang telah gugur dalam medan perang. 'Gugur' bermakna meninggal dunia

- Seorang kuli tinta sedang melakukan peliputan berita. 'Kuli tinta' bermakna wartawan.

- Kesuksesan instan yang dia peroleh membuat dirinya menjadi lupa daratan. 'Lupa daratan' bermakna sombong/lupa diri.

- Para buruh merasa bahwa perusahaan tempat mereka bekerja hanya menjadikan mereka sebagai ssapi perah belaka. 'Sapi perah' bermakna orang yang dimanfaatkan oleh orang lain demi sebuah keuntungan.

Sumber: Pakdosen