Pengertian Negosiasi, Tahapan, Faktor Utama, Tujuan, dan Manfaatnya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Negosiasi merupakan bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama sehingga kedua pihak saling sepakat dan diuntungkan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.

Adapun secara etimologis, kata negosiasi berasal dari bahasa Inggris yaitu 'to negotiate' dan 'to be negotiating' yang artinya membicarakan, merundingkan, atau menawarkan.

Dari kata tersebut kemudian memiliki turunan lain, yaitu 'negotiation' yang artinya aktivitas membicarakan atau merundingkan sesuatu dengan pihak lain untuk mencapai kesepakatan.

Jadi, bisa disimpulkan negosiasi adalah suatu bentuk interaksi sosial antara beberapa pihak yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama yang dianggap menguntungkan pihak-pihak yang bernegosiasi.

Negosiasi bisa dibilang bentuk komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Setiap orang pernah melakukan negosiasi, baik dalam forum formal maupun non-formal.

Di sisi lain, ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang negosiasi, seperti pengertian dari para ahli, tahap-tahap, tujuan hingga manfaatnya.

Berikut ini rangkuman tentang pengertian negosiasi menurut ahli, tahap-tahap, faktor utama, tujuan dan manfaat, seperti dikutip dari laman Sarjanaekonomi dan Liputan6.com, Rabu (6/1/2021).

Pengertian Negosiasi Menurut Para Ahli

Ilustrasi negosiasi. Tim Credit: pexels.com/fauxels
Ilustrasi negosiasi. Tim Credit: pexels.com/fauxels

1. Hartman

Negosiasi merupakan suatu proses komunikasi yang di mana dua pihak masing-masing dengan suatu tujuan dan sudut pandang mereka sendiri berusaha akan mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak tersebut mengenai masalah yang sama.

2. Henry Kissinger

Negosiasi merupakan sebuah proses untuk dapat menggabungkan posisi konflik ke posisi umum, di bawah aturan keputusan bulat.

3. Oliver

Negosiasi merupakan sebuah transaksi di mana kedua belah pihak akan mempunyai hak atas hasil akhir.

4. Casse

Negosiasi ialah suatu proses di mana paling sedikit ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan, dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bisa bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama.

5. Jackman

Negosiasi adalah satu di antara proses yang terjadi antara dua pihak atau lebih yang pada awalnya yang memiliki pemikiran yang berbeda hingga akhirnya dapat mencapai kesepakatan.

6. Robbins

Negosiasi adalah suatu proses di mana dua pihak atau lebih bertukar barang dan jasa dan mencoba untuk menyepakati tingkat kerja sama untuk mereka.

Tahap-Tahap Negosiasi

Ilustrasi negosiasi. Credit: unsplash.com/SalesNavigator
Ilustrasi negosiasi. Credit: unsplash.com/SalesNavigator

1. Persiapan dan Perencanaan

Tahap pertama dalam negosiasi adalah persiapan dan perencanaan. Proses mengumpulkan data diperlukan untuk mendukung posisi negosiator. Menyampaikan argumen dalam proses mendukung posisi negosiator juga harus dengan bijaksana.

2. Menentukan Aturan

Pada tahap ini harus menentukan garis besar dan aturan-aturan untuk melakukan proses negosiasi, siapa yang akan menjadi bagian dari negosiasi dan masalah apa yang akan dinegosiasikan.

3. Penjelasan

Pada tahap ini, tiap pihak harus mengutarakan apa yang diinginkan. Tiap pihak bisa memberi dokumentasi atau pemaparan yang jelas dan diperlukan untuk mendukung posisi masing-masing pihak.

4. Tawar-menawar dan Penyelesaian Masalah

Selanjutnya tahap tawar-menawar dan penyelesaian masalah. Tahap ini bertujuan mencari solusi. Kedua belah pihak diharapkan saling fokus pada masalah dan kepentingan, bukan pada orang atau posisi dalam mencapai titik temu.

5. Penutupan dan Implementasi

Sedangkan pada tahap ini atau tahap terakhir dari proses negosiasi. Segala sesuatu diputuskan secara bersama. Tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

- Dokumen yang sudah disepakati.

- Meneliti kembali pon-poin utama untuk menghindari salah pengertian.

- Uraikan dengan jelas semua ketetapan dari persetujuan.

- Kedua pihak harus membaca dan menandatangani dalam memperoleh kesepakatan atas apa yang dirundingkan.

Faktor Utama dan Tujuan Negosiasi

Ilustrasi negosiasi. Credit: unsplash.com/BrookeCalge
Ilustrasi negosiasi. Credit: unsplash.com/BrookeCalge

Faktor Utama

Ada beberapa faktor utama yang berlaku dalam negosiasi, antara lain:

1. Para pihak yang terlibat.

2. Hubungan.

3. Komunikasi.

4. Alternatif.

5. Opsi realistis.

6. Klaim yang sah

Tujuan Negosiasi

- Untuk dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

- Untuk dapat menyelesaikan masalah dan menemukan solusi dari masalah yang sedang dihadapi para pihak-pihak yang bernegosiasi.

- Untuk bisa mencapai suatu kondisi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang akan bernegosiasi di mana semuanya mendapatkan manfaat (win-win solution).

Manfaat Negosiasi

Ilustrasi negosiasi. /copyright unsplash/rawpexel
Ilustrasi negosiasi. /copyright unsplash/rawpexel

- Menciptakan suatu jalinan kerja sama antara satu pihak dengan pihak lainnya untuk dapat mencapai tujuan masing-masing.

- Adanya saling pengertian di antara masing-masing pihak yang akan bernegosiasi mengenai kesepakatan yang akan diambil dan dampaknya bagi semua pihak.

- Negosiasi akan bermanfaat bagi terciptanya suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang akan bernegosiasi.

- Terciptanya suatu interaksi yang positif antara pihak-pihak yang akan bernegosiasi sehingga jalinan kerja sama akan menghasilkan suatu dampak yang lebih luas bagi banyak orang.

Sumber: sarjanaekonomi, Liputan6.com (Reporter: Fakhriyan Ardyanto, Editor: Septika Shidqiyyah. Published: 17/12/2020)