Pengertian Pidato Persuasif, Ciri-Ciri, Tujuan, Prinsip, Struktur, dan Cara Menyusunnya

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Pidato persuasif adalah pidato yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk melakukan sesuatu. Sejatinya pidato adalah kegiatan berbicara di depan umum yang bertujuan untuk menyampaikan maksud dan pendapatnya mengenai suatu hal.

Dalam berpidato biasanya seseorang membawakan topik mengenai hal atau peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan kepada khalayak ramai.

Pidato memiliki jenis yang beragam sesuai dengan tujuannya. Satu di antara jenis pidato yang ada adalah pidato persuasif.

Pidato persuasif bersifat mengimbau atau mengajak masyarakat untuk berbuat suatu hal yang berguna bagi kehidupan. Pidato persuasif merupakan satu di antara cara menggerakkan masyarakat untuk berbuat lebih baik dan lebih kreatif.

Jadi, pidato persuasif sifatnya sama dengan definisinya, yaitu mengajak, memengaruhi, dan menghimbau pendengarnya untuk melakukan hal yang dianggap bermanfaat bagi kepentingan bersama.

Untuk memahami lebih lanjut tentang pidato persuasif, ketahui juga ciri-ciri, tujuan, struktur, kaidah kebahasaan hingga langkah menyusunnya.

Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri pidato persuasif, tujuan, struktur hingga cara menyusunnya, seperti dikutip dari laman Repositori.kemdikbud dan Serupa, Kamis (18/2/2021).

Ciri-Ciri dan Tujuan Pidato Persuasif

Ilustrasi berpidato. /Pexels
Ilustrasi berpidato. /Pexels

Ciri-Ciri Pidato Persuasif

- Bersifat mendorong/mengajak.

- Reaksi yang diinginkan adalah membangkitkan emosi agar pendengar menyetujui atau meyakini dan mungkin membangkitkan timbulnya tindakan tertentu pada pendengarnya.

- Menggunakan kalimat-kalimat yang bersifat membangun.

- Menyertakan topik permasalahan yang akan dibahas dan dijelaskan.

Tujuan Pidato Persuasif

Pidato persuasif bertujuan ingin mengajak/membujuk pendengar agar terpengaruh terhadap isi pidato yang disampaikan. Contohnya adalah pidato tentang budaya bersih dan pidato keagamaan.

Topik yang tepat antara lain:

- Buanglah sampah pada tempatnya

- Jagalah kebersihan lingkungan

Prinsip-Prinsip Pidato Persuasif

Ilustrasi berpidato. /Unsplash
Ilustrasi berpidato. /Unsplash

1. Membujuk demi konsistensi

Prinsip pertama persuasif yaitu untuk mengubah perilaku apabila perubahan yang dianjurkan sejalan dengan kepercayaan, sikap, dan nilai mereka saat ini. Perubahan perilaku akan lebih mungkin bila konsisten dengan nilai, sikap, dan kepercayaan.

2. Membujuk demi perubahan-perubahan kecil

Perubahan perilaku lebih memungkinkan apabila perubahan yang dianjurkan merupakan perubahan kecil, bukan perubahan perilaku besar. Kesalahan umum pembicara pemula adalah keinginan yang menuntut terlalu banyak perubahan dan tergesa-gesa.

3. Membujuk demi keuntungan

Masyarakat akan mengubah perilakunya apabila perubahan yang disarankan akan menguntungkan.

4. Membujuk demi pemenuhan kebutuhan

Mengubah perilaku masyarakat apabila perubahan yang disarankan berhubungan dengan kebutuhan mereka.

5. Membujuk berdasarkan pendekatan pendekatan gradual (sedikit demi sedikit)

Efektivitas pidato persuasif bergantung pada penerimaan khalayak terhadap perubahan yang disarankan pembicara. Pendekatan gradual (sedikit demi sedikit) yang lebih memungkinkan untuk bekerja dibandingkan dengan pendekatan yang meminta masyarakat untuk segera mengubah perilakunya.

Struktur Pidato Persuasif

Ilustrasi pidato. /Unsplash
Ilustrasi pidato. /Unsplash

Struktur teks pidato persuasif terdiri atas tiga bagian, yaitu pembukaan, isi pidato, dan yang terakhir penutup. Jika satu di antara struktur tidak ada, teks pidato tersebut tidak akan menjadi teks pidato yang sempurna.

1. Pembukaan

Pembukaan teks pidato terdiri atas tiga bagian, yaitu salam pembuka, ucapan penghormatan, dan ucapan syukur.

  • Salam pembuka

  • Ucapan penghormatan

Ucapan penghormatan dalam sebuah pidato biasanya dilakukan dengan menyebutkan orang yang dianggap lebih tinggi jabatannya terlebih dahulu dan kemudian seterusnya sampai berada pada jabatan paling bawah.

  • Ucapan syukur

Ucapan syukur biasanya dibacakan karena rasa syukur sang orator (pembaca pidato) terhadap Tuhan karena dirinya dan para tamu bisa diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat berkumpul dan menghadiri acara pidato tersebut.

2. Isi Pidato

Isi pidato adalah bagian yang penting karena dalam isi ini mengandung inti dari sesuatu yang akan disampaikan dan dibicarakan. Pada bagian isi ini sang orator akan menjelaskan secara detail dan jelas mengenai apa yang disampaikannya kepada para pendengar.

3. Penutup Pidato

Penutup pidato adalah akhir dari sebuah pidato. Pidato yang baik biasanya berisi hal-hal berikut

- Kesimpulan secara ringkas dari materi yang dijelaskan.

- Permintaan maaf kepada pendengar jika ada salah dalam berkata dan juga menyinggung pembaca, dan

- Salam penutup.

Kaidah Kebahasaan Pidato Persuasif

Ilustrasi pidato. (Liputan6/Pixabay)
Ilustrasi pidato. (Liputan6/Pixabay)

Kaidah kebahasaan teks persuasif dapat juga disebut sebagai karakteristik atau ciri bahasa dari teks persuasif yaitu:

1. Bersifat mengajak dan memengaruhi.

2. Adanya kata-kata persuasi atau bujukan, seperti ayo, mari.

3. Memuat sejumlah pendapat dan fakta.

4. Banyak menggunakan kata ganti kita, sebagai tanda bahwa tidak ada pembeda antara penulis dengan pembaca sehingga daya bujuk terhadap pembaca akan lebih kuat.

5. Menggunakan kalimat yang bersifat membangun.

6. Menggunakan intonasi yang baik, yang dapat mempersuasi pendengar.

7. Lafal harus jelas (bila dilisankan).

Langkah Menulis Pidato Persuasif

Ilustrasi berpidato. Credit: pexels.com/fauxels
Ilustrasi berpidato. Credit: pexels.com/fauxels

Menulis pidato persuasif berarti melaksanakan persiapan yang matang sebelum menulisnya. Berikut persiapan menulis pidato persuasif:

Pelajari Topik

Ketahui dan pelajari topik yang akan disampaikan. Lakukan kajian sebanyak mungkin hal-hal yang berkaitan dengan topik tersebut. Luangkan waktu untuk membaca buku mengenai topik yang akan disampaikan. Catat berbagai data dan sumber penting yang dapat digunakan untuk memperkuat argumen.

Pahami Tujuan

Pastikan tujuan yang ingin dicapai dapat dipahami dan sesuai urgensi topik.

Pahami Audiensi

Pelajari siapa audiensi yang akan mendengarkan pidato, setiap audiensi memiliki kebutuhan tersendiri.

Sumber: Repositori.kemdikbud, Serupa