Pengertian Proposal, Jenis, Tujuan, Fungsi, Manfaat, dan Cara Menyusunnya

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Proposal adalah rancangan usulan kegiatan yang dituangkan dalam bentuk tulisan serta dijelaskan secara terperinci dan sistematis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Adapun kata proposal berasal dari bahasa Inggris “to propose” yang artinya mengajukan.

Proposal dibuat untuk menjelaskan rencana dan tujuan suatu kegiatan secara jelas dan detail. Selain itu, dalam proposal, biasanya juga terdapat rincian mengenai dana yang dibutuhkan dalam pelaksanaannya.

Pemahaman tentang pembuatan proposal tentu sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang bergelut, khususnya di dunia pendidikan dan dunia kerja.

Untuk memahami apa yang dimaksud dengan proposal dengan lebih jelas, kamu perlu mengetahui pengertian dari para ahli, jenis, fungsi, tujuan hingga cara menyusunnya.

Berikut ini rangkuman mengenai pengertian proposal menurut ahli, jenis-jenis, tujuan, fungsi, manfaat, dan cara membuatnya, seperti dikutip dari laman Gurupendidikan dan Liputan6, Senin (1/2/2021).

Pengertian Proposal Menurut Ahli

Ilustrasi menulis proposal. Credit: pexels.com/Startup
Ilustrasi menulis proposal. Credit: pexels.com/Startup
  • Menurut Rieefky

Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar.

  • Menurut Hasnun Anwar

Proposal adalah rencana yang disusun untuk kegiatan tertentu.

  • Menurut Jay

Proposal adalah alat bantu menejemen standar agar manajemen dapat berfungsi secara efisien.

  • Menurut Hadi

Proposal adalah suatu usulan terstruktur untuk agenda kerja sama bisnis antarlembaga, perusahaan, usulan kegiatan sampai pada pemecahan masalah.

  • Menurut Keraf

Proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan.

Jenis-Jenis Proposal

Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)
Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)

Jenis Proposal Berdasarkan Tujuan

1. Proposal penelitian, yaitu proposal yang umumnya digunakan pada bidang akademisi. Misalnya, proposal penelitian untuk skripsi, tesis, dan lainnya. Proposal ini diajukan sebagai kegiatan penelitian.

2. Proposal kegiatan, yaitu proposal untuk melakukan suatu kegiatan. Proposal ini biasanya berisi rencana kegiatan baik individu maupun kelompok. Contohnya, pentas seni dan pameran.

3. Proposal bisnis, yaitu proposal yang berhubungan dengan bisnis, baik perorangan maupun kelompok. Misalnya, proposal mendirikan suatu usaha, proposal kerja sama antarperusahaan, dan lainnya.

4. Proposal proyek, yaitu proposal yang digunakan pada dunia bisnis, di mana isi proposal ini adalah rangkaian rencana kegiatan pembangunan.

Jenis Proposal Berdasarkan Formatnya

  • Proposal Formal

Proposal formal adalah jenis proposal baku atau resmi yang mengandung tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, isi proposal, serta data pelengkap.

  • Proposal Semi-formal

Proposal semi-formal adalah proposal yang tidak memiliki struktur yang lengkap seperti halnya proposal formal. Akan tetapi, proposal ini masih menggunakan bentuk baku.

  • Proposal Non-formal

Proposal non-formal adalah proposal yang tidak terlalu baku dan resmi. Pada umumnya, penyampaian proposal ini dalam bentuk memorandum atau surat.

Tujuan, Fungsi dan Manfaat Proposal

Ilustrasi menulis proposal. Credit: unsplash.com/Corrine
Ilustrasi menulis proposal. Credit: unsplash.com/Corrine

Tujuan Proposal

  • Untuk mendapatkan bantuan dana.

  • Untuk mendapatkan dukungan.

  • Untuk mendapatkan perizinan.

Fungsi Proposal

  • Untuk melakukan penelitian yang ada kaitannya dengan sosial, budaya, ekonomi, dan lain-lain.

  • Dapat digunakan untuk mengajukan mendirikan suatu usaha.

  • Dapat digunakan juga untuk mengajukan tender dari berbagai macam lembaga.

  • Dapat digunakan untuk mengadakan acara-acara kegiatan, misalnya seperti acara perayaan, seminar, pelatihan, perlombaan, dan lain-lain.

Manfaat Proposal

  • Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

  • Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.

  • Untuk meyakinkan para donatur/sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

Cara Membuat Proposal Usaha

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Judit
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Judit

Berikut cara membuat proposal usaha:

1. Pendahuluan. Pada bagian pendahuluan, merupakan bagian pengenalan. Jadi kamu sebisa mungkin menguraikan bagaimana latar belakang usaha yang akan kamu dirikan. Kamu juga perlu menuliskan visi dan misi dari usaha yang akan didirikan.

2. Profil badan usaha. Dalam profil badan usaha ini kamu perlu menuliskan jenis usaha, nama perusahaan serta lokasi usaha.

  • Jenis Usaha: kamu bisa menjelaskan jenis usaha yang akan kamu dirikan pada bagian ini. Namun, yang perlu kamu ketahui, saat menuliskan jenis usaha, kamu harus menuliskannya dengan singkat, padat, dan jelas.

  • Nama perusahaan: memilih nama perusahaan akan menjadi brand pada produk yang kamu hasilkan sehingga lebih baik untuk memilih nama perusahaan yang mudah diingat oleh calon pelanggan.

  • Lokasi: Pemilihan lokasi bagi perusahaan atau sebuah usaha merupakan hal yang penting karena lokasi yang tepat bisa mendukung bagaimana usaha yang kamu dirikan, berjalan.

3. Struktur organisasi perusahaan. Jika usaha yang kamu buat telah memiliki sistem menajerial yang baik, kamu bisa menuliskan pemilik usaha, pengelola, marketing, dan lain sebagainya.

Meski sistem manajerial perusahaanmu belum berjalan dengan baik, kamu tetap perlu menuliskannya karena bagaimanapun, calon investor tetap perlu mengetahui siapa pemilik dari perusahaan tersebut atau sistem apa yang dimiliki.

4. Produk Usaha. Pada bagian ini kamu perlu menuliskan jenis produk, pembuatan produk serta keunggulan dari produk yang kamu miliki.

  • Jenis produk: jika kamu tidak mengetahui atau memiliki produk apa yang akan kamu pasarkan, tentu saja usaha yang akan kamu jalankan tidak bisa dilakukan. Maka dari itu, kamu perlu menyebutkan dan menjelaskan jenis produk apa yang akan kamu pasarkan.

  • Pembuatan produk: pada tahap ini sebaiknya kamu menjelaskan secara rinci bagaimana cara pembuatan produk yang dihasilkan dari perusahaanmu.

  • Keunggulan produk: tentu saja setiap produk yang akan dijual harus memiliki keunggulan dari merek lainnya. Untuk ini, kamu perlu menuliskan keunggulan produk dari perusahaanmu dibandingkan dengan perusahaan lain.

5. Target Pasar. Dalam sebuah proposal, kamu perlu menuliskan target pasar yang akan kamu buat, seperti daerah mana, umur, dan kelas mana yang menjadi sasaran produk yang kamu produksi.

6. Promosi dan pemasaran. Pada proposal kamu harus menjelaskan mengenai strategi promosi dan pemasaran apa yang akan kamu lakukan untuk menjual produk. Tentu saja promosi yang kamu lakukan nantinya harus bisa digunakan untuk mengembangan usaha yang kamu jalankan.

7. Laporan keuangan. Pada bagian laporan keuangan di proposal, perlu menuliskan alokasi dana, perhitungan laba, serta perhitungan bagi hasil yang akan kamu lakukan. Hal ini dilakukan secara realistis karena semua usaha yang dibuat memiliki risiko masing-masing.

8. Penutup. Pada bagian penutup, kamu bisa menuliskan kembali hal-hal yang meyakinan bagi para calon investor. Kamu juga bisa menambahkan doa serta harapan kamu atas proposal yang diajukan, serta tak lupa mengucapkan terima kasih karena calon investor tersebut bersedia membaca proposal yang kamu buat.

9. Lampiran. Beberapa hal perlu dilampirkan pada saat mengajukan proposal. Hal ini dilakukan untuk mendukung dan meyakinkan proposal yang dibuat. Beberapa dokumen pendukung yang bisa kamu siapkan ialah biodata pemilik usaha, surat izin usaha, surat perjanjian usaha, serta sertifikat usaha.

Sumber: Gurupendidikan, Liputan6.com (Reporter: Husnul Abdi, Editor: Nanang Fahrudin. Published: 11/11/2020)