Pengertian Proses Bisnis, Tipe, Contoh, dan Manfaatnya untuk Organisasi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Proses bisnis adalah tiap rangkaian aktivitas yang memiliki keterkaitan, serta saling kerja sama di dalam sebuah organisasi. Tentunya, proses bisnis tersebut memiliki fungsi untuk membantu dalam mencapai beragam tujuan dari organisasi itu sendiri yang telah ditentukan sebelumnya.

Dalam menjalankan sebuah proses bisnis yang baik hendaknya memiliki tujuan, input, output, penggunaan sumber daya yang jelas, punya sejumlah aktivitas dalam beberapa tahapan, bisa pengaruhi lebih dari satu unit dalam organisasi, serta dapat menciptakan nilai bagi pelanggan. Bahkan, proses bisnis yang baik juga perlu memiliki tujuan untuk mengefisienkan dan meningkatkan produktivitas organisasi.

Untuk membahas lebih jauh mengenai proses bisnis, berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber tentang proses bisnis tersebut, Rabu (10/2/2021).

Apa Itu Proses Bisnis?

Ilustrasi Kesepakatan Transaksi Bisnis Credit: pexels.com/fauxels
Ilustrasi Kesepakatan Transaksi Bisnis Credit: pexels.com/fauxels

Monk (2009)

Proses bisnis adalah sekumpulan aktivitas yang menerima satu atau lebih masukkan (input) dan menghasilkan keluaran (output) yang bernilai bagi pelanggan.

Menurut Rummler dan Brache dalam Siegel (2008)

Kemudian, proses bisnis adalah sekumpulan kegiatan dalam bisnis untuk menghasilkan produk dan jasa.

Menurut Weske (2007)

Proses bisnis adalah kegiatan yang dapat dilakukan baik secara manual maupun dengan bantuan sistem informasi.

Davenport (1993)

Proses bisnis adalah aktivitas yang terukur dan terstruktur untuk memproduksi output tertentu untuk kalangan pelanggan tertentu. Terdapat di dalamnya penekanan yang kuat pada “bagaimana” pekerjaan itu dijalankan di suatu organisasi, tidak seperti fokus dari produk yang berfokus pada aspek “apa”. Suatu proses oleh karenanya merupakan urutan spesifik dari aktivitas kerja lintas waktu dan ruang, dengan suatu awalan dan akhiran, dan secara jelas mendefinisikan input dan output.

Tipe Proses Bisnis

Ilustrasi Bisnis/Unsplash
Ilustrasi Bisnis/Unsplash

1. Proses Manajemen

Yaitu sebuah proses yang mengendalikan oprasional sebuah sistem. Misalnya manajemen strategis.

2. Proses Operasional

Merupakan sebuah proses yang mempunyai bisnis inti dan meliputi aliran nilai utama. Misalnya proses pembelian, manufaktur, pengiklanan, pemasaran, dan penjualan.

3. Proses Pendukung

Merupakan pendukung proses inti. Seperti rekrutmen, akunting, pusat bantuan dan lain sebagainya.

Aspek Utama Proses Bisnis

Ilustrasi milenial terjun ke dunia bisnis | pexels.com/@hillaryfox
Ilustrasi milenial terjun ke dunia bisnis | pexels.com/@hillaryfox

Melansir sis.binus.ac.id beberapa aspek utama proses bisnis adalah sebagai berikut:

Interlocking activities

Dalam proses bisnis, berbagai proses bisnis terlibat dalam rangkaian interaksi satu sama lain untuk menyediakan barang atau jasa bagi konsumen akhir. Jadi, sifat dari proses bisnis adalah fungsi bisnis yang terintegrasi dan bekerja sama satu sama lain.

Across the organization

Dalam struktur hierarki dalam perspektif fungsional, arus informasi bersifat vertikal. Namun, realitas praktisnya adalah arus terjadi di seluruh organisasi. Aliran horizontal ini mewakili proses bisnis dan mencerminkan bahwa departemen dan area fungsional yang berbeda perlu berkomunikasi satu sama lain untuk menyediakan barang atau layanan yang mungkin dibutuhkan pelanggan.

Predetermined organizational goal

Proses bisnis dirancang untuk mencapai beberapa tujuan atau sasaran yang telah ditentukan dari organisasi. Dengan memikirkan beberapa proses bisnis yang khas, Anda dapat secara intuitif mengidentifikasi tujuan yang telah ditentukan sebelumnya yang dirancang untuk dicapai.

Customer needs

Tujuan dari proses bisnis adalah untuk mencapai tujuan organisasi, yang biasanya disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Fungsi Proses Bisnis

Ilustrasi Wanita Karir Credit: freepik.com
Ilustrasi Wanita Karir Credit: freepik.com

Kemudian, proses bisnis juga memiliki fungsi penting, antara lain:

1. Bantu manajer untuk mengambil keputusan dalam menangani masalah yang terdapat selama proses bisnis berlangsung;

2. Ikut membantu pelanggan dalam memprediksi kapan proses bisnis dimulai serta diakhiri atau mungkin berkelanjutan;

3. Membantu para pekerja perusahaan supaya memahami tentang proses apa yang menjadi tugasnya dalam menjalankan proses bisnis.

Contoh Proses Bisnis

Ilustrasi Bekerja di Perusahaan Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Bekerja di Perusahaan Credit: pexels.com/pixabay

Untuk memahami lebih lanjut mengenai proses bisnis, berikut contohnya:

1. Manufaktur

Tujuan: Untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi.

Peserta: Staf pabrik, staf penjualan.

Input: Pemesanan kembali, pemberitahuan pembuatan, bahan baku.

Output: Barang jadi.

2. Penjualan

Tujuan: Untuk menjual barang ke pelanggan dan mengumpulkan uang dari penjualan.

Peserta: Staf penjualan, pelanggan, staf penagihan, gudang.

Input: Pesanan penjualan.

Output: Faktur, kwitansi, dokumen pengiriman.

3. Pembelian

Tujuan: Untuk mendapatkan barang dari pemasok dan mengelola stok untuk dijual ke pelanggan dan menghindari kehabisan stok.

Peserta: Staf gudang, staf pembelian, staf penjualan, vendor.

Input: Permintaan pembelian, pemesanan kembali.

Output: Pesanan pembelian.

Manfaat Proses Bisnis untuk Perusahaan

Ilustrasi Bekerja di Perusahaan Credit: pexels.com/fauxels
Ilustrasi Bekerja di Perusahaan Credit: pexels.com/fauxels

Setelah panjang lebar membahas mengenai proses bisnis, penting juga untuk memahai apa sebenarnya manfaat yang bisa didapat perusahaan. Berikut beberapa manfaat proses bisnis adalah:

1. Menjadi solusi bagi supaya bisa membantu perusahaan melihat gambaran bisnis secara menyeluruh (komprehensif) dan realtime.

2. Sediakan laporan yang menjelaskan mengenai perusahaan saat ini.

3. Memberi nilai kompetitif untuk persaingan bisnis yang semakin kompleks dalam perkembangan pasar yang berubah dengan cepat.

4. Percepat respon perusahaan terhadap tantangan bisnis yang bisa muncul secara tidak terduga.

5. Meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melihat peluang bisnis baru serta pergerakan pesaing.

6. Utamakan deteksi sedini mungkin supaya terhindar dari sifat reaktif dari umumnya perusahaan yang jadi penyebab kontraproduktif.

7. Percepat proses penilaian informasi untuk bereaksi dengan cepat serta akurat terhadap setiap insiden dan masalah.