Pengertian Puasa Ramadan, Syarat Wajib, Sunnah, Makruh, dan Hikmah yang perlu diketahui

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Puasa Ramadan termasuk ibadah wajib yang sudah dijelaskan melalui firman Allah SWT dalam Q.S Al-Baqarah ayat 183.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa."

Saat menunaikan ibadah puasa Ramadan, umat Muslim wajib menahan diri dari lapar, dahaga, serta aneka perbuatan yang dapat membatalkan, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari (magrib).

Tentunya hal ini untuk meningkatkan ketakwaan seorang Muslim. Pengertian serupa juga dijelaskan dalam kitab Subul al-Salam, yang berbunyi:

"Menahan diri dari makan, minum, jima' (bercampur dengan istri) dan lain-lain yang telah diperintahkan kepada kita untuk menahannya, sepanjang hari menurut cara yang disyariatkan. Demikian pula diperintahkan menahan diri dari ucapan yang diharamkan atau dimakruhkan, karena ada hadis-hadis yang melarang hal itu, itu semua berdasarkan waktu dan syarat-syarat yang telah ditetapkan."

Secara harfiah, ibadah puasa Ramadan dilakukan sepanjang bulan suci Ramadan, dengan jumlah sekira 29 hingga 30 hari.

Selain pengertian puasa Ramadan di atas, ada beberapa hal penting yang perlu kamu ketahui juga, seperti syarat wajib, rukun dan sunah, hal yang makruh, serta hikmah yang diperoleh.

Berikut ini rangkuman hal-hal mengenai pengertian, syarat wajib, rukun dan sunah, hal yang makruh, serta hikmah yang diperoleh dari puasa Ramadan, seperti disadur dari Liputan6, Jumat (16/4/2021).

Syarat Wajib Puasa Ramadan

1. Syarat Wajib Puasa Ramadan

Berikut ini syarat wajib untuk menjalankan puasa Ramadan yang baik dan benar:

  • Mempunyai keyakinan Islam atau beragama Islam.

  • Telah melalui masa baligh atau telah mencapai umur dewasa.

  • Mempunyai akal.

  • Sehat jasmani dan rohani.

  • Bukan seorang musafir atau sedang melakukan perjalanan jauh.

  • Suci dari haid dan nifas.

  • Mampu atau kuat melaksanakan ibadah puasa Ramadan.

Rukun dan Sunah Puasa Ramadan

Ilustrasi puasa, Ramadan. (Photo by Kaboompics on Pexels)
Ilustrasi puasa, Ramadan. (Photo by Kaboompics on Pexels)

2. Rukun dan Sunah Puasa Ramadan

Niat

Niat dan doa di bulan Ramadan merupakan tahapan penting dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Niat dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Niat doa puasa Ramadan diucapkan sebelum fajar tiba. Beberapa hadis menjelaskan bahwa niat bisa diucapkan malam harinya sebelum sahur atau setelah salat tarawih.

Menahan diri

Menahan diri dari kegiatan makan, minum, bersetubuh, maupun hal-hal lain yang membatalkan puasa.

Hal yang Disunahkan ketika Berpuasa

  • Sahur.

  • Segera berbuka saat waktu buka puasa.

  • Membaca doa buka puasa.

  • Berbuka dengan yang manis-manis.

  • Memberi makan pada orang yang berbuka.

  • Memperbanyak ibadah, berderma, dan masih banyak lagi.

Hal yang Makruh dan Hikmah Puasa Ramadan

3. Hal yang Makruh saat Berpuasa

  • Berbekam.

  • Mengulum sesuatu di dalam mulut.

  • Merasakan makanan dengan lidah, contohnya saat memasak dan mencicipnya.

  • Memakai wangi-wangian.

  • Bersiwak atau menggosok gigi saat terkena terik matahari.

  • Berkumur di luar kumur wudu.

Hal-hal yang Memperbolehkan untuk Tidak Berpuasa atau Membatalkan Puasa

  • Dalam perjalanan jauh.

  • Orang tua berusia lanjut.

  • Dalam keadaan sakit.

  • Wanita menyusui dan hamil.

4. Hikmah Puasa Ramadan

  • Melatih kesabaran.

  • Membentuk akhlaqul karimah.

  • Memengaruhi kondisi fisik menjadi sehat.

  • Menimbulkan rasa syukur.

  • Meningkatkan ketakwaan dalam diri seseorang.

  • Membersihkan diri dari dosa-dosa.

  • Membiasakan diri hidup hemat.

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis: Rizzaq Aynur Nugroho, Editor: Nanang Fahrudin. Published: 1/5/2019)