Pengertian Saham untuk Investasi, Ketahui Keuntungan dan Risikonya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Saham adalah salah satu instrumen investasi yang sedang melejit popularitasnya. Kini siapa saja bisa bermain saham. Berinvestasi saham adalah cara efektif untuk investasi jangka panjang.

Memiliki saham di perusahaan yang berbeda dapat membantu membangun tabungan masa depan. Saham adalah instrumen yang tepat untuk melindungi uang dari inflasi dan memaksimalkan pendapatan dari investasi. Kini pengertian saham adalah ilmu penting dalam investasi.

Sebelum masuk ke dunia saham, ada baiknya memahami pengertian saham terlebih dulu. Memahami pengertian saham adalah langkah pertama dalam memulai berinvestasi saham. Setelah memahami pengertian saham, kamu baru bisa mengenali kelebihan dan kekurangannya.

Berikut pengertian tentang saham serta keuntungan dan risiko, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(31/5/2021).

Pengertian saham

ilustrasi pasar saham | pexels.com/@artempodrez
ilustrasi pasar saham | pexels.com/@artempodrez

Menurut KBBI, saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagi dalam pemilikan dan pengawasan.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, saham adalah surat bukti kepemilikan atau bagian modal suatu perseroan terbatas yang dapat diperjualbelikan, baik di dalam maupun di luar pasar modal yang merupakan klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan; memberikan hak atas dividen sesuai dengan bagian modal disetor seperti yang ditentukan dalam anggaran dasar perusahaan.

Menurut Bursa Efek Indonesia, saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Cara kerja saham

Ilustrasi saham/Copyright pexels by Burak K
Ilustrasi saham/Copyright pexels by Burak K

Saham mewakili kepemilikan di perusahaan publik. Saat membeli saham perusahaan, kamu menjadi pemilik sebagian dari perusahaan itu. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki 100.000 saham dan kamu membeli 1.000 di antaranya, kamu memiliki 1% darinya. Memiliki saham memungkinkanmu memperoleh lebih banyak dari pertumbuhan perusahaan dan memberimu hak suara pemegang saham.

Semakin banyak orang menjual saham, semakin rendah harganya; Semakin banyak orang membeli saham, semakin tinggi harganya akan naik. Umumnya, orang membeli atau menjual saham berdasarkan ekspektasi pendapatan atau keuntungan perusahaan.

Salah satu cara pemegang saham memperoleh laba atas investasi mereka adalah dengan menjual saham dengan harga yang lebih tinggi daripada harga yang mereka beli. Jika sebuah perusahaan tidak berkinerja baik, dan nilai sahamnya menurun, pemegang sahamnya dapat kehilangan sebagian atau bahkan seluruh investasinya ketika mereka menjualnya.

Keuntungan membeli saham

Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)

Menurut Bursa Efek Indonesia, keuntungan memiliki saham adalah:

Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

Capital Gain

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

Risiko bermain saham

(Ilustrasi saham GameStop) Dok: Unsplash/Michael Fortsch
(Ilustrasi saham GameStop) Dok: Unsplash/Michael Fortsch

Setiap instrumen investasi pasti memiliki risiko, termasuk juga saham. Risiko dari investasi saham adalah:

Capital Loss

Capital Loss adalah kebalikan dari Capital Gain. Ini merupakan suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.

Risiko Likuidasi

Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.

Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.