Pengertian Sajak, Ciri-Ciri, Sifat, Bentuk, dan Jenis-jenisnya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Sajak adalah satu di antara bentuk karya sastra yang penyajiannya dibuat dengan baris-baris yang teratur dan terikat. Dalam sajak sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sajak adalah bentuk karya sastra yang teratur dan terikat dalam baris-barisnya.

Dalam KKBI juga menjelaskan bahwa sajak merupakan gubahan karya sastra yang sangat mendominasi, baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, keselarasan bunyi bahasa, maupun kesamaan.

Sajak merupakan jenis puisi yang tidak terikat pada aturan. Sajak termasuk puisi Melayu. Ada juga yang mengatakan sajak adalah puisi baru yang bebas dari sebuah aturan dalam pembentukan baris, kata-kata, rangkap,dan irama.

Nah, bagi yang ingin memahami lebih dalam tentang sajak, penting untuk mengetahui ciri-ciri, sifat hingga jenis-jenisnya.

Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri sajak, sifat hingga jenis-jenisnya, seperti dilansir dari laman Seputarpengetahuan, Rabu (17/2/2021).

Ciri-Ciri dan Sifat Sajak

Ilustrasi puisi. (dok. Foto Álvaro Serrano/Unsplash)
Ilustrasi puisi. (dok. Foto Álvaro Serrano/Unsplash)

Ciri-Ciri Sajak

1. Memiliki bentuk tertentu, berurutan di dalam baris yang sejajar, memiliki pola (untuk puisi tradisional), atau memiliki bentuk bebas.

2. Ungkapan kata dan bahasa pada sajak dipengaruhi oleh unsur lagu, irama, dan keharmonisan bunyi.

3. Baris pada sajak disusun membentuk pola atau ikatan tertentu (untuk puisi tradisional) dan tanpa pola ikatan tertentu.

Sifat-Sifat Sajak

1. Tidak memiliki pengucapan bunyi yang tetap.

2. Sajak tidak mengemukakan pertentangan bunyi atau rima akhir di ujung tiap-tiap barisnya.

3. Memiliki bait, namun jumlah baris pada tiap baitnya tidak tetap.

4. Mempunyai baris-baris yang membentuk bait.

5. Mempunyai keharmonian atau penyesuaian yang baik antara isi dengan tata bahasa.

Jenis-Jenis Sajak

Ilustrasi menulis puisi. Credit: pexels.com/Judit
Ilustrasi menulis puisi. Credit: pexels.com/Judit

Jenis Sajak Berdasarkan Posisinya

Berdasarkan posisinya, sajak dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Sajak Awal

Sajak awal adalah persesuaian bunyi suku kata yang letaknya di awal kata.

  • Sajak Akhir

Sajak akhir adalah penyesuaian bunyi suku kata yang terletak di akhir kata.

Jenis Sajak Berdasarkan Kesesuaian Bunyi Suku Kata

Berdasarkan kesesuaian bunyi suku katanya, sajak dibagi menjadi enam, yaitu:

  • Sajak Penuh atau Sajak Sempurna

Sajak penuh atau sajak sempurna adalah jenis sajak yang ditandai dengan kesesuaian bunyi pada suku kata terakhir secara penuh.

  • Sajak Paruh atau Sajak Tidak Sempurna

Sajak paruh atau sajak tidak sempurna memiliki kesesuaian bunyi pada suku kata terakhir, namun tidak penuh atau secara keseluruhan.

  • Sajak Aliterasi

Kesesuaian bunyi pada sajak aliterasi terletak pada huruf konsonan dalam setiap kata kata dalam puisi. Kesesuaian bunyi pada sajak ini terletak pada seluruh kata.

  • Sajak Asonansi

Hampir sama dengan sajak aliterasi yang memiliki kesesuaian pada seluruh katanya, kesesuaian bunyi pada sajak asonansi terletak pada huruf vokalnya.

  • Sajak Rangkai

Kesesuaian bunyi pada sajak rangkai terletak pada huruf vokal, namun hanya pada beberapa suku kata.

  • Sajak Rangka

Sajak rangka memuat kesesuaian bunyi pada huruf vokal dalam beberapa kata.

Jenis-Jenis Sajak

Ilustrasi menulis puisi. Credit: pexels.com/Ylanite
Ilustrasi menulis puisi. Credit: pexels.com/Ylanite

Jenis Sajak Berdasarkan Kesesuaian Bunyi Akhir Setiap Kata

Berdasarkan kesesuaian bunyi akhir setiap katanya, sajak dibagi menjadi lima jenis di antaranya yaitu:

  • Sajak Rata atau Sajak Sama

Sajak rata atau sajak sama adalah sajak yang memiliki kesesuaian bunyi akhir a-a-a-a.

  • Sajak Silang atau Sajak Senkelang

Sajak silang atau sajak sengkelang adalah sajak yang memiliki kesesuaian bunyi akhir a-b-a-b.

  • Sajak Kembar atau Sajak Pasangan

Sajak kembar atau sajak pasangan adalah sajak yang memiliki kesesuaian bunyi akhir a-a-b-b.

  • Sajak Peluk atau Sajak Paut

Sajak peluk atau sajak paut adalah sajak yang memiliki kesesuaian bunyi akhir a-b-b-a.

  • Sajak Patah atau Sajak Putus

Sajak patah atau sajak putus adalah sajak yang memiliki kesesuaian bunyi akhir a-a-a-b, a-b-a-a, atau a-a-b-a

Sajak Bebas

Selain jenis-jenis sajak yang telah disebutkan di atas, dikenal juga sajak bebas. Sajak bebas merupakan sajak yang tidak mempunyai bentuk ataupun bunyi yang sama. Tidak ada aturan sama sekali dalam jenis sajak ini.

Bentuk-Bentuk Sajak

Ilustrasi menulis, puisi. (Gambar oleh Engin Akyurt dari Pixabay)
Ilustrasi menulis, puisi. (Gambar oleh Engin Akyurt dari Pixabay)

Bentuk-bentuk Sajak:

1. Disitkhon

Disitkhon merupakan sajak yang ditulis dalam bentuk dua baris bagi tiap-tiap bait. Sajak yang sebaitnya terdiri dari tiga baris dianggap tak sesuai.

2. Quantrain

Quantrin merupakan sajak yang tiap baitnya terdiri dari empat baris. Bentuknya lebih mirip pantun dan syair.

3. Quintain

Quintain merupakan sajak yang baitnya terdiri atas lima baris atau kalimat.

4. Sextet

Sextet merupakan sajak yang berisi sekitar enam baris dalam tiap baitnya.

5. Oktaf (stanza)

Oktaf merupakan sajak yang tiap baitnya terdiri dari delapan baris atau kalimat.

Sumber: Seputarpengetahuan