Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli, Unsur, Fungsi, dan Klasifikasinya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Pengertian sejarah patut dipahami setiap orang. Sederhananya, arti sejarah adalah peristiwa yang terjadi di masa lalu. Dalam hal ini, istilah sejarah ini sangat berkaitan dengan dua hal, yaitu peristiwa dan waktu.

Para ahli sejarah membuat periodisasi untuk mengatasi masalah pentingnya waktu dalam rekonstruksi sejarah. Para ahli sejarah tentunya juga memiliki pandangannya sendiri dalam memaknai sejarah.

Pengertian sejarah menurut para ahli perlu kamu ketahui. Hal ini akan membawa kamu lebih memahami ilmu sejarah. Apa saja unsur-unsurnya, fungsi, serta klasifikasi sejarah itu sendiri dapat membantu kamu dalam memahami berbagai peristiwa yang terjadi di masa lampau.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (27/10/2021) tentang pengertian sejarah.

Pengertian Sejarah

Dalam bahasa Yunani, sejarah disebut juga dengan historia yang berarti mengusut, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian. Istilah sejarah secara harafiah berasal dari bahasa Arab, yaitu sajaratun yang artinya pohon. Sementara itu, pada bahasa arab sejarah dikenal dengan sebutan tarikh dan dalam bahasa Jerman, sejarah disebut dengan geschichte. Pengertian sejarah dalam kedua bahasa tersebut adalah kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia..

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian sejarah adalah pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau. Jadi, dalam hal ini pengertian sejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

Sejarah juga dapat dimaknai sebagai asal-usul (keturunan) silsilah. Sejarah, babad, hikayat, riwayat, tarikh, tawarik, tambo, atau historia adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa ini.

Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis disebut Prasejarah.

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Ilustrasi masa lalu, sejarah. (Photo by Chris Lawton on Unsplash)
Ilustrasi masa lalu, sejarah. (Photo by Chris Lawton on Unsplash)

Berikut pengertian sejarah menurut para ahli:

- J.V. Bryce. Pengertian sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

- Robin Winks. Sejarah adalah pembelajaran tentang manusia dalam kehidupan masyarakat.

- W.H. Walsh. Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia pada masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

- Patrick Gardiner. Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

- Sir Charles Firth. Pengertian sejarah merekam kehidupan manusia, perubahan yang terus berlangsung, merekam ide-ide, dan merekam kondisi-kondisi material yang membantu atau merintangi perkembangannya.

- John Tosh. Pengertian sejarah merupakan memori kolektif, pengalaman melalui pengembangan suatu rasa identitas sosial manusia, dan prospek manusia tersebut di masa yang akan datang.

- Ibnu Khaldun (1332–1406). Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

- Moh. Yamin. Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

- Roeslan Abdulgani. Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan pada masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

- Sartono Kartodirjo. Pengertian sejarah adalah gambaran masa lalu manusia dan sekitarnya sebagai makhluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap. Sejarah di dalamnya meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberikan pengertian pemahaman tentang apa yang telah berlalu.

Unsur-Unsur Sejarah

Ilustrasi sejarah, today in history, sejarah hari ini (stock photo / Unsplash)
Ilustrasi sejarah, today in history, sejarah hari ini (stock photo / Unsplash)

Kajian sejarah menyangkut tiga unsur penting, yaitu:

Manusia

Manusia menjadi sejarah karena keberadaannya memengaruhi kehidupan. Sejarah tidak akan membahas mengenai sejarah binatang atau tumbuhan karena sudah masuk dalam kajian ilmu biologi atau zoologi. Manusia dalam sejarah diposisikan sebagai subjek dan objek dalam sejarah.

Manusia sebagai subjek sejarah berarti tindakan manusia dalam menentukan arus kesejarahan. Peran ini kebanyakan dilakukan sejarawan yang meneliti dan menulis peristiwa masa lalu. Manusia sebagai subjek sejarah cenderung bersifat subjektif.

Waktu

Waktu menjadi salah satu unsur sejarah karena sejarah selalu berkaitan dengan kronologi dan keunikan. Setiap peristiwa sejarah memiliki keunikan yang selalu berbeda dari waktu ke waktu. Sejarah adalah ilmu mengenai aktivitas manusia yang dilihat dari kurun waktunya. Contohnya perlawanan Diponegoro atau Perang Jawa melawan Belanda (1825-1830), berbeda dengan Perang Padri yang terjadi di Sumatera Barat.

Ruang

Tempat atau ruang merupakan unsur penting yang harus ada dalam sejarah. Jika berbicara mengenai penjajahan, harus ditegaskan di mana penjajahan tersebut terjadi.

Fungsi Sejarah

Supaya memahami lebih detail mengenai sejarah, Anda perlu untuk mengetahui pula fungsi dari sejarah. Berikut penjelasannya.

Fungsi intrinsik

- Sejarah sebagai ilmu, berkembang dengan cara perkembangan dalam filsafat, perkembangan dalam teori sejarah, perkembangan dalam ilmu-ilmu lain, perkembangan dalam metode sejarah.

- Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau, bersama dengan mitos sejarah adalah alat yang tepat untuk mengetahui masa lampau yang setidaknya menghasilkan dua sikap, yaitu menerima atau menolak.

- Sejarah sebagai pernyataan pendapat, banyak penulis sejarah yang menggunakan ilmunya untuk menyatakan pendapat.

- Sejarah sebagai profesi, sebagai penulis atau peneliti sejarah.

Fungsi ekstrinsik

Berdasarkan fungsi ekstrinsiknya, sejarah bermanfaat bagi banyak ilmu lain seperti ilmu pendidikan, filsafat, moral, etika, estetika atau seni, hingga ilmu eksakta sekalipun.

Klasifikasi Sejarah

Ilustrasi masa lalu, sejarah. (Photo by Peter Herrmann on Unsplash)
Ilustrasi masa lalu, sejarah. (Photo by Peter Herrmann on Unsplash)

Lingkup sejarah yang sangat besar membuatnya perlu diklasifikasikan dengan baik untuk memudahkan penelitian. Ada banyak cara untuk memilah informasi dalam sejarah, seperti:

- Berdasarkan kurun waktu (kronologis).

- Berdasarkan wilayah (geografis).

- Berdasarkan negara (nasional).

- Berdasarkan kelompok suku bangsa (etnis).

- Berdasarkan topik atau pokok bahasan (topikal).

Dalam pemilahan tersebut, harus diperhatikan bagaimana cara penulisannya seperti melihat batasan-batasan temporal dan spasial tema itu sendiri. Jika hal tersebut tidak dijelaskan, maka sejarawan mungkin akan terjebak ke dalam falsafah ilmu lain, misalnya sosiologi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel