Pengertian Senam Lantai, Ketahui Sejarah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Senam lantai adalah kegiatan olahraga yang cara gerakan dan bentuk latihannya dilakukan di lantai, sesuai dengan namanya. Senam lantai merupakan satu di antara jenis cabang olahraga senam yang cukup populer di dunia.

Olahraga tersebut bisa dilakukan siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan.

Sesuai namanya, senam lantai dilakukan di atas permukaan lantai dengan menggunakan alas. Adapun alas yang biasa digunakan ialah berupa matras.

Adanya matras tersebut sebagai alat bantu utama yang berfungsi untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. Hal itu dikarenakan saat melakukan gerakan senam sering bersentuhan dengan lantai.

Dalam praktiknya, senam lantai banyak menggunakan gerakan, seperti berguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang atau untuk melompat ke depan atau belakang.

Gerakan senam lantai tersebut bisa dilakukan di mana saja, baik di dalam maupun luar ruangan. Pada umumnya, di dalam pertandingan resmi, senam lantai dilakukan di atas lantai yang memiliki ukuran 12×12.

Untuk memahami lebih dalam perihal senam lantai, kamu bisa membaca sejarah adanya olahraga tersebut, terutama di Indonesia.

Berikut ini rangkuman mengenai sejarah, macam-macam gerakan dan manfaat senam lantai, seperti dilansir dari Dikatama dan Resaja, Selasa (3/11/2020).

Sejarah Senam Lantai

Ilustrasi senam aerobik. /unsplash
Ilustrasi senam aerobik. /unsplash

Adanya olahraga senam lantai belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, senam lantai diperkirakan telah ada sejak zaman Yunani Kuno.

Pada abad ke-20, senam mulai populer dan menyebar di seluruh dunia. Perkembangan olahraga ini sangat pesat hingga akhirnya mempunyai banyak cabang, satu di antaranya adalah senam lantai.

Sementara, awal masuknya senam di Indonesia ialah pada 1912, saat masa penjajahan Belanda. Masuknya olahraga senam tersebut bersamaan dengan ditetapkannya pendidikan kebugaran jasmani sebagai satu di antara mata pelajaran wajib di sekolah.

Senam yang pertama kali dikenalkan pada waktu itu adalah senam versi negara Jerman. Senam dari Jerman tersebut lebih menekankan berbagai gerakan yang kaya akan alat pendidikan.

Pada 1916, senam versi Jerman ini diubah dengan memakai sistem dari Swedia. Dalam sistem dari Swedia tersebut lebih menekankan menfaat gerakan senam.

Di sisi lain, penemu sistem senam lantai tersebut ialah seorang perwira kesehatan yang berasal dari angkatan laut kerajaan Belanda bernama Dr. H. F. Minkema.

Melalui Minkema inilah sejarah perkembangan senam lantai di Indonesia mulai menyebar ke beberapa wilayah. Tak hanya itu, pada 1918, Minkema juga membuka kursus senam Swedia tersebut.

Dengan makin populernya olahraga senam, didirikanlah sebuah organisasi dengan tujuan membina para atlet senam berbakat. Organisasi tersebut dibentuk pada tanggal 14 Juli tahun 1963 dan diberi nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia).

Baru pada 1964, Indonesia kali pertama ikut serta dalam perlombaan senam lantai bertaraf Internasional di GANEFO I (Games of the New Emerging Forces).

Macam-Macam Gerakan Senam Lantai

Ilustrasi berolahraga. Credit: unsplash.com/Jonathan
Ilustrasi berolahraga. Credit: unsplash.com/Jonathan
  1. Guling ke depan (forward roll)

  2. Guling ke belakang (backward roll)

  3. Lompat harimau (tiger sprong)

  4. Lenting tangan (hands stand overslag)

  5. Meroda

  6. Lompat jongkok

  7. Lenting tangan putar (round off)

  8. Lenting tangan ke belakang (flik flak)

  9. Keseimbangan lutut berguling (squat roll)

  10. Lompat kangkang

  11. Berdiri dengan kepala (kopstand)

  12. Kayang (brug)

  13. Sikap lilin

  14. Salto ke depan (Summer vault)

  15. Salto ke belakang (Back Summer vault )

  16. Guling lenting (roll kiep)

  17. Lompat ikan (snuck)

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Senam Lantai

Ilustrasi berolahraga. (Sumber: Pexels)
Ilustrasi berolahraga. (Sumber: Pexels)

1. Gunakan matras karena perlengkapan ini sangat penting saat melakukan teknik apa pun dalam olahraga senam lantai.

2. Letakan matras di atas permukaan lantai yang datar.

3. Pastikan matras berada pada posisi yang tepat.

4. Sekitar area matras pastikan tidak ada benda yang dapat membahayakan saat melakukan pendaratan.

5. Sebelum melakukan teknik senam lantai, biasakan dengan gerakan pemanasan terlebih dahulu.

6. Dalam melakukan olahraga senam lantai dimulai dari teknik paling dasar, menengah hingga teknik paling sulit.

7. Ketika melakukan senam lantai harus ada pengawasan, guru atau pelatih yang sudah ahli dalam melakukan teknik senam lantai.

Manfaat Senam Lantai

Ilustrasi berolahraga. Credit: pexels.com/Jonathan
Ilustrasi berolahraga. Credit: pexels.com/Jonathan
  • Kemampuan gerak tubuh makin lincah.

  • Memperkuat otot lengan, kaki, paha, pinggang, perut, dan dada.

  • Menambah kekuatan fisik.

  • Menjaga keseimbangan.

  • Melatih lompatan.

  • Meluruskan tubuh yang bungkuk.

  • Melatih fokus.

  • Membakar lemak.

  • Sirkulasi aliran darah lebih lancar.

  • Meningkatkan kekuatan jantung.

  • Menurunkan berat badan.

Sumber: Dikatama, Resaja