Pengertian Teks Cerita Sejarah, Struktur, Jenis, dan Kaidah Kebahasaannya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Teks Cerita Sejarah adalah teks yang di dalamnya menjelaskan/menceritakan tentang fakta/kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

Di dalam teks cerita sejarah, disampaikan pengisahan suatu deretan peristiwa yang disusun berdasarkan kronologi waktu. Teks Cerita sejarah berkaitan dengan teks narasi.

Teks cerita sejarah disampaikan berdasarkan pada peristiwa-peristiwa yang terjadi di lapangan dan membentuk kisah sejarah teks tersebut.

Sama halnya dengan jenis teks lainnya, teks sejarah memiliki struktur tersendiri yang jadi pedoman dalam membuatnya dan menjadi ciri khas yang membedakan teks cerita sejarah dengan jenis teks yang lainnya.

Teks cerita sejarah seperti halnya jenis teks cerita lainnya (novel, cerpen, dll) termasuk kategori cerita ulang.

Dalam teks cerita sejarah juga tidak lepas dari kaidah kebahasaan. Saat menulis sebuah teks cerita sejarah perlu memperhatikan beberapa ciri kebahasaannya.

Berikut ini rangkuman tentang struktur teks cerita sejarah, jenis, kaidah kebahasaan, seperti dilansir dari laman repositori.kemdikbud.go.id, Rabu (8/9/2021).

Struktur Teks Cerita Sejarah

Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)
Ilustrasi menulis. (Nick Morrison/ Unsplash)

Dalam teks cerita sejarah terdapat struktur yang membangun teks cerita sejarah itu, di antaranya:

  • Orientasi

Orientasi merupakan bagian awal dari sebuah teks cerita sejarah yang berisi suatu gambaran tentang sebuah peristiwa sejarah.

  • Peristiwa dan Masalah

Peristiwa dan masalah merupakan bagian dari suatu kejadian atau peristiwa yang dialami. Pada bagian ini dijelaskan tentang sebuah pristiwa yang terjadi pada sebuah kehidupan di masa lalu.

  • Reorientasi

Reorientasi merupakan bagian penutup. Bagian ini berisi pandang dari penulis terhadap kejadian yang diceritakan. Reorientasi bersifat opsional, boleh ada, boleh juga tidak ada.

Jenis-Jenis Teks Cerita Sejarah

Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com/thought catalog
Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com/thought catalog

Jenis-Jenis Teks Cerita Sejarah

1. Teks Cerita Sejarah Fiksi

Teks cerita sejarah fiksi yaitu jenis teks cerita sejarah yang tidak nyata. Contoh: novel, cerpen, legenda, dan roman.

2. Teks Cerita Sejarah Non-fiksi

Teks cerita sejarah non-fiksi yaitu jenis cerita sejarah yang nyata. Contoh: biografi, autobiografi, cerita perjalanan, dan catatan sejarah.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Ilustrasi menulis. Credit: unsplash.com/Green
Ilustrasi menulis. Credit: unsplash.com/Green

a. Kalimat Kompleks

Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri lebih dari satu aksi, peristiwa, atau keadaan sehingga mempunyai lebih dari satu verba utama dalam lebih dari satu struktur.

Di dalam teks tanggapan kritis ditandai adanya kalimat kompleks (kalimat majemuk), baik kalimat majemuk setara atau kalimat majemuk bertingkat.

b. Kata Hubung

Kata hubung atau sering disebut juga konjungsi adalah sebuah kata yang berfungsi sebagai penghubung antara satu kata dan kata lain dalam satu kalimat.

c. Kata keterangan

Kata keterangan dalam teks cerita sejarah terbagi menjadi dua, yakni:

  • Kata keterangan waktu

Kata keterangan waktu merupakan kata keterangan yang menggambarkan kapan terjadinya suatu peristiwa. Misalnya: kemarin, sekarang, besok, lusa, besok lusa, pagi, siang, malam.

  • Kata keterangan tempat

Kata keterangan tempat merupakan kata keterangan yang menunjukkan di mana dan di ruang mana suatu perbuatan atau peristiwa itu terjadi, misalnya di rumah, di sekolah, dari pasar, dan lain-lain.

d. Kata Rujukan

Kata rujuan ialah kata yang merujuk pada kata lain yang telah diungkapkan sebelumnya. Kata rujukan dibedakan menjadi tiga, sebagai berikut:

  • Rujukan benda atau hal

Kata rujukan tersebut menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan, seperti: ini, itu, tersebut.

  • Rujukan tempat

Rujukan tempat yaitu kata yang menyatakan atau merujuk kepada kata tempat, di mana kejadian itu berlangsung, seperti kata rujukan tempat: di sini, di situ, di sana.

  • Rujukan personel atau orang atau yang diperlakukan seperti orang.

Kata tersebut merujuk pada sebuah tokoh dalam sebuah cerita, tokoh yang mengalami kejadiaan atau peristiwa tertentu. Contoh kata rujukan personel atau orang atau yang diperlakukan seperti orang: aku, dia, ia, mereka, beliau.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel