Pengertian Teks Negosiasi, Ciri, Struktur, Tata Bahasa dan Contohnya

Liputan6.com, Jakarta Pengertian teks negosiasi penting dipelajari. Negosiasi adalah cara untuk menawarkan sesuatu, mendapat persetujuan, atau untuk menyelesaikan sebuah konflik. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, teks negosiasi biasanya berupa bentuk percakapan negosiasi.

Pengertian teks negosiasi berkaitan dengan tujuan untuk mencapai hasil kesepakatan terbaik antar kedua pihak. Negosiasi yang efektif adalah metode dimana orang menyelesaikan perbedaan. Pengertian teks negosiasi biasanya berisi penawaran, pengajuan, atau persetujuan.

Pengertian teks negosiasi adalah metode di mana orang menyelesaikan sebuah perbedaan. Dalam pengertian teks negosiasi terdapat proses di mana kompromi atau kesepakatan dicapai sambil menghindari argumen dan perselisihan. Pengertian teks negosiasi berikaitan dengan ciri dan strukturnya.

Berikut pengertian teks negosiasi yang berhasil Liputan6.com rangkum dari E-Modul Kemendikbud RI, Selasa (17/8/2021).

Pengertian teks negosiasi

Ilustrasi./Copyright unsplash.com/alexa mazzarello
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/alexa mazzarello

Menurut KBBI, negosiasi adalah adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak lainnya. Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda.

Dalam bahasa Indonesia, pengertian teks negosiasi adalah teks yang didalamnya terdapat proses negosiasi. Pengertian teks negosiasi adalah teks yang di dalamnya berisi proses untuk mencapai suatu perjanjian atau kesepakatan antara kedua belah pihak untuk memenuhi kepuasan pihak yang bersangkutan dalam elemen tertentu seperti kerjasama dan kompetisi.

Tujuan Teks Negosiasi

Ilustrasi Negosiasi Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Negosiasi Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Teks negosiasi punya tujuan sendiri dalam penulisannya. Adapun tujuan dari teks negosiasi adalah:

- Mencapai kesepakatan yang memiliki kesamaan persepsi, saling pengertian, danpersetujuan.

- Mencapai penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi secara bersama.

- Mencapai kondisi saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan (win-win solution).

Ciri-ciri Teks Negosiasi

Ilustrasi Negosiasi Credit: pexels.com/Nouvi
Ilustrasi Negosiasi Credit: pexels.com/Nouvi

Pengertian teks negosiasi memberi karakteristik tersendiri bagi teks ini. Ciri-ciri teks negosiasi membedakannya dari teks lain. Berikut ciri-ciri teks negosiasi:

- Bertujuan menentukan solusi dan menjadi sarana penyelesaian masalah bersama.

- Menghasilkan kesepakatan atau perjanjian.

- Menghasilkan penyelesaian yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

- Memprioritaskan atau menitikberatkan pada kepentingan bersama.

- Memiliki tujuan praktis, yaitu sebagai media penghasil kesepakatan yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Struktur Teks Negosiasi

Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Vlada
Ilustrasi Menulis Credit: pexels.com/Vlada

Teks negosiasi terbagi dalam struktur yang sistematis. Berikut struktur teks negosiasi:

Orientasi

Orientasi adalah pembukaan atau awalan dari percakapan sebuah negosiasi. Biasanya berupa kata salam, sapa dan sebagainya.

Permintaan

Permintaan berisi di mana pihak yang ingin tahu menanyakan suatu barang atau permasalahan yang dihadapi.

Pemenuhan

Dalam bagian pemenuhan, pihak yang terkait memberitahukan mengenai barang atau obyek agar orang yang diajak interaksi oleh pihak tersebut menjadi lebih paham.

Penawaran

Penawaran merupakan puncak dari negosiasi karena terjadi proses tawar menawar pihak satu dengan pihak yang lain untuk mendapat sebuah kesepakatan yang menguntungkan satu sama lain.

Persetujuan

Persetujuan merupakan kesepakatan atas hasil penawaran dari kedua belah pihak.

Penutup

Penutup adalah cara mengakhiri sebuah percakapan antara kedua pihak untuk menyelesaikan suatu proses interaksi dalam negosiasi.

Unsur kebahasaan teks negosiasi

Ilustrasi Teks Credit: pexels.com
Ilustrasi Teks Credit: pexels.com

Dalam teks negosiasi, ada kaidah kebahasaan yang harus digunakan. Berikut kaidah kebahasaan dalam teks negosiasi:

Bahasa persuasif

Bahasa persuasif yaitu bahasa yang digunakan untuk membujuk atau menarik perhatian.

Kalimat deklaratif

Kalimat deklaratif adalah kalimat yang disampaikan adalah kalimat yang berisi pernyataan, yang berfungsi untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu.

Bahasa yang sopan

Dalam negosiasi, penting menggunakan bahasa yang sopan. Gunakan bahasa yang sopan sehingga antara kedua belah pihak agar terjadi komunikasi yang baik untuk mencapai negosiasi yang sukses.

Menggunakan konjungsi

Artinya menggunakan kata penghubung di dalam teks negosiasi tersebut, contoh : kalau, begitu, meskipun, walaupun, dan lainnya.

Menggunakan kalimat efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang padat, singkat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat. Jelas, artinya mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Tepat, dapat sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.

Unsur kebahasaan teks negosiasi

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Becca
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Becca

Berisi pasangan tuturan

Dalam teks negosiasi tuturan berupa dialog yang berarti dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Bersifat memerintah dan memenuhi perintah

Dalam teks negosiasi, ada seseorang yang memerintah dan timbal baliknya ada yang memenuhi perintahnya tersebut baik secara langsung ataupun tidak.

Menggunakan pronomina

Kata pronomina atau kata ganti merupakan suatu jenis kata yang menggantikan nomina maupun frasa nomina. Contoh: : Saya, kami, ataupun anda.

Menggunakan kalimat langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang langsung diucapkan oleh narasumber. Kalimat langsung merupakan suatu kalimat yang menirukan ucapan ataupun yang diutarakan oleh orang lain.

Menggunakan Kalimat Kontras

Kalimat kontras artinya menggunakan suatu kalimat perbandingan di dalamnya. Misalnya, penggunaan kata keterangan terlalu, lebih/ kurang, seperti, imbuhan sedll.

Contoh teks negosiasi 1

Ilustrasi Belajar Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Belajar Credit: pexels.com/pixabay

Dua siswa sekolah menengah sedang berdiskusi menentukan acara akhir tahun sekolah.Mereka saling mengeluarkan pendapat mengenai jenis acara apa yang paling baikdilaksanakan untuk acara akhir tahun. Ketika itu, seorang guru datang menengahikedua siswa tersebut. Diskusi pun berakhir dengan keputusan pengambilan suaraterbanyak.

Salman : Bagaimana, ya, acara akhir tahun ini kita belum memutuskan akan mengadakan acara apa.

Husna : Ya, benar.

Salman : Aku pikir, acara akhir tahun nanti lebih baik mengadakan bazaar dan kreasi seni saja. Kemudian diselingi dengan band sekolah dan kegiatan seni lainnya.

Husna : Tapi, sebagian teman yang lain menginginkan untuk pergi karya wisata ke luar kota. Selain bisa refreshing, kita bisa menambah pengetahuan tentang tempat yang akan kita kunjungi.

Salman : Loh, kalau pergi berwisata, bukankah akan mengeluarkan biaya yang lebih banyak?

Husna : Menurutku itu sepadan dengan apa yang kita dapatkan ketika berwisata. (Seketika itu, datang seorang guru)

Guru : Ada apa ini, tampaknya diskusi kalian seru sekali?

Salman : Eh, iya, Pak. Selamat siang, Pak! Silakan duduk. Begini, Pak. Kami sedang mendiskusikan untuk acara akhir tahun nanti. Saya mengusulkan untuk mengadakan bazaar, kreasi seni, dan diselingi dengan band sekolah. Menurut saya itu lebih menghemat biaya, tetapi tetap mengasyikkan.

Husna : Ya, Pak, sedangkan saya mengusulkan pergi karya wisata ke luar kota. Itu atas usulan dari teman-teman yang lain. Kami bingung, Pak. Mau memutuskan yang mana.

Guru : Baik. Kedua usul kalian sangat baik dan bernilai positif. Bagaimana kalau Bapak usulkan agar mengumpulkan suara terbanyak saja? Kalian buatlah semacam angket untuk memilih mana pilihan dari teman-teman yang lain. Nah, yang suaranya terbanyak, itulah acara yang akan kita laksanakan. Bagaimana?

Salman dan Husna: Setuju, Pak!

Contoh teks negosiasi 2

Ilustrasi toko buku. (dok. mohamed_hassan/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)
Ilustrasi toko buku. (dok. mohamed_hassan/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Anak : Permisi, selamat siang!

Penjaga : Iya, selamat siang juga, ada yang bisa saya bantu, Nak?

Anak : Saya sedang mencari novel Siti Nurbaya, apakah ada, Pak?

Penjaga : Sudahkah mencari di rak novel?

Anak : Sudah Pak, tetapi tidak ada.

Penjaga : Baiklah, saya coba carikan di gudang. Silakan tunggu di ruang tunggu, ya!

Anak : Baik Pak, terima kasih.

Tak berapa lama kemudian.

Penjaga : Kebetulan saya cari di gudang masih tersisa satu, ini bukunya”.

Anak : Berapa harga buku ini, Pak?

Penjaga : Rp. 58.000 saja, Nak.

Anak : Harga itu terlalu mahal untukku, Pak, bolehkan saya menawar?

Penjaga : Boleh, silakan saja.

Anak : Rp 45.000 saja Pak?

Penjaga : Buku ini sudah langka, jadi harga segitu terlalu murah.

Anak : Uang saya tidak cukup, bagaimana kalau Rp 48.000 saja? Saya harap Bapak mau membantu. Ini untuk tugas sekolah saya.

Penjaga : Kalau harga serendah itu belum bisa, Nak. Bagaimana kalau Rp 55.000 saja? Itu sudah termasuk murah. Mungkin kalau kamu cari di toko buku lain tidak akan ada lagi.

Anak : Tapi uang saya hanya Rp 50.000.

Pejaga : Begini saja, saya akan berikan buku ini seharga Rp 50.000. Bagaimana?

Anak : Baiklah Pak! Saya beli bukunya.

Penjaga : Ini bukunya.

Anak : Ini uangnya pas ya Pak, terima kasih sudah membantu saya.

Penjaga : Iya, sama-sama. Terima kasih juga telah membeli buku di toko saya.

Anak : Selamat siang, Pak.

Penjaga : Selamat siang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel