Pengertian, Tujuan dan Bentuk Nasionalisme yang Harus Dipahami

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Secara umum, nasionalisme adalah suatu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara Indonesia. Sifat nasionalisme ini merupakan sebuah bukti kesetiaan dan kecintaan seseorang terhadap bangsanya sendiri.

Sifat nasionalisme ini bisa dibuktikan dengan sikap dan tingkah laku masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Seperti mempelajari budaya sendiri, membeli produk lokal, menghargai perbedaan budaya, melakukan aksi nyata untuk membela negara dan lain sebagainya.

Setiap warga negara harus memiliki sifat nasionalisme, agar terciptanya kerukunan dalam masyarakat. Berikut pengertian, tujuan dan bentuk nasionalisme yang harus dipahami, dilansir dari Liputan6.com:

Pengertian Nasionalisme Menurut Ahli

ilustrasi pengertian nasionalisme/Dio Hasbi Saniskoro/pexels
ilustrasi pengertian nasionalisme/Dio Hasbi Saniskoro/pexels

Nasionalisme adalah suatu sikap politik masyarakat suatu bangsa, yang memiliki kesamaan dalam kebudayan, mencintai negaranya dan memiliki cita-cita serta tujuan yang sama dalam berbangsa dan bernegara. Beberapa ahli memiliki pendapat tentang nasionalisme, berikut pendapat ahli tentang nasionalisme:

L. Stoddard

Menurut L. Stoddard, nasionalisme adalah sebuah kepercayaan dan sifat sebagian besar masyarakat, untuk menyatakan rasa kebangsaan dan rasa memiliki secara bersama, di dalam suatu negara atau bangsa.

Dr. Hertz

Menurut Dr. Hertz, nasionalisme adalah sebuah hasrat untuk mencapai kesatuan, untuk mencapai kemerdekaan, untuk mencapai keaslian serta memiliki cita-cita bersama dalam berbangsa dan bernegara.

Ernest Renan

Menurut Ernest Renan, nasionalisme adalah sebuah keinginan untuk bersatu dalam berbangsa dan bernegara. Sehingga sifat nasionalisme adalah sebuah untuk mewujudkan sebuah persatuan dalam berbangsa.

Tujuan Nasionalisme

ilustrasi tujuan nasionalisme/Stijn Dijkstra/pexels
ilustrasi tujuan nasionalisme/Stijn Dijkstra/pexels

Setelah kita mengetahui tentang arti nasionalisme, tentu saja adanya nasionalisme dalam suatu bangsa memiliki tujuan tertentu. Tujuan utama dalam nasionalisme tentu saja untuk meningkatkan rasa cinta dalam berbangsa, bernegara dan cinta tanah air.

Nasionalisme juga memiliki tujuan untuk membangun sebuah hubungan yang harmonis dan rukun antara individu atau masyarakat, membantu mempererat tali persaudaraan dalam sebuah negara, agar tidak terjadi konflik antar masyarakat.

Selain itu, sifat nasionalisme ini juga membantu menumbuhkan semangat jiwa rela berkorban untuk membela negara, menjaga negara agar terhindar dari serangan musuh atau ancaman negara lain, serta membantu menghapus ekstrimisme dari warga negara atau masyarakat kepada pemerintah.

Bentuk Nasionalisme

ilustrasi bentuk nasionalisme/ahmad syahrir/pexels
ilustrasi bentuk nasionalisme/ahmad syahrir/pexels

Nasionalisme bisa membantu meningkatkan rasa cinta terhadap negaranya sendiri. Sifat nasionalisme ini memiliki beberapa bentuk, yaitu nasionalisme kewarganegaraan, nasionalisme romantik atau organik atau identitas, nasionalisme budaya, nasionalisme etnis, nasionalisme agama dan nasionalisme kenegaraan. Berikut penjelasan tentang bentuk nasionalisme:

1. Nasionalisme Kewarganegaraan

Bentuk nasionalisme kewarganegaraan bisa disebut dengan nasionalisme sipil. Bentuk nasionalisme kewarganegaraan ini memiliki kebenaran politik dan keikutsertaan masyarakat, sebagai perwakilan dalam dunia politik.

2. Nasionalisme Romantik atau Organik atau Identitas

Bentuk nasionalisme yang kedua ini, suatu bentuk negara memiliki kebenaran dalam dunia politik secara organik, yang merupakan semangat romantisme antar suku dan budaya dalam suatu negara, untuk menjalankan hidup yang rukun.

3. Nasionalisme Budaya

Bentuk nasionalisme budaya ini, merupakan bentuk sebuah negara yang memiliki kebenaran dalam bidang politik, yang berasal dari budaya, ras, warna kulit dan lainnya.

4. Nasionalisme Etnis

Hampir sama dengan bentuk nasionalisme budaya, bentuk nasionalisme etis adalah semangat kebangsaan dalam dunia politik, yang berasal dari suatu etnis dalam masyarakat.

5. Nasionalisme Agama

Bentuk nasionalisme yang selanjutnya adalah nasionalisme agama. Bentuk nasionalisme ini terjadi saat negara memiliki legitimasi politik, dari adanya persamaan agama dan kerukunan antar agama dalam bernegara.

6. Nasionalisme Kenegaraan

Bentuk nasionalisme yang terakhir adalah nasionalisme kenegaraan, yang masyarakatnya memiliki perasaan nasionalistis yang kuat, untuk mengatasi hak universal dan memiliki kebebasan dalam berbangsa dan bernegara.