Pengertian Turap, Fungsi, dan Perbedaan dengan Bronjong

·Bacaan 7 menit
Pengertian Turap, Fungsi, dan Perbedaan dengan Bronjong
Pengertian Turap, Fungsi, dan Perbedaan dengan Bronjong

RumahCom - Membangun sebuah rumah di atas lahan yang miring tentu beresiko terjadinya guncangan bahkan longsor. Nah, untuk menahan tanah pada lahan yang miring agar tidak terjadi guncangan maupun longsor, diperlukan dinding penahan tanah atau dikenal dengan turap. Membangun turap tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena setiap jenis turap memiliki spesifikasinya berbeda-beda. Supaya Anda bisa lebih paham lagi, baca artikel ini sampai habis!

  1. Konstruksi Turap Sebagai Dinding Penahan Tanah

  2. Jenis-Jenis Turap

    1. Anchored Wall

    2. Cantilever Wall

    3. Counterfort Wall

    4. Gravity Wall

  3. Perbedaan Turap dan Bronjong

  4. Fungsi Turap

  5. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Akan Membuat Turap

Informasi Lengkap Beli Properti WNI yang Tinggal di Luar Negeri
Informasi Lengkap Beli Properti WNI yang Tinggal di Luar Negeri

Membeli Rumah, Ruko dan Properti Lainnya

Informasi Lengkap Beli Properti WNI yang Tinggal di Luar Negeri

1. Konstruksi Turap Sebagai Dinding Penahan Tanah

Turap diperlukan supaya tanah tidak bergeser dan longsor. (Foto: Inter-Block)
Turap diperlukan supaya tanah tidak bergeser dan longsor. (Foto: Inter-Block)

Turap diperlukan supaya tanah tidak bergeser dan longsor. (Foto: Inter-Block)

Seperti yang dikutip dari Constro Facilitator, turap atau sering disebut juga sebagai retaining wall merupakan sebuah struktur berupa dinding yang dibuat untuk menahan pergeseran lateral tanah. Pergeseran lateral tanah bisa terjadi karena adanya perubahan elevasi tanah yang melebihi sudut istirahat dari tanah tersebut.

Turap umumnya digunakan pada tanah yang kemiringannya sulit dipertahankan secara alami, seperti pada lereng yang curam, kondisi lereng tanah yang nyaris vertikal, dan lereng tanah yang tidak ditanami oleh tanaman seperti pepohonan yang berfungsi untuk menahan pergeseran tanah. Turap sangat bermanfaat untuk melindungi pembuatan landscape hingga kawasan perumahan baru yang berada di kawasan lereng untuk mencegah supaya proses pembangunan landscape tetap aman dan terhindar dari longsor.

Turap sangatlah bermanfaat, terutama untuk Anda yang sedang mencari hunian di daerah dataran tinggi. Turap dapat melindungi hunian yang Anda tinggali supaya tidak terkena longsor. Tertarik ingin tinggal di daerah dataran tinggi? Cek dulu hunian modern di daerah dataran tinggi Purwokerto, Jawa Tengah.

2. Jenis-Jenis Turap

Turap memiliki beberapa jenisnya yang berbeda. (Foto: Pinterest)
Turap memiliki beberapa jenisnya yang berbeda. (Foto: Pinterest)

Turap memiliki beberapa jenisnya yang berbeda. (Foto: Pinterest)

Bobot turap yang lebih ringan dan tipis dibandingkan dengan konstruksi dinding penahan tanah lainnya membuat Turap digandrungi oleh para pekerja konstruksi untuk mengatasi permasalah lahan yang miring. Biasanya Turap terdiri dari susunan balok secara vertikal menutupi bagian tanah yang ingin ditahan.

Turap itu sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung dari teknik konstruksinya dan bahan pembuatnya. Seperti yang dikutip dari Greener Horizon, berdasarkan dari teknik konstruksinya, jenis-jenis Turap dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

1. Anchored Wall

Turap berjenis anchored wall ini menggunakan jangkar sebagai penopang yang ditancapkan ke dalam tanah. Sebelum dimasukkan ke dalam tanah, jangkar berupa tiang tersebut akan dipasangkan kabel dan bahan yang kuat lainnya untuk menopang beban tanah. Jangkar dan kabel akan dimasukkan ke dalam tanah dengan menggunakan alat berat. Untuk meningkatkan kemampuan anchored wall dalam menahan beban tanah, semen atau beton cair akan disuntikkan dengan menggunakan alat bertekanan tinggi.

2. Cantilever Wall

Turap berjenis cantilever wall mengandalkan dinding beton bertulang atau reinforced concrete yang didalamnya sudah diperkuat dengan batang baja tebal. Dinding beton akan dibangun membentuk huruf T terbalik yang berfungsi untuk menahan momen dan gaya tekan tanah. Prinsip kerja dari turap cantilever wall adalah dengan mengandalkan gaya jepit pada dasar rangkaian strukturnya. Dinding kantilever dibentuk seperti telapak memanjang pada bagian dasar struktur untuk menahan dan menstabilkan kondisi tanah.

3. Counterfort Wall

Counterfort wall merupakan salah satu jenis turap yang terdiri dari dinding beton bertulang tipis, yang pada bagian dalamnya didukung oleh pelat atau dinding vertikal yang disebut sebagai counterfort atau penguat. Counterfort akan berfungsi sebagai pengikat tarik dinding vertikal dan ditempatkan pada bagian timbunan dengan interval jarak tertentu.

4. Gravity Wall

Gravity wall merupakan salah satu jenis turap yang paling dasar dan umum ditemukan. Prinsip kerja dari gravity wall adalah dengan mengandalkan bobot massa dari bahan konstruksinya. Semakin berat gravity wall maka kemampuannya dalam menahan beban lateral tanah akan semakin tinggi.

Sementara itu, berdasarkan bahan pembentuknya, Turap dapat dikategorikan ke dalam lima jenis, yaitu:

  • Turap balok beton. Penggunaan balok beton merupakan cara yang paling modern dalam membuat turap. Balok-balok yang terbuat dari beton disusun sedemikian rupa menjadi sebuah dinding penahan tanah. Selain itu, hasil yang ditunjukkan maksimal. Daya tahannya dalam menahan tanah agar tidak bergeser bisa mencapai ratusan tahun.

  • Turap batu. Pembangunan turap yang lainnya adalah dengan menggunakan batu. Jadi, batu disusun sedemikian rupa agar membentuk sebuah dinding yang kokoh untuk menahan tanah. Selain itu, bentuk bebatuan yang bervariasi mengandung nilai estetika yang mampu menghias permukaan dinding penahan tanah.

  • Turap beton curah. Penggunaan bahan beton curah ini juga cukup populer di dunia konstruksi dinding penahan tanah. Beton yang cair, dicurahkan ke cetakan Turap sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah kering dan mengeras, akan terbentuk dinding yang kokoh sesuai yang diharapkan untuk menahan tanah yang miring.

  • Turap batu bata. Batu bata memang cukup populer digunakan sebagai bahan bangunan. Harganya yang cukup terjangkau membuatnya memiliki nilai ekonomis sebagai bahan pembuat turap. Selain itu, warnanya yang terang dapat memberikan kehangatan tersendiri bagi siapapun yang melihatnya.

  • Turap kayu. Kayu ternyata bisa juga digunakan sebagai turap, lho! Ternyata kayu yang berkualitas cukup kuat untuk menahan tanah. Sama kuatnya dengan batu bata. Selain itu, tampilannya yang khas dengan guratan-guratan pohon, akan membuat dinding penahan tanah tampak lebih elegan, dan tidak hanya berfungsi sebagai penahan tanah semata.

Tip Rumah

Sebelum membangun turap, pastikan terlebih dahulu dasar dari turap sudah rata dan tidak miring. Dasar yang miring akan mengurangi daya tahan dari turap dan bisa mengakibatkan turap menjadi roboh.

3. Perbedaan Turap dan Bronjong

Turap dan bronjong sama-sama berfungsi untuk menahan tanah. (Foto: AMERICAN GEOSERVICES)
Turap dan bronjong sama-sama berfungsi untuk menahan tanah. (Foto: AMERICAN GEOSERVICES)

Turap dan bronjong sama-sama berfungsi untuk menahan tanah. (Foto: AMERICAN GEOSERVICES)

Walaupun sama-sama berfungsi sebagai penahan tanah agar tidak berguncang, Turap dan Bronjong tidak sama, lho! Mereka memiliki perbedaan-perbedaan yang menjadi acuan para arsitektur dalam memilih jenis penahan dinding. Dikutip dari Blockwalls, berikut ini adalah tabel perbedaan Turap dan Bronjong.

Aspek yang Dibandingkan

Turap

Bronjong

Aspek bahan pembuatan

Turap menggunakan banyak variasi dan kombinasi bahan-bahan bangunan seperti batu, semen cor, batu bata, kabel (pada turap anchored wall) dan sebagainya.

Bronjong menggunakan batu yang disusun di dalam susunan jaring kawat.

Aspek biaya pembangunan

Turap memerlukan banyak bahan, sehingga membutuhkan biaya yang lebih besar daripada bronjong.

Bronjong relatif lebih murah daripada turap.

Aspek durasi pengerjaan

Pembuatan turap lebih cepat dibandingkan dengan bronjong.

Pembuatan bronjong lebih lambat daripada turap.

Aspek tenaga kerja

Pembuatan turap lebih sedikit memerlukan tenaga kerja daripada bronjong.

Pembuatan bronjong lebih banyak membutuhkan tenaga kerja daripada turap.

Aspek usia ketahanan dinding

Turap memiliki usia ketahanan lebih panjang dibandingkan bronjong.

Bronjong memiliki usia ketahanan lebih pendek daripada turap.

4. Fungsi Turap

Turap berfungsi untuk mencegah terjadinya pergeseran tanah. (Foto: Portsmouth Daily Times)
Turap berfungsi untuk mencegah terjadinya pergeseran tanah. (Foto: Portsmouth Daily Times)

Turap berfungsi untuk mencegah terjadinya pergeseran tanah. (Foto: Portsmouth Daily Times)

Negara Indonesia terdiri dari banyak pulau yang memiliki elevasi daratan yang bervariasi. Banyaknya lokasi seperti perbukitan dan pegunungan membuat banyakan daratan yang memerlukan penahan tanah untuk menghindari terjadinya bencana alam seperti tanah longsor.

Penahan tanah inilah yang disebut dengan Turap. Jadi, fungsi dari Turap itu sendiri adalah untuk menahan geseran tanah yang permukaan tidak rata, supaya tidak menyebabkan longsornya tanah dari permukaan yang lebih tinggi ke permukaan yang lebih rendah. Tanpa adanya turap, potensi longsor akan meningkat dan membahayakan penduduk yang tinggal di kawasan sekitar lereng dan perbukitan. Untuk mencegah terjadinya tanah longsor, Anda bisa mencoba melakukan 10 cara mencegah tanah longsor ini.

5. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Akan Membuat Turap

Membuat turap tidak bisa dilakukan sembarangan. (Foto: Roads & Bridges)
Membuat turap tidak bisa dilakukan sembarangan. (Foto: Roads & Bridges)

Membuat turap tidak bisa dilakukan sembarangan. (Foto: Roads & Bridges)

Pembuatan turap tentu saja tidak bisa tanpa pertimbangan. Dilansir dari Bob Vila, untuk membangun sebuah turap yang baik, harus memperhatikan beberapa aspek diantaranya:

  • Pemilihan jenis konstruksi turap yang akan dibangun harus disesuaikan dengan kontur tanah. Pastika jenis turap yang akan dibangun bisa menahan tanah dengan efektif.

  • Ketebalan dinding yang mempengaruhi durasi penahanan tanah. Semakin lama daya tahan yang diinginkan, semakin tebal dinding yang perlu dibuat. Tujuannya untuk mengefisienkan waktu dan tenaga, supaya tidak perlu melakukan renovasi terlalu sering untuk menahan tanah.

  • Pemilihan alat berat yang tepat untuk mendukung pembangunan hendaknya tepat guna. Tidak usah menyiapkan alat-alat berat yang tidak dibutuhkan. Pastikan diletakkan di tempat yang tepat. Jangan sampai menaruh alat-alat berat di bagian atas tanah sehingga justru menambah berat beban dinding yang harus menahan tanah bagian atas.

  • Persiapkan dokumen-dokumen seperti ijin pembangunan agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

  • Tentukan anggaran dengan sebaik-baiknya. Perhatikan bahan yang digunakan, tentukan jumlahnya, dan tentukan pula dana yang perlu disiapkan. Selain itu, jumlah pekerja dan upahnya menjadi salah satu dasar pembuatan proposal anggaran pembangunan turap.

Itulah pembahasan mengenai turap, fungsi, dan perbedaannya dengan bronjong. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda.

Tidak perlu bingung! Kenali apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari sertifikat HGB melalui video yang menarik berikut ini!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel