Penggemar Kpop Ingin Aplikasi Streaming Musik Korea Bisa Ramah Lingkungan

Fimela.com, Jakarta Komunitas penggemar musik Korea, KPOP4PLANET meminta agar perusahaan aplikasi streaming musik Korea Selatan mengumumkan rencana penggunaan 100% energi terbarukan (renewable energy).

Tuntutan tersebut disampaikan lewat kampanye Streaming Heating Melting, yang merupakan aksi iklim terbaru dari para penggemar Kpop. Permintaan tersebut ditujukan kepada Melon, platform streaming musik terbesar di Korea Selatan.

Seruan transisi sumber energi dari energi fossil menuju energi terbarukan dilakukan karena pusat-pusat data dari aplikasi streaming musik ini masih menyumbang emisi yang cukup signifikan untuk planet bumi.

Kampanye yang Telah Sukses

Penggemar Kpop berharap hal ini pada aplikasi streaming musik Korea (Foto: istimewa)
Penggemar Kpop berharap hal ini pada aplikasi streaming musik Korea (Foto: istimewa)

Tahun lalu KPOP4PLANET telah sukses meluncurkan kampanye 'No K-Pop on a Dead Planet'. Di mana, KPOP4PLANET berusaha mengatasi masalah limbah dari label Kpop yang merilis terlalu banyak album.

Sejak saat itu, label Kpop telah merilis lebih banyak album yang ramah lingkungan. Salah satunya YG Entertainment menggunakan kertas ramah lingkungan yang disertifikasi oleh Forest Stewardship Council (FSC) untuk artis-artis populer mereka termasuk BLACKPINK, WINNER, iKON, dan TREASURE.

"Sudah banyak diskusi terkait limbah plastik album akhir-akhir ini, Lalu apa yang bisa applikasi streaming musik berikan untuk menyelamatkan lingkungan dengan lebih serius," kata Dayeon Lee, juru kampanye KPOP4PLANET, seperti rilis yang diterima FIMELA.

"Untuk memastikan industri Kpop lebih berkelanjutan, platform streaming dan label musik memerlukan kebijakan iklim yang lebih kuat," lanjut Dayeon.

Platform Musik Global Sudah Melakukan Kebijakan Iklim

Penggemar Kpop berharap hal ini pada aplikasi streaming musik Korea (Foto: istimewa)
Penggemar Kpop berharap hal ini pada aplikasi streaming musik Korea (Foto: istimewa)

Beberapa platform musik global sudah melakukan kebijakan iklimnya seperti Spotify telah merilis laporan aksi iklim mereka setiap tahun dan memberikan informasi terkait emisi gas rumah kacanya ke publik. Apple musik juga mengatakan bahwa fasilitas global mereka, termasuk pusat datanya, menggunakan 100% energi bersih mulai tahun 2018 dan perusahaan yang bekerja sama dengan pemasoknya untuk menggunakan energi terbarukan di seluruh rantai pasokan globalnya.

Sebaliknya Kakao Corp, pemilik Melon hanya memiliki rencana untuk mencapai emisi net zero per tahun 2040 untuk kendaraan dan kantornya (cakupan 1 & 2). Rencana tersebut tidak termasuk pusat data.

Padahal musik korea saat ini adalah salah satu trend musik yang didengarkan penggemar seluruh dunia. Dari laporan Melon tahun 2021 dapat diperkirakan aplikasi streaming tersebut menghasilkan lebih dari 200,000 ton emisi gas rumah kaca.

Berbeda dengan album fisik yang saat di dengarkan semua data musik tersebut berada dalam bentuk CD atau piringan hitam, sehingga anda tidak perlu mengeluarkan energi tambahan untuk memperoleh data tersebut jika ingin memutarnya berulang kali. Dengan streaming atau daring pengulangan transmisi data terjadi berulang kali saat memutar lagu. Hal ini membutuhkan energi setiap kali data ditransmisi oleh pusat data platform streaming menuju perangkat para penggemar.

"Saya ingin mendengarkan musik tanpa harus mengkhawatirkan emisi karbon. Jejak karbon streaming adalah isu yang sensitif dan serius di kalangan penggemar, hal ini dikarenakan adanya 'streaming party' di dalam kultur fandom untuk mendukung para idol kami,"

"Jika perusahan platform streaming paling populer di Korea Selatan bisa memenuhi janji dan melakukan rencana transisi energi, hal tersebut akan mengurangi kecemasan penggemar. Sehingga kami dapat mendukung idola kami dan terus menyelamatkan planet bumi," tambahnya.

Streaming party yaitu memutar lagu secara berulang bersama dikoordinasikan para fandom untuk mempromosikan peringkat idola mereka dalam grafik musik daring. Berdasarkan laporan pada tahun 2019, perangkat digital kita dan akun internet kita menyumbang 4 persen dari emisi gas rumah kaca dan dapat berlipat ganda pada tahun 2025.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel