Pengguna Aset Kripto Makin Mudah Langganan Spotify dan Netflix

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVAAset Kripto adalah mata uang digital yang dipakai untuk bertransaksi virtual dalam jaringan internet. Sandi-sandi rahasia yang cukup rumit berfungsi melindungi dan menjaga keamanan mata uang digital ini, atau dikenal sebagai cryptocurrency.

Nama tersebut berasal dari gabungan dua kata, yaitu cryptography yang artinya kode rahasia, dan currency yang berarti mata uang. Semakin berkembangnya aset kripto, maka semakin banyak orang mulai menggunakannya sebagai salah satu solusi pembayaran yang efisien di era digitalisasi seperti sekarang.

Baca: Bos Update Twitter, Perusahaannya Belanja Bitcoin Rp20 Triliun

Di beberapa negara maju, aset kripto sudah diakui sebagai mata uang untuk alat pembayaran yang sah. Sementara Indonesia baru mengakui kalau aset kripto sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan di bursa berjangka.

Meski begitu, bukan berarti pengguna aset kripto tidak bisa bertransaksi. Karena, sudah ada kartu debit khusus bernama Swipe Visa, yang memungkinkan pembelian dengan menggunakan aset kripto yang bisa dilakukan di mana pun menggunakan pembayaran dengan label Visa.

Kepala Eksekutif Swipe, Joselito Lizarondo, menyebutkan bahwa Swipe Visa memungkinkan aset kripto dapat diakses oleh jutaan pengguna di seluruh dunia dengan memperluas layanan, termasuk ke wilayah Asia.

Ada empat tingkatan kartu debit yang bisa dipilih, yaitu Saffron, Sky, Steel dan Slate. Menurut Lizarondo, para pemegang Swipe Visa bisa menikmati beberapa keuntungan, di antaranya potongan harga untuk menikmati layanan Spotify, Netflix, Hulu, Amazon Prime, serta Apple Music.

"Kami akan terus melakukan inovasi dalam ranah perbankan untuk aset kripto untuk memperluas jangkauan adopsi lini produk kami saat ini dan di masa mendatang,” kata dia, Selasa, 9 Februari 2021.

Selain itu, pemegang Swipe Visa juga bisa menggunakan kartu debit versi digital dengan mengakses NFC dan melakukan penarikan ATM langsung menggunakan smartphone. Pada kesempatan yang sama, Chief Strategy Officer Tokocrypto, Chung Ying Lai, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini akan merilis Token Venus (XVS).

Ini adalah protokol keuangan terdesentralisasi dari Swipe yang memungkinkan para pengguna dapat mengakses pasar dengan kecepatan tinggi dan biaya yang rendah, serta memungkinkan para pengguna platform ini untuk membuat stablecoin sintetis pertama dengan protokol yang disebut VAI.

Protokol Venus merupakan stablecoin terdesentralisasi pertama di dunia yang dibangun diatas Binance Smart Chain (BSC) yang didukung oleh sekeranjang stablecoin dan aset kripto tanpa adanya kontrol terpusat.

"Hal ini menjadikan Protokol Venus sebagai pasar uang likuiditas terbesar di BSC. Hadirnya XVS juga merupakan langkah Swipe untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan," ungkap Lai.