Pengguna iOS dan Android Rogoh Rp 5,7 Triliun untuk Aplikasi Selama Natal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menurut perusahaan riset pasar aplikasi mobile, Sensor Tower, pengguna iOS dan Android secara global menghabiskan total US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,7 trilun untuk belanja aplikasi selama Natal 2020.

Mengutip laman Ubergizmo, Sabtu (2/1/2021), angka itu tumbuh 34,5 persen dari tahun ke tahun dibanding tahun 2019 yang menembus angka US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun.

Sensor Tower menemukan bahwa gim mobile berkontribusi pada sebagian besar pendapatan yang dihasilkan oleh aplikasi, di mana menyumbang 27 persen dari total yang dihabiskan selama Natal.

Angka itu juga meningkat dari tahun sebelumnya yang mana konsumen menghabiskan sekitar US$ 232,4 juta ( sekitar Rp 3,3 triliun) untuk gim mobile, dibandingkan tahun ini yang menghabiskan US$ 295,6 juta (sekita Rp 4 triliun).

Hal ini menandakan bahwa industri aplikasi yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Terlebih, banyak dari kita yang terjebak di rumah dan tidak dapat bepergian karena virus corona.

Mau tak mau, masyarakat menemukan cara alternatif untuk menghibur diri dengan cara bermain gim atau menikmati konten streaming via aplikasi.

5 Gim Mobile dengan Pemasukan Miliaran Dolar Sepanjang Tahun 2020

Ilustrasi Dua Orang Anak Muda Bermain Gim Mobile. Kredit: NatureaAddict via Pixabay
Ilustrasi Dua Orang Anak Muda Bermain Gim Mobile. Kredit: NatureaAddict via Pixabay

Sensor Tower merilis laporan gim mobile dengan pemasukan tertinggi sepanjang tahun 2020 yang mencapai USD 1 miliar atau lebih.

Menurut analisis perusahaan riset pasar aplikasi mobile itu, PUBG berada di puncak daftar gim mobile dengan pemasukan 2,6 miliar USD.

"PUBG Mobile, dikombinasikan dengan judul versi China, Game For Peace, menjadi gim mobile penghasil pendapatan nomor 1 secara global di App Store dan Google Play pada tahun 2020," ujar Craig Chapple Mobile Insights Strategist, EMEA dikutip dari keterangan Sensor Tower, Sabtu (19/12/2020).

Pemasukan 2,6 miliar tersebut merepresentasikan sekitar 64,3 persen kenaikan dibandingkan dengan tahun 2019.

"Honor of Kings, sementara itu, telah meraup hampir USD 2,5 miliar, naik 42,8 persen dari tahun sebelumnya," tutur Craig lebih lanjut.

Pokemon Go

Ilustrasi Pokemon Go 2 - Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Ilustrasi Pokemon Go 2 - Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Sementar di peringkat ketiga Pokémon GO mengumpulkan USD 1,2 miliar hingga saat ini, naik 31,5 persen daripada tahun 2019.

"Pokemon GO diuntungkan dari serangkaian pembaruan untuk membantu pemain terus bermain di tengah pandemi Covid-19 global dan lockdown," kata Craig,

Coin Master dan Roblox

Roblox (screenshot Google Play Store)
Roblox (screenshot Google Play Store)

Lalu posisi keempat ditempati oleh Coin Master dari Moon Active, yang menghasilkan USD 1,1 miliar. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat daripada tahun lalu.

"Judul ini telah berkembang pesat sejak awal 2019, dengan November 2020 sebagai bulan terbaiknya, ketika gim itu meraih hampir USD 118 juta pada bulan tersebut," tutur Craig.

Melengkapi daftar ini, Roblox dari Roblox Corporation meraih pendapatan USD 1,1 miliar.

(Isk/Why)