Pengguna iPhone Kena Tipu Rp8,7 Miliar

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aplikasi Bitcoin Scam yang dirancang agar terlihat seperti aplikasi asli telah diterima oleh tim peninjau Apple App Store. Akhirnya diketahui bahwa platform itu merugikan pengguna iPhone bernama Phillipe Christodoulou sebanyak 17,1 Bitcoin atau lebih dari US$600 ribu (Rp8,7 miliar).

Saat itu Christodoulou ingin memeriksa saldo Bitcoin pada Februari dan mencari 'Trezor' di ‌App Store, perusahaan yang membuat perangkat keras tempat dia menyimpan cryptocurrency. Dia melihat aplikasi dengan logo gembok Trezor dengan latar belakang hijau. Kemudian mengunduhnya dan memasukkan identitas.

Baca: Beli iPhone 7 di Lazada, yang Datang Malah Meja

Aplikasi tersebut ternyata palsu dan dirancang agar terlihat seperti aplikasi yang sah untuk menipu pemilik Bitcoin. Christodoulou menjadi korban dan dia menjadi murka kepada Apple, seperti dilansir dari situs Mac Rumors, Sabtu, 3 April 2021.

Apple lalu meninjau semua kiriman aplikasi ‌App Store‌ untuk mencegah aplikasi scam diunduh oleh pengguna ‌iPhone. Tetapi ada banyak aplikasi scam dan peniru seperti aplikasi Trezor palsu yang lolos dan membahayakan pengguna ‌iPhone.

Apple mengatakan aplikasi Trezor palsu berhasil melewati ‌App Store‌ melalui 'bait-and-switch'. Para penjahat siber memberi nama Trezor dan menggunakan logo dan warna Trezor. Di deskripsinya dikatakan bahwa itu adalah aplikasi kriptografi yang akan mengenkripsi file ‌iPhone‌ dan menyimpan kata sandi.

Pengembang aplikasi palsu tersebut mengatakan kepada Apple bahwa mereka tidak terlibat dalam mata uang kripto apa pun jenisnya. Setelah aplikasi Trezor palsu diunduh, platform berubah menjadi dompet cryptocurrency yang tidak dapat dideteksi oleh Apple.

Juru Bicara Apple, Fred Sainz, mengatakan bahwa Apple mengambil tindakan cepat ketika penjahat menipu pengguna ‌iPhone‌, "Kepercayaan pengguna adalah dasar dari alasan kami menciptakan ‌App Store‌, dan kami hanya memperdalam komitmen itu di tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Ia melanjutkan, studi demi studi menunjukkan bahwa ‌App Store‌ adalah pasar aplikasi paling aman di dunia dan perusahaan akan terus bekerja untuk mempertahankan standar tersebut dan lebih memperkuat perlindungan.

"Dalam kasus ini saat penjahat menipu pengguna kami, kami mengambil tindakan cepat terhadap pelaku tersebut serta untuk mencegah pelanggaran serupa di masa mendatang," tutur dia.

Meski begitu, Sainz menolak berkomentar tentang seberapa sering aplikasi scam ditemukan, atau seberapa sering mereka dihapus dari ‌App Store‌. Namun, ia mengatakan bahwa 6.500 aplikasi telah dihapus tahun lalu karena fitur tersembunyi atau tidak terdokumentasi.

Apple mengakui telah menemukan penipuan mata uang kripto lainnya di ‌App Store, tetapi tidak memberikan rincian spesifik tentang nomor atau apakah pernah ada aplikasi Trezor palsu di masa lampau.

Trezor sama sekali tidak menawarkan aplikasi iOS. Hal ini diungkapkan juru bicaranya. Ia mengatakan bahwa mereka telah memberi tahu Apple dan Google tentang aplikasi Trezor palsu bertahun-tahun yang lalu.