Pengguna TikTok Sebut Alien Bakal Menjajah Bumi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang pengguna TikTok bernama Aery Yormany, dengan akun ID aesthetictimewarper, baru-baru ini membuat konten yang memprediksi masa depan Bumi. Ia mengaku berasal dari tahun 2714 dan mengatakan bahwa Bumi akan kedatangan penjajah ruang angkasa saat sesi akhir Hujan Meteor Perseid, yang membawa misi mematikan.

Menurutnya, alien akan meletakkan sesuatu yang bisa menimbulkan perang. Akun tersebut memprediksi hal tersebut akan terjadi pada 2025, "Ya, saya seorang penjelajah waktu yang berasal dari tahun 2714," ungkap dia, seperti dikutip dari situs Express, Senin, 23 Agustus 2021.

Ia juga menjelaskan akan ada hujan meteor sangat besar yang berlangsung selama dua minggu dan akan terlihat di belahan Bumi utara yang mengandung pesan Nozic. Tapi, tidak ada penjelasan nyata tentang apa pesan Nozic yang dimaksud.

"Salah satu meteor raksasa akan tampak berbeda dari yang lain. Alasannya, karena itu adalah kapal yang mendarat di Bumi sebagai pertanda untuk Perang Nozic I," tegas Yormany.

Dalam postingan lainnya, ia juga mengklaim bahwa apa yang disebut ‘Perang Nozic’ akan dimulai antara alien dan manusia pada 2025. Kabar baiknya, manusia keluar sebagai pemenang dengan menghabiskan biaya besar.

“Hujan Perseid bukanlah fenomena langka. Ini benar-benar terjadi setiap bulan Agustus dan dilihat oleh jutaan astronom di seluruh dunia,” jelas dia. Penjelajah waktu ini pun mengeluarkan prediksi lain bahwa Kota Atlantis yang hilang akan ditemukan kembali pada 2022.

Bukan itu saja. Kolonisasi Mars akan dimulai pada 2028, dan bahwa orang-orang akan mulai menggunakan neuralink bikinan orang terkaya kedua dunia, Elon Musk, untuk memperpanjang umur otak manusia.

Hujan Meteor Perseid adalah peristiwa tahunan yang biasanya terjadi antara Juli dan Agustus di banyak bagian belahan Bumi utara. Tahun ini hujan meteor aktif terjadi antara 16 Juli hingga 23 Agustus 2021.

Puncaknya diperkirakan jatuh pada 12 Agustus dan sebelum fajar 13 Agustus tahun ini. Meteor terbentuk karena komet memanas saat mendekati Matahari. Saat komet memanas, potongan-potongannya pecah.

Jika puing-puing itu berakhir di jalur Bumi mengelilingi Matahari, maka bisa menghantam atmosfer Bumi dengan kecepatan antara 7–45 mil per detik. Kecepatan rata-rata Meteor Perseid adalah 36 mil per detik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel